Melepas: Memulai Lembaran Baru

Melepas: Memulai Lembaran Baru
Meditasi makan dengan hening bersama

Minggu itu, dengan diiringi hujan gerimis, tak menyurutkan niat kami untuk tetap berlatih bersama. Hari itu kami berkumpul pada pukul 6 pagi untuk berlatih bersama, sebelum berlatih kami menyempatkan diri untuk melepas ikan lele ke sungai, memberikan kebebasan dan kehidupan bagi ikan-ikan tersebut.

Tempat latihan kali ini kami laksanakan di luar wihara yaitu di Candi Kedaton, salah satu bagian dari kompleks percandian Muaro Jambi. Setelah pelepasan ikan di tepi sungai kami pun menuju Candi Kedaton untuk bersiap-siap latihan, karena waktu sudah menunjukkan pukul 7:30 pagi, kami memulai latihan dengan makan pagi dengan hening dan berkesadaran selama 20 menit. Setelah sarapan, kami lanjutkan dengan peace walk.

Mengikuti Pemimpin

Bhante memimpin di depan, kami mengikuti tanpa memikirkan akan kemana dan tiba dimana. Semua peserta mengikuti dengan hening. Di sini Saya menyadari bahwa saat bersama komunitas, kita harus mengikuti kemanapun bhante (sebagai pemimpin) berjalan. Muncul pemikiran seharusnya bhante bisa mengitari kompleks lebih luas lagi, tapi kenapa bhante hanya berjalan mengitari candi saja.

Harusnya bhante bisa seperti ini dan seperti itu.  Begitulah pikiran berseliweran, tapi tetap harus mengikuti kemana bhante berjalan, dengan tetap tenang, hening serta sadar penuh. Saat bersama komunitas, alangkah indahnya tetap bersama-sama dalam satu arah, sehingga terlihat harmonis, indah, dan memudahkan untuk di foto (hasil foto diibaratkan pada kualitas latihan yang diingat lebih lama). Mengalir bagaikan sungai untuk mencapai lautan, bila sendiri-sendiri akan menguap di jalan sebelum mencapai lautan.

Saat berjalan di belakang bhante, saya tidak melihat ke belakang, ternyata saya berjalan berbeda dengan yang lain, saya menyadari ini setelah melihat foto, jika tidak melihat foto saya tidak tahu jika saya beda sendiri.
Berjalan di belakang bisa melihat keseluruhan anggota komunitas, namun berjalan di depan akan sulit untuk memperhatikan komunitas. Terkadang harus berjalan di depan untuk memimpin namun terkadang juga harus berjalan di belakang untuk memperhatikan, mengayomi dan memberitahu saat ada yang keluar dari rel.

Di sepanjang perjalanan juga ada binatang-binatang kecil yang harus kita perhatikan jangan sampai terinjak. Sebisa mungkin menghindar agar tidak sampai menginjak mereka. Dalam kehidupan sehari-hari banyak hal-hal kecil yang harus kita usahakan untuk tidak menjadikannya hal besar, sebisa mungkin menghindari untuk tidak menjadi penyebab penderitaan bagi orang lain (makhluk lain).

Watering flower & beginning a new

Ini saatnya saling mengungkapkan ketidaksukaan atau kekesalan yang pernah dialami terhadap sahabat yang duduk di hadapan kita. Setelah mengungkapkan hal yang negatif, kami juga mengungkapkan hal yang positif, saling memaafkan dan siap memulai lembaran baru, tentunya diiringi oleh tetesan air mata.

Terima kasih mendalam kepada Thay yang telah mengajarkan metode latihan yang sangat membantu saya dan komunitas yang tak lepas dari energi-energi negatif kami saat kami kelelahan dengan kegiatan di vihara, kami masih bisa bersentuhan dengan keindahan Dharma.

Sudut Pandang Teman

Saat melihat hasil foto, ada foto-foto yang di-shoot dari jarak jauh sehingga view yang terfoto adalah Candi secara utuh sedangkan kami terlihat sangat kecil.  Bagi fotografer, mungkin yang dianggap objek yang bagus adalah Candi, namun bagi kami tentunya kami ingin terlihat dengan jelas jika kami sedang berlatih.

Dalam keseharian, kita punya pandangan dan pengertian kita masing-masing, setiap orang punya pembenarannya sendiri, kita mau orang lain untuk mengerti dan mengikuti maunya kita, namun sulit bagi kita untuk mengerti dan mengikuti maunya orang lain.

Bila si fotografer bisa mengerti keinginan kami, tentu lain waktu dia akan dipanggil lagi, namun bila dia ‘ngeyel‘ dengan pembenarannya, lain waktu dia tidak akan dipanggil lagi sebagai fotografer. Mungkin dia tidak cocok menjadi fotografer tapi lebih cocok menjadi tour guide.

Widyamaitri praktisi mindfulness, volunteer retreat dan Day of Mindfulness, juga anggota Ordo Interbeing

Aplikasi Meditasi

Aplikasi Meditasi

Anda barangkali sering menggunakan komputer atau smartphone. Sering juga kita terhanyut oleh gawai dan tidak menyadari bahwa tubuh ini ada di sini dan saat ini.

Anda boleh mengunduh bell of mindfulness (genta kesadaran penuh) untuk dipasang di komputer atau smartphone, genta ini berbunyi setiap seperempat jam atau sesering yang Anda inginkan agar Anda bisa berhenti sejenak, bernapas, dan merelakskan tubuh. Silakan bernapas masuk dan bernapas keluar minimal 3 kali yang cukup untuk mengurangi ketegangan pada tubuh dan senyum, kemudian melanjutkan pekerjaan Anda. Jika Anda sedang berada di tengah-tengah percakapan, cara mendengarkan genta kesadaran ini bisa mengingatkan Anda untuk selalu berlatih bahasa kasih dan mendengarkan dengan sabar.

Ada komunitas virtual, meditasi dipandu, atau alat membantu latihan meditasi mindfulness di internet. Anda boleh coba Plumline (bahasa Inggris) atau mencari komunitas latihan di daerah Anda lewat International sangha directory.

Berikut ini beberapa aplikasi smartphone atau komputer yang semoga dapat membantu Anda dalam berlatih hidup berkesadaran sepanjang hari. Selamat mencoba.

Aplikasi untuk Smartphone

Plumvillage: Zen Meditation
Sistem Operasi: Android dan iOS

Aplikasi Plum Village

Aplikasi Plum Village bisa membantu Anda menumbuhkan energi kesadaran penuh, welas asih, dan suka cita melalui meditasi dipandu, relaksasi total, puisi latihan, genta, dan masih banyak lagi.

Energi kesadaran penuh merupakan kekuatan menyadari akan momen kekinian. Energi yang memungkinkan Anda secara terus-menerus bersentuhan secara mendalam atas kehidupan sehari-hari. Menjadi berkesadaran penuh artinya menjadi benar-benar hidup, hadir bagi mereka yang ada di sekitar dan juga mengetahui hal yang sedang Anda kerjakan. Kita menghadirkan keselarasan pada tubuh dan pikiran ketika sedang mencuci piring, mengendarai mobil atau bahkan saat mandi pagi.

Website Resmi: plumvillage.app

MindBell
Sistem Operasi: Android

Aplikasi MindBell

MindBell berbunyi secara priodik selama seharian, sehingga memberi Anda kesempatan untuk berhenti, bernapas dan tersenyum. Berhenti ketika genta berbunyi merupakan latihan penting yang dikembangkan oleh Thich Nhat Hanh dan komunitas Plum Village. Hal tersebut merupakan dasar menumbuhkan kesadaran, momen kekinian dan welas asih diri dalam keseharian. Selain itu MindBell juga bisa digunakan sebagai pewaktu meditasi.

Spire: Mindfulness, Breath and Activity Tracker
Sistem Operasi: Android dan iOS

Apikasi Spire

Spire adalah wearable pelacak kegiatan dan napas yang segera bergetar ketika napas menjadi tidak biasa atau tegang, atau jika Anda duduk lebih lama dari yang Anda harapkan. Ini merupakan cara yang bagus untuk mengingatkan diri agar beristirahat atau berdiri dan meregangkan kaki. Alat ini juga melacak “runutan ketenangan” sehingga Anda dapat mempelajari untuk memahami waktu dan tempat yang cocok untuk menenangkan tubuh dan juga merelakskan.

Aplikasi Spire kini mencakup serangkaian meditasi dipandu dan relaksasi dari Guru Dharma Plum Village.

Insight Timer
Sistem Operasi: Android dan iOS

Aplikasi Insight Timer

Insight Timer merupakan cara terkoneksi yang menyenangkan untuk mendukung latihan meditasi Anda. Aplikasi ini mencakup meditasi dipandu gratis dari Thich Nhat Hanh dan guru-guru meditasi terkemuka lain. Bagi mereka yang baru dengan meditasi, ada pengenalan meditasi dipandu dan komunitas yang mendukung demi membantu Anda untuk memulai.

Menthal
Sistem Operasi: Android

Aplikasi Menthal

Menthal memberikan umpan balik pada penggunaan smartphone Anda, sehingga Anda memiliki informasi yang dibutuhkan untuk menyusun strategi mengenai cara Anda menggunakan teknologi. Aplikasi ini melacak secara lengkap interaksi antara Anda dan smartphone Anda. Menthal bekerja di latar, aplikasi ini merekam setiap kali Anda membuka smartphone, setiap kali membuka suatu aplikasi dan setiap kali Anda menerima panggilan telepon. Jumlah waktu yang dihabiskan bersama smartphone Anda selama seharian dapat diberitahukan oleh aplikasi ini. Demikian juga jumlah berapa kali Anda menggunakan aplikasi tertentu. Dengan demikian Anda dapat membuat pilihan yang terinformasi mengenai cara yang diinginkan untuk menghabiskan waktu Anda dan perilaku apa yang ingin diubah.

Headspace: Guided Meditation & Mindfulness
Sistem Operasi: Android dan iOS

Aplikasi Headspace

Headspace membantu Anda mengembangkan keterampilan meditasi dan kesadaran yang dapat mengubah hidup. Jika Anda berlangganan, maka Anda dapat mengakses ratusan meditasi segala hal, mulai dari stress dan kegelisahan hingga tidur dan fokus. Ada banyak sesi yang membantu Anda membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang yang Anda cintai dan sesi SOS untuk membantu Anda menemukan tempat yang menenangkan dan relaksasi selama mengalami momen keterpurukan.

Aplikasi untuk Komputer

Bell of Mindfulness (Ekstensi Peramban)
Sistem Operasi: Windows, Mac, dan Linux
Peramban: Chrome dan Firefox

Aplikasi Bell of Mindfulness

Ini adalah genta sederhanya yang mengingatkan kita untuk melakukan jeda pendek dari apa pun yang sedang dilakukan di komputer, dan kembali ke napas kita. Sebagaimana yang telah diajarkan Thich Nhat Hanh, kembali ke pernapasan kita akan menghubungkan kita kembali dengan tubuh dan pikiran kita di sini dan saat ini. Kita memiliki kesempatan untuk menangani segala tegangan yang kita temukan di sana – kita dapat meregang, tersenym, relaks untuk momen pendek. Menginstal genta di komputer merupakan salah satu cara pasti untuk tetap sadar dari apa pun yang sedang dilakukan.

Mindful Clock
Sistem Operasi: Windows, Mac, dan Linux
Unduh Suara Genta

Aplikasi Mindful Clock

Mindful Clock merupakan salah satu aplikasi “genta kesadaran” yang terinspirasi oleh ajaran Thich Nhat Hanh. Anda dapat mengunduh seluruh program atau hanya suara genta. Anda dapat mengatur genta untuk berbunyi pada interval waktu tertentu, waktu tertentu, atau interval acak.

Unduh program terlebih dahulu, kemudian unduh suara genta ke direktori C:\Program Files\MindfulClock Anda. Setelah file selesai diunduh, buka pengendali MindfulClock dan pilih suara baru dengan mengklik ganda pada nama file suara.

Anda juga bisa mengakses versi online dari Mindful Clock pada situs Washington Mindfulness Community atau situs Awakening Bell.

Time Out
Sistem Operasi: Mac

Aplikasi Time Out

Time Out menawarkan pengingat istirahat yang mudah dengan kustomisasi fleksibel. Anda bisa mengatur untuk mengaburkan seluruh layar atau mengubah warna untuk mendorong Anda beristirahat dari waktu ke waktu.

Anda bisa mengkonfigurasikan seberapa lama setiap jenis istirahat dan seberapa lama waktu antar istirahat. Istirahat ini pun dapat diatur untuk menghitung mundur ketika Anda sedang melakukan istirahat alami, misalnya ketika Anda menjauh dari komputer.

Mindfulness bell menu bar
Sistem Operasi: Mac

Aplikasi Mindfulness Bell menu bar

Mindfulness Bell Menu Bar adalah aplikasi menu bar untuk membantu Anda dalam latihan mindfulness Anda. Dengan mudah pilih interval dan genta kecil atau besar akan berbunyi pada waktu yang telah ditentukan yang mengajak Anda mengambil momen untuk mengamati napas.

    

Stay Focused
Sistem Operasi: Windows, Mac dan iOS
Peramban: Chrome dan Firefox

Aplikasi Stay Focused

Thich Nhat Hanh mengatakan bahwa kita membutuhkan strategi yang diniatkan untuk mengelola konsumsi media dalam cara yang sadar. Stay Focused merupakan aplikasi gratis yang mendorong Anda untuk tetap pada niat Anda dengan membatasi jumlah waktu yang dapat dihabiskan pada situs yang membuang-buang waktu. Sebagai contoh, Anda dapat menentukan batas waktu sehat pada situs-situs baru, setidaknya 5 atau 10 menit per hari.

Selain itu juga ada versi berbayar yang baru untuk smartphone dan tablet.

uBlock Origin (Ekstensi Peramban)
Peramban: Chrome, Firefox dan Safari

Aplikasi uBlock Origin

Thich Nhat Hanh mengajarkan kita bahwa perhatian yang pantas adalah penting untuk menjadi sadar. Kita harus awas terhadap hal-hal yang benar, bukan hal-hal yang salah.


Jika kita ingin menumbuhkan kualitas yang tinggi dari saat ini dan konsentrasi, kita tidak ingin perhatian kita direnggut dari kita oleh iklan yang tak diinginkan. Iklan biasaya mencoba menjual hal-hal yang tidak kita inginkan atau pun kita butuhkan untuk menjadi bahagia, atau bahkan beracun bagi tubuh dan pikiran. Kita bisa membatasi diri kita untuk mengunjungi situs yang tidak menampilkan gangguan atau iklan tidak baik, dan dengan mendukung pembuat konten yang baik dengan membayar langganan yang memungkinkan kita melihat konten mereka tanpa iklan. uBlock Origin merupakan aplikasi gratis yang bisa memblokir segala macam konten termasuk iklan. Aplikasi ini bisa dimatikan berdasarkan situs, jadi pertimbangkan untuk mematikan fungsi blokir pada situs penyedia konten independen yang pendapatan satu-satunya hanya berasal dari iklan.

Intently (Ekstensi Peramban)

Aplikasi Intently

Jika Anda menyukai uBlock Origin, Anda juga dapat mencoba Intently yang menggantikan iklan yang tak diinginkan dengan kutipan yang menginspirasi dan gambar-gambar alam cantik sesuai pilihan Anda.

Website Resmi: Intently

Sumber tulisan: PlumVillage.org

Album Foto Perayaan Hari Berkelanjutan Thay, 7 Oktober 2018

Album Foto Perayaan Hari Berkelanjutan Thay, 7 Oktober 2018

Thay lahir pada tanggal 11 Oktober 1926. Hari berkelanjutan Thay pada tahun ini dirayakan lebih awal, yaitu pada tanggal 07 Oktober 2018 (minggu), agar banyak yang bisa datang dan memanjatkan doa dan memberi hormat kepada beliau.

Pada tanggal 11 Oktober 2018 juga masih banyak tamu di Plum Village Thailand. Tamu monastik maupun tamu umat biasa. Meditasi pagi di aula meditasi sudah sangat penuh dan hampir tidak muat, padahal sebagian besar tamu sudah pulang.

Berikut ini adalah album foto perayaan hari berkelanjutan Thay pada tanggal 7 Oktober 2018.

Thay menerima persembahan Patung Thich Nhat Hanh
Melihat telapak tangan, merenungkan keberlanjutan

Seremoni Transmisi 5 Latihan Sadar Penuh

Seremoni Transmisi 5 Latihan Sadar Penuh

Seremoni Tranmisi
5 Latihan Sadar Penuh
Versi 28 Desember 2017

  1. Meditasi Duduk
  2. Persembahan Dupa
  3. (GENTA 3x)

    Harumnya dupa telah mengundang bodhicitta hadir
    Bersamaku, bersamaku sesungguhnya di sini, sesungguhnya di sini
    Harumnya dupa ini melindungi dan menjaga batin
    Oh… harumnya dupa ini menyatukan kita semua
    Dalam pelaksanaan sila samadhi prajna
    Kami datang persembahkan semua
    Namo bodhisattvebhyah
    Namo mahasattvebhyah
    (GENTA)

  4. Menyentuh Bumi
  5. Gatha Pembukaan

    Yang bersujud dan objek sujud pada hakikatnya sunyata.
    Oleh sebab itu komunikasi, terjalin sempurna apa adanya.
    Pusat latihan kami adalah jaring Indra
    memantulkan semua Buddha di setiap sudut.
    Diriku berdiri di hadapan setiap Buddha,
    Aku berlindung kepadaMu.
    (GENTA)

     

    Bersujud

    BERSUJUD (menyentuh bumi setiap kali bunyi Genta)

    Pemimpin:
    Mempersembahkan cahaya di Sepuluh Penjuru

    Bersama-sama:
    Buddha, Dharma, dan Sanggha,
    kami bersujud padamu.
    (GENTA)


    Pemimpin: 
    Mengajar dan hidup melalui kesadaran-penuh
    di tengah-tengah penderitaan dan kebingungan,

    Bersama-sama:
    Buddha Sakyamuni,
    Dia yang telah sadar sepenuhnya,
    kami bersujud padamu.
    (GENTA)


    Pemimpin:
    Memotong tembus ketidaktahuan,
    menyadarkan hati dan pikiran kami,

    Bersama-sama:
    Manjusri, Bodhisattwa Pengertian Agung,
    kami bersujud padamu.
    (GENTA)


    Pemimpin:
    Bekerja dengan penuh kesadaran, penuh suka cita
    untuk kepentingan semua makhluk hidup,

    Bersama-sama:
    Samantabhadra, Bodhisattwa Tindak Agung,
    kami bersujud padamu.
    (GENTA)


    Pemimpin:
    Mendengar secara mendalam,
    melayani makhluk dalam cara tanpa batas,

    Bersama-sama:
    Awalokiteswara, Bodhisattwa Welas Asih Agung,
    kami bersujud padamu.
    (GENTA)


    Pemimpin:
    Tiada ketakutan dan tekun mengarungi
    alam-alam penderitaan dan kegelapan

    Bersama-sama:
    Ksitigarbha, Bodhisattwa Aspirasi Agung,
    kami bersujud padamu.
    (GENTA)


    Pemimpin:
    Ibunda semua Buddha, bodhisattwa dan semua makhluk
    Menopang dan menyembuhkan semuanya

    Bersama-sama:
    Bodhisattwa Ibu Pertiwi, Ibunda bumi
    Permata indah jagad raya
    Kami bersujud padamu
    (GENTA)


    Pemimpin:
    Memancarkan cahaya di semua penjuru
    Sumber kehidupan di dunia ini

    Bersama-sama:
    Mahavairocana Tathagatha,
    Ayahnda matahari
    Buddha cahaya dan hidup tanpa batas
    Kami bersujud padamu
    (GENTA)


    Pemimpin:
    Benih kesadaran dan cinta kasih
    dalam anak-anak dan semua makhluk,

    Bersama-sama:
    Maitreya, Buddha yang akan datang,
    kami bersujud padamu.
    (GENTA)


    Pemimpin:
    Menunjukkan jalan tanpa rasa takut,
    dan penuh welas asih

    Bersama-sama:
    seluruh guru silsilah leluhur spiritual,
    kami bersujud padamu.
    (GENTA 2x)


  6. Gatha Pembukaan Sutra
  7. (GENTA 3x)

    Namo Sanghyang Adi Buddhaya (3x)
    Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa (3x)
    Namo Sarve Bodhisattvaya Mahasattvaya (3x)
    (GENTA)

    Dharma begitu dalam dan indah,
    Kini kami telah berkesempatan
    melihat, mempelajari, dan mempraktikkannya.
    Kami bertekad merealisasikan makna sejatinya.
    (GENTA)

  8. Kearifan Menuju Pantai Seberang (Sutra Hati)
  9. Sutra Hati:
    Kearifan Menuju ke Pantai Seberang

    Kala Bodhisattwa Awalokiteshwara
    merenungkan secara mendalam tentang
    Kearifan menuju ke pantai seberang
    seketika itu menyadari pancaskandha juga kosong adanya
    berkat penyadaran ini,
    Ia berhasil mengatasi duka

    Dengarlah, Sariputra
    wujud adalah kekosongan,
    dan kekosongan adalah wujud.
    Wujud tiada beda dengan kekosongan
    Kekosongan tiada beda dengan wujud
    Demikian pula dengan perasaan, persepsi, bentuk-bentuk pikiran, dan kesadaran
    (GENTA)

    Dengarlah, Sariputra,
    Semua dharma bercirikan kekosongan
    hakikat sejatinya adalah
    tidak lahir juga tidak mati
    tidak ada juga tidak tak ada
    tidak kotor juga tidak murni
    Tidak berkurang juga tidak bertambah.

    Oleh sebab itu dalam kekosongan,
    badan jasmani, perasaan, persepsi
    bentuk-bentuk pikiran, dan kesadaran;
    semua itu bukanlah entitas tunggal terpisah

    Delapan belas ranah fenomena
    yang terdiri dari enam organ indra,
    enam objek indra, dan enam kesadaran
    juga bukanlah entitas tunggal terpisah

    kemunculan dan hilang lenyapnya
    Dua belas mata rantai interdependen
    juga bukanlah entitas tunggal terpisah

    duka, sebab duka,
    akhir duka, dan jalan mengakhiri duka,
    kebijaksanaan dan pencapaian
    juga bukanlah entitas tunggal terpisah
    (GENTA)

    Siapa pun yang mampu melihat semua ini
    dia sudah tidak perlu lagi mencapai apa pun

    Para bodhisattwa yang mempraktikkan
    Kearifan menuju ke pantai seberang,
    tidak menemukan rintangan lagi dalam pikiran mereka
    karena sudah tiada rintangan pikiran
    mereka mengatasi ketakutan
    membebaskan diri dari persepsi keliru
    merealisasi nirwana tertinggi

    Semua Buddha masa lalu, masa kini, dan masa depan
    berkat Kearifan menuju ke pantai seberang ini,
    mereka mencapai pencerahan otentik dan sempurna
    (GENTA)

    Oleh karena itu, Sariputra
    perlu diketahui bahwa
    Kearifan menuju ke pantai seberang
    merupakan mantra teragung,
    mantra sakti mandraguna,
    mantra tertinggi
    mantra yang tiada taranya
    kearifan sejati yang memiliki kekuatan
    melenyapkan semua jenis duka
    Oleh karena itu marilah kita mendaraskan
    mantra Kearifan menuju ke pantai seberang

    Gate gate paragate paramsagate bodhi swaha
    Gate gate paragate paramsagate bodhi swaha (GENTA)
    Gate gate paragate paramsagate bodhi swaha (GENTA 2X)

  10. Permohonan Formal
  11. Perwakilan aspiran:
    Jika ada di antara Anda yang belum sempat mengisi formulir permohonan untuk menerima 5 Latihan Sadar Penuh, lalu ingin menerimanya pada hari ini, Anda boleh berdiri dan menyebutkan nama dengan jelas, kemudian bergabung di tengah bersama aspiran lainnya.

    Perwakilan aspiran: (membacakan sambil beranjali)
    Namo Shakyamunaye Buddhaya.
    Guru yang terhormat, sangha yang mulia, mohon dengarkan kami denga penuh welas asih. Kami ingin menyampaikan permohonan formal.

    Master Genta: Mengundang genta 1 kali
    (Mendengar genta, perwakilan aspiran dan semua aspiran menyentuh bumi)

    Perwakilan aspiran: (membacakan permohonan atas nama semua aspiran)
    Namo Shakyamunaye Buddhaya
    Guru terkasih, sangha terkasih, kami menyadari keberuntungan ini. Kami telah menerima banyak berkah dari para leluhur dan bersyukur atas berkah itu kami telah bertemu dengan latihan sadar penuh. Latihan ini telah membantu kami berlatih berhenti dan hidup lebih mendalam pada momen kekinian, agar kami menjadi lebih kuat, bertransformasi, dan menyembuhkan diri serta menghadirkan sukacita bagi diri sendiri dan orang lain. Kami tahu bahwa 5 Latihan Sadar Penuh merupakan pernyataan indah dan lengkap atas perjalanan transformasi ini. Hari ini, dengan sepenuh hati, kami ingin menerima 5 Latihan ini dari para guru spiritual dan juga dari Anda, yang mulia sangha. Kami mengerti dengan jelas bahwa jika kami akan ditemani oleh para bodhisattwa, setiap momen akan menjadi momen kebahagiaan. Kami dengan sepenuh hati memohon guru leluhur spiritual dan sangha mulia untuk menerima permohonan ini, trasmisikan latihan ini kepada kami.

    Master Transmisi:
    Kami berkenan menerima permohonan Anda. Ketahuilah bahwa Anda sangatah beruntung karena telah bertemu dengan latihan yang luar biasa ini lalu Anda berkomitmen untuk melaksanakannya. Tugas paling mulia yang bisa engkau lakukan adalah membangun komunitas yang nanti bisa menjadi tempat berindung bagi banyak orang. Ini juga yang dilakukan oleh Buddha sepanjang hayatnya. Menyusuri atihan ini berarti Anda melanjutkan karir dari Buddha. Para Buddha dan bodhisattwa akan mendukung sepanjang jalanmu.

    Perwakilan Aspiran: (menyatakan terima kasih)
    Terima kasih para guru dan sangha mulia telah mengabulkan permohonan kami. Kami akan melaksanakan nasihat-nasihat itu dengan sepenuh hati.
    (setiap kali mendengar genta, para aspiran menyentuh bumi 2 kali. Perwakilan aspiran kembali ke tempatnya.)

  12. Prosedur Sanghakarman
  13. Master Sanghakarman: Apakah seluruh komunitas telah berkumpul?

    Sanggha Pelaksana: Seluruh komunitas telah berkumpul

    Master Sanghakarman: Apakah semunya hidup harmonis?

    Sanggha Pelaksana: Iya, hidup harmonis

    Master Sanghakarman: Mengapa komunitas berkumpul pada hari ini?

    Sanggha Pelaksana: Hari ini komunitas berkumpul untuk mewujudkan sanghakarman transmisi Lima Latihan

    Master Sanghakarman: Komunitas mulia, hari ini [tanggal] telah dipilih sebagai hari untuk mentransmisikan Lima Latihan Sadar Penuh. Komunitas berkumpul pada waktu yang telah disepakati bersama dan sekarang siap mentransmisikan Lima Latihan dalam atmosfir harmonis, oleh karena itu transmisi bisa dilaksanakan, apakah pernyataan ini jelas dan lengkap?

    Semua orang: Jelas dan lengkap. (GENTA)

  14. Kata Pengantar
  15. Hari ini komunitas berkumpul untuk memberikan dukungan spiritual kepada kakak dan adik dalam Dharma untuk mengambil Lima Latihan. Mohon seluruh komunitas untuk menikmati napas dan pada saat bersamaan tetap terjaga dalam penuh perhatian ketika mendengarkan suara lonceng. Suara lonceng merupakan suara Buddha yang memanggil kita kembali pada diri kita yang sesungguhnya.

  16. Menyentuh Bumi Dengan Penuh Rasa Syukur
  17. Kakak dan adik yang menerima Lima latihan mohon maju de depan dengan bersikap anjali dan berdiri di hadapan Tiga permata. Apabila ada orang yang ingin menerima Lima Latihan ini dan namanya tidak disebutkan, Anda boleh menyebutkan nama sendiri kemudian maju ke depan di hadapan Tiga Permata. Para sahabat, setelah mendengar lonceng setiap selesai pembacaan syair, mohon menyentuh bumi.

    Dengan penuh rasa syukur kepada orang tua kami yang telah menghadirkan kehidupan, kami menyentuh bumi di hadapan Tiga Permata di sepeluh penjuru. [GENTA]

    Dengan penuh rasa syukur kepada guru yang telah menunjukkan jalan dan bagaimana mencintai, mengerti dan hidup di momen kekinian, kami menyentuh bumi di hadapan Tiga Permata di sepeluh penjuru. [GENTA]

    Dengan penuh rasa syukur kepada para sahabat yang telah membimbing kami dalam sepanjang jalan dan mendukung ketika dalam situasi sulit, kami menyentuh bumi di hadapan Tiga Permata di sepeluh penjuru. [GENTA]

    Dengan penuh rasa syukur semua spesies binatang, tumbuhan, mineral yang telah mendukung hidup kami dan menjadikan dunia ini begitu indah, kami menyentuh bumi di hadapan Tiga Permata di sepeluh penjuru. [GENTA]

  18. Transmisi 5 Latihan Sadar Penuh
  19. Saudara-saudari, sekarang saatnya mentransmisikan Lima Latihan. Latihan ini punya kapasitas untuk melindungi kehidpan dan menjadi kehidupan menjadi indah. Lima Latihan mendukung kita ke arah damai, ceria, pembebasan, dan pencerahan. Latihan ini merupakan fondasi bagi kebahagiaan individu, kebahagiaan keluarga dan masyarakat. Apabila kita berlatih sesuai dengan Lima Latihan ini, kita sudah berada dalam jalan Bodhisattwa. Lima Latihan melindungi kita agar tidak berbuat kesalahan dan menciptakan penderitaan, ketakutan, dan keputusasaan. Berlatih dalam Lima Latihan ini membantu kita agar mampu membantu kedamaian dan kebahagiaan diri sendiri dan keluar, menghadirkan sukacita dan kedamaian bagi masyarakat. Sekarang saya akan membacakan Lima Latihan. Mohon dengarkan baik-baik dengan pikiran tenang dan jernih. Jawab “Iya, saya siap melaksanakannya” setiap kali anda merasa punya kapasitas untuk menerima, belajar, dan berlatih latihan yang dibacakan.

    Saudara-saudari, Anda siap?

    Aspiran: Iya, saya siap.


    Latihan Pertama: Menjunjung Tinggi Kehidupan
    Sadar akan penderitaan yang disebabkan oleh penghancuran kehidupan, aku bersedia memupuk pengertian mendalam atas keadaan saling bergantungan dan belas kasih serta mencari cara untuk melindungi kehidupan manusia, binatang, tumbuhan, dan bumi ini. Aku bertekad untuk tidak membunuh, tidak membiarkan pihak lain membunuh, dan tidak mendukung segala jenis tindakan pembunuhan di dunia ini, baik melalui pikiran maupun cara hidupku. Aku mengerti bahwa tindakan merusak timbul dari kemarahan, ketakutan, keserakahan, dan intoleransi yang berakar dari pemikiran diskriminatif dan dualistik, aku akan menumbuhkan sifat keterbukaan, non diskriminasi dan non kemelekatan terhadap pandangan demi mentransformasikan kekerasan, fanatisme, dan dogmatisme dalam diriku dan di dunia ini.

    Ini adalah Latihan pertama. Apakah Anda berkomitmen menerima, mempelajari, dan mempraktikkanya?

    Aspiran: Iya, saya siap [GENTA] [aspiran menyentuh bumi satu kali]


    Latihan Kedua: Kebahagiaan Sesungguhnya
    Sadar akan penderitaan yang disebabkan oleh eksploitasi, ketidakadilan sosial, pencurian, dan penindasan, aku bersedia berlatih hidup dalam kedermawanan dalam pikiran, ucapan, dan perbuatan. Aku bertekad untuk tidak mencuri dan tidak memiliki sesuatu yang seharusnya milik pihak lain, aku akan berbagi waktu, energi, dan sumber materi bersama mereka yang membutuhkannya. Aku akan berlatih menatap secara mendalam untuk menyadari bahwa kebahagiaan dan penderitaan orang lain juga merupakan kebahagiaan dan penderitaan diriku, kebahagiaan sesungguhnya tak akan bisa hadir tanpa pengertian dan belas kasih; aku mengerti bahwa mengejar kekayaan, ketenaran, kekuasaan, dan kenikmatan sensual bisa membawa semakin banyak penderitaan dan keputusasaan. Aku sadar sepenuhnya bahwa kebahagiaan berhubungan erat dengan sikap mental dan kebahagiaan tidak bergantung pada kondisi eksternal, Aku bisa hidup dengan bahagia pada momen kini hanya dengan mengingat bahwa aku sudah memiliki kondisi secukupnya untuk berbahagia. Aku bertekad untuk berlatih hidup sesuai dengan mata pencaharian benar sehingga aku bisa ikut membantu mengurangi penderitaan makhluk lain di dunia ini dan memutar balik arus pemanasan global.

    Ini adalah Latihan Kedua. Apakah Anda berkomitmen menerima, mempelajari, dan mempraktikkanya?

    Aspiran: Iya, saya siap [GENTA] [aspiran menyentuh bumi satu kali]


    Latihan Ketiga: Cinta Sesungguhnya
    Sadar akan penderitaan yang disebabkan oleh peyimpangan prilaku seksual, aku bersedia untuk menumbuhkan sikap tanggung jawab dan mencari cara untuk melindungi keamanan dan integritas individual, pasangan, keluarga, dan masyarakat. Tahu bahwa nafsu seksual bukanlah cinta, dan aktivitas seksual yang didorong oleh nafsu keinginan selalu melukai diriku kemudian juga melukai pihak lain, Aku bertekad untuk tidak terlibat dalam hubungan seksual yang tanpa dilandasi cinta sesungguhnya, cinta mendalam, komitmen jangka panjang yang diberitahukan kepada famili dan para sahabat. Aku akan bertindak sesuai kemampuanku dalam melindungi anak-anak dari pelecehan seksual dan mencegah perceraian pasangan dan keluarga yang diakibatkan oleh perilaku seksual tidak pantas. Mengerti bahwa badan jasmani dan pikiran merupakan satu kesatuan, aku bersedia mencari cara pantas untuk menjaga energi seksual dan menumbuhkan cinta kasih, belas kasih, suka cita, dan sikap inklusif, yang merupakan empat elemen dasar cinta sesungguhnya demi kebahagiaan lebih besar bagi diriku dan pihak lain. Kita tahu bahwa berlatih cinta sesungguhnya, kita akan terus dilanjutkan dengan indah di masa depan.

    Ini adalah Latihan Ketiga. Apakah Anda berkomitmen menerima, mempelajari, dan mempraktikkanya?

    Aspiran: Iya, saya siap [GENTA] [aspiran menyentuh bumi satu kali]


    Latihan Keempat: Ucapan Cinta Kasih dan Mendengar Mendalam
    Sadar akan penderitaan yang disebabkan oleh bicara tanpa berkesadaran dan ketidakmampuan untuk mendengarkan pihak lain, Aku bersedia untuk menumbuhkan ucapan cinta kasih dan mendengar mendalam demi mengurangi penderitaan dan upaya menciptakan rekonsiliasi dan perdamaian dalam diriku dan sesama orang lain, ethnik, sahabat religius, dan antar negara. Mengetahui bahwa kata-kata dapat menghadirkan kebahagiaan maupun menciptakan penderitaan, Aku bersedia berbicara sesuai keadaan yang sesungguhnya dengan menggunakan kata-kata yang dapat memunculkan keyakinan, suka cita, dan harapan. Ketika kemarahan membara dalam diriku, untuk sementara aku bertekad untuk tidak berbicara. Aku akan berlatih napas dan jalan penuh kesadaran untuk mengenali kehadiran kemarahan dan kemudian menatap mendalam untuk mengetahui akar permasalahan, terutama akar persepsi keliru dan pengertian kurang lengkap atas penderitaan dalam diriku maupun pihak lain. Aku akan berbicara dan mendengar dengan sedemikian rupa sehingga membantu meringankan penderitaan pihak lain dan mencari cara untuk keluar dari situasi sulit itu. Aku bertekad untuk tidak menyebarkan berita-berita yang belum aku ketahui dengan pasti dan juga tidak melontarkan kata-kata yang dapat menyebabkan perpecahan dan perselisihan. Aku akan berlatih semangat ketekunan benar untuk menunjang kapasitas dalam hal pengertian, cinta kasih, suka cita, dan inklusif, secara perlahan-lahan mentransformasikan kemarahan, kekerasan, dan ketakutan yang terselubung jauh dalam kesadaranku.

    Ini adalah Latihan keempat. Apakah Anda berkomitmen menerima, mempelajari, dan mempraktikkanya?

    Aspiran: Iya, saya siap [GENTA] [aspiran menyentuh bumi satu kali]


    Latihan Kelima: Nutrisi dan Penyembuhan
    Sadar akan penderitaan yang disebabkan oleh konsumsi tidak disertai dengan kesadaran, Aku bersedia menjaga kesehatan dengan baik secara fisik maupun mental bagi diriku sendiri, keluarga, dan masyarakat dengan cara berlatih makan, minum, dan mengonsumsi dengan penuh kesadaran. Aku akan berlatih menatap mendalam bahan konsumsiku yang terdiri dari empat jenis makanan yaitu makanan lewat mulut, kesan impresi, niat, dan kesadaran. Aku bertekad untuk tidak menggunakan alkohol, obat-obat terlarang, terlibat dalam perjudian atau produk-produk yang mengandung toksin seperti situs internet, permainan elektronik, program televisi, film, majalah, buku, dan percakapan. Aku akan berlatih kembali pada momen kekinian untuk menyentuh kesegaran, penyembuhan, dan elemen nutrisi dalam diriku dan sekitarku, tidak membiarkan penyesalan dan kemurungan menyeretku kembali ke masa lalu, juga tidak membiarkan kecemasan, ketakutan, dan kemelekatan menarik aku keluar dari momen kekinian. Aku bertekad untuk tidak menutupi kesepian, kecemasan, atau penderitaan jenis lainnya dengan cara tenggelam dalam mengkonsumsi. Aku akan merenungkan sifat saling bergantungan dan mengkonsumsi dengan sedemikian rupa sehingga bisa memelihara kedamaian, suka cita, dan kesehatan badan jasmani dan kejernihan kesadaran sendiri maupun kolektif dalam cakupan keluarga, masyarakat, dan dunia ini.

    Ini adalah Latihan kelima. Apakah Anda berkomitmen menerima, mempelajari, dan mempraktikkanya?

    Aspiran: Iya, saya siap [GENTA] [aspiran menyentuh bumi satu kali]


    Saudara-saudari se-Dharma, Anda telah menerima Lima Latihan yang merupakan fondasi dari kebahagiaan dalam keluarga dan masyarakat. Latihan itu merupakan dasar bagi aspirasi Anda untuk membantu orang lain. Anda wajib membaca ulang se-sering mungkin, minimal sebulan sekali, agar pemahaman dan latihan ini bisa tumbuh dalam diri Anda sehari demi sehari. Seremoni pembacaan Lima Latihan ini bisa diadakan di pusat latihan atau di rumah bersama teman-teman. Jika Anda tidak membacakan latihan ini minimal sekali dalam 3 bulan, maka transmisi hari ini dianggap batal. Saudara-saudari dalam komunitas, sebagai siswa dari Dia yang telah Sadar Sepenuhnya (Buddha), Anda seharusnya bersemangat dalam mempraktikkan jalan damai dan kebahagiaan untuk diri Anda sendiri dan semua spesies. Setelah mendengar suara genta, mohon berdiri dan menyentuh bumi sebanyak tiga kali sebagai bentuk rasa syukur kepada tiga permata.

  20. Seremoni Penutup (Membacakan Sertifikat)
  21. Para aspiran, saya akan membacakan sertifikat, jika nama Anda disebutkan, mohon maju ke depan untuk menerima sertifikatnya. (Sertifikat lainnya silakan menghubungi fasilitator Dharma Sharing)

  22. Pelimpahan Jasa
  23. Mentransmisikan latihan, mempraktikkan jalan penuh kesadaran,
    memberikan manfaat tanpa batas.
    Kami bersedia untuk berbagi hasil kemajuan praktik kepada semua makhluk.
    Kami bersedia untuk mempersembahkan penghormatan kepada orang tua,
    para guru, sahabat, serta makhluk-makhluk yang tak terhitung jumlahnya
    yang telah memberikan bimbingan dan dukungan di sepanjang jalan.
    (GENTA 3x)

Kado Untuk Hari Berkelanjutan Thay

Kado Untuk Hari Berkelanjutan Thay
Perayaan hari berkelanjutan Zen Master Thich Nhat Hanh di Plum Village Thailand

Thay adalah sapaan hormat bagi seorang biksu dalam tradisi mahayana Vietnam. Thay adalah bahasa Vietnam yang berarti guru atau bhante. Zen Master Thich Nhat Hanh akrab disapa Thay oleh para murid-muridnya.

Murid tentu saja bisa dalam berbagai bentuk. Ada yang secara tidak formal menjadikan beliau sebagai guru. Ada juga yang secara formal yaitu melalui penerimaan 5 atau 14 Latihan Kesadaran Penuh. Ada juga murid monastik yang menerima penahbisan dari beliau.

Setiap manusia hadir ke dunia ini berkat kebaikan orang tua. Hari lahir biasanya disebut hari ulang tahun. Thay bilang, hari ulang tahun seharusnya adalah hari berkelanjutan (continuation), jadi kita di Plum Village menyebutkan hari berkelanjutan.

Suatu ketika, Thay ditanya, kado apakah yang paling berharga yang bisa dipersembahkan kepada beliau? Thay jawab, “Anda bisa mempersembahkan kado apa pun, namun kado yang paling bermakna adalah tekad untuk berlatih kesadaran penuh, bentuk latihan nyata untuk mewujudkan perdamaian, keharmonisan, bagi diri dan dunia.”

Murid-murid yang telah menerima 5 Latihan Kesadaran Penuh (Pancasila), ataupun mereka yang telah menerima 14 Latihan Kesadaran Penuh (Bodhisattvasila) atau kadang disebut sila ordo Interbeing, pada hari ini bertekad mempersembahkan latihan kepada beliau, untuk meneruskan karir beliau dalam jalan transformasi, meneruskan karir para sesepuh Zen, dan juga karir Buddha.

Berikut ini adalah tekad kami semua, dipersembahkan kepada Thay, Zen Master Thich Nhat Hanh. Kami persembahkan dengan sepenuh hati:

Everytime l touch the leaf, remind me to stop.
Breathing in, breathing out … make me calm and smile to the green, to the earth.
Happy Continuation Day, dear Thay.  You teach me much than l think. Thank you and wish you Healthy & Happy.

Rosmeri Sumiati, Jakarta

Saya bertekad untuk lebih intensif berlatih kesadaran penuh dan mengusahakan komunitas berlatih yang lebih aktif serta solid, sehingga kami dapat tumbuh bersama-sama dan membawa perubahan bagi lingkungan kami, semoga bisa lebih damai, tentram, penuh kasih dan selalu diliputi kebahagiaan.

Elysanty, Jambi

Saya bertekad untuk selalu mengingatkan diri sendiri agar berlatih sadar penuh ketika melakukan aktivitas sehari-hari, seperti ketika bangun tidur, berjalan, makan, di sekolah bersama murid-murid, dan ketika bersama komunitas sekolah. Saya juga akan melanjutkan ‘planting the seeds’ kepada murid-murid dan berlatih bersama komunitas guru di sekolah.

Rumini, Bagan Batu

Saya bertekad dan berusaha dengan daya upaya benar untuk berlatih dengan mengembangkan pengertian dan kesabaran. Saya berkomitmen untuk mengajak lebih banyak orang untuk memahami dan mempraktikkan latihan ini. dan memberikan manfaat.
Happy Continuation day, Thay., beloved teacher. 
wish you always stay in healthy, peace and longlife.
Buddha & Bodhisatva Bless You.

Finny Owen, Medan

Semoga saya dapat belajar lebih sering hening (mengurangi respon yang spontan dalam berkomunikasi ). Saya akan sering mempraktikkan kontemplasi agar mendapatkan kemajuan dalam berlatih mendengar secara mendalam 

Waty, Song Wen Juan, Medan

Saya berharap dapat lebih banyak berlatih dan mengaplikasikan latihan sadar penuh di dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam kehidupan pribadi maupun komunitas sehingga dapat menjadi pribadi yg lebih baik lagi dan dapat membawa kebaikan untuk lingkungan sekitar.

Agnes, Jambi

Saya menyadari saya telah memiliki kondisi yg cukup untuk berbahagia, jangan karena marah dan benci mengharap orang lain celaka.

Padmadevi, Tangerang

Meski t’lah berganti lagi satu masa kehidupan
kini raut wajah pun t’lah berubah
dari masa kehidupan tak berawal yang tak kita ketahui
kita bertemu dan berpisah berulang kali

Di masa kehidupan ini kita berjumpa kembali
cerita indah senantiasa terukir di hati
setiap perjumpaan senantiasa disertai perpisahan
di manapun berada jika ada jodoh pertemuan pun akan terjadi lagi

Lahir, sakit, tua dan mati adalah realita nyata
sebuah lonceng kesadaran bagi kita untuk terjaga bangun
Janji temu dengan kehidupan selalu tersedia di saat ini
tinggal seberapa sering kita bisa menyadarinya.

Rohana, Tangerang

Saya bertekad untuk menjaga ucapan yang benar dan berusaha untuk mengonsumsi informasi yang benar serta berusaha memahami baru dipahami.

Yuyong, Jakarta

Saat retreat adalah saat saya belajar hidup berkesadaran. Di luar retreat, pada kehidupan sehari-hari, itulah saat saya berlatih dan mempraktikkan hidup berkesadaran. Saya bertekat untuk terus berlatih dan mempraktikkannya, karena akan membuat hidup saya menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain.

Susanto, Medan

Saya bertekad untuk membangun kebersamaan,  keharmonisan, lebih rajin untuk mendengar secara mendalam dengan sabar,  dan berlatih untuk berbahasa kasih. 
“selamat Hari berkelanjutan Thay,  semoga Thay dapat lebih lama membimbing dan mendampingi kami semua”.

Ida, Surabaya

Selamat hari lahir thay, semoga Thay senantiasa sehat selalu dan dapat membimbing serta memberikan pencerahan bagi kami semua dimanapun berada… di hari lahir Thay dan saya kebetulan di tanggal yang sama… ajaran dan praktik yang diajarkan Thay sungguh indah dan sering memberikan pencerahan kecil bagi saya.

saya bertekad dan terus mengupayakan agar dapat terus mempraktikkan 14 latihan sadar penuh yang saya terima tanggal 15 mei 2018 sehingga saya pun dapat memberikan kebahagiaan bagi diri saya sendiri, keluarga, sahabat dan semua makhluk.

Suryati Nengsih, Palembang

Selama Saya masih bisa bernapas, masih bisa berjalan, Saya bertekad akan terus berbagi hidup berkesadaran kepada banyak orang.

Samidjah, Tangerang

Saya bertekad untuk menghindari kesombongan diri, senantiasa rendah hati dan terus belajar dan berlatih menjadi manusia yang lebih baik, serta terus berbagi dan berkembang dalam komunitas spiritual yang mendukung.

Henry G. Chandra, Jakarta

Dear Thay,
Some body said life begins at 50. Somebody else said life begins at 40…
Now… I think whatever life begins … I am become old….. become weak…but I know my spirit as younger as previous years ago.
That’s not pessimistic thought, I belief life is a choice… Choose becomes Bodhisatva or becomes beast, those words start with B 😀..
Thay, when I saw your peace picture together with all sangha and kalyanamitta, my wish is you always happy and healthy.
I promise to myself getting older elegantly, and share the benefits of practice to all beings gradually time to time, specially to human being.
Happy continuation Day, Thay..
Big hug from me.

Kshantica, Jakarta

Saya bertekad menjaga dan memperkuat hubungan yang harmonis dengan personal maupun komunitas, tidak menimbulkan perselisihan.
Bertekad belajar setiap saat.

Juniarti Salim, Palembang

Guru Bahagia Mengubah Dunia

Guru Bahagia Mengubah Dunia
Mengundang genta berkesadaran

Mindfulness Class yang diperuntukkan bagi siswa-siswa sekolah Anada sudah berjalan setahun lebih. Tahun ajaran baru saya berinisiatif mengadakan latihan bersama dengan para guru dan staaf administrasi, latihan ini mengambil dari pendekatan Plum Village, mereka menyebutnya Day of Mindfulness (DOM).

Saya juga mengikuti retret mindfulness di Plum Village Hong Kong, berbekal pengalaman tersebut, saya menyiapkan beberapa materi sharing. Walaupun waktu persiapan singkat, namun bahan sudah mencukupi.

Sebuah komunitas adalah ibarat sebuah sungai. Mari kita mengalir seperti sebuah sungai, bukan setetes air. Perubahan kita dapat memperkokoh komunitas. Kebahagiaan ataupun kesedihan kita akan berkontribusi pada kebahagiaan ataupun penderitaan komunitas.

Zen Master Thich Nhat Hanh

Go as a river

Ketika proses pembuatan materi, saya sempat berdiskusi dengan Bhante Nyanabhadra. Beliau sempat berpesan untuk membangun komunitas latihan bersama. Ya, saya mengerti, berlatih bersama akan jauh lebih baik daripada berlatih sendiri. Ketika bersama anak-anak, saya senang karena bisa berlatih bersama mereka sambil mengenalkan mindfulness kepada mereka.

Lalu bagaimana dengan guru-guru? Profesi guru bisa diibaratkan seperti pelari maraton, bukan sprinter. Profesi ini mengharuskan para guru untuk mempertahankan staminanya dari pagi sekolah hingga sore hari sepanjang satu tahun ajaran. Setiap hari (kecuali hari Minggu, tentu saja).

Profesi ini membutuhkan stamina dan energi yang luar biasa karena harus menghadapi puluhan anak murid di kelas, ditambah lagi tuntutan dari orang tua murid, kepala sekolah, yayasan dan dinas pendidikan. Jika tidak terampil menangani emosi, ini akan sangat melelahkan. Tidak heran jika ada beberapa guru menjadi frustasi dan akhirnya berhenti.

Inilah yang menginspirasi saya untuk memulai DOM di sekolah sebulan sekali bagi guru dan staf sekolah. Tujuannya tidak muluk. Saya selalu percaya bahwa guru yang bahagia akan mengubah dunia. Oleh karena itu, guru harus memahami bagaimana mengolah dirinya dengan terampil agar dapat menjadi seorang guru yang bahagia. Berdasarkan pengalaman pribadi, berlatih sadar penuh sangat membantu dan memperkuat diri saya selama setahun ini.

Happy Teachers Will Change The World

Guru yang bahagia akan selalu berusaha menciptakan kelas yang menyenangkan. Guru yang bahagia akan mudah menebarkan kebahagiaan kepada murid-muridnya. Guru yang bahagia bisa mengubah dunia. Oleh karena itu, seorang guru harus bisa menumbuhkan kebahagiaan-kebahagiaan kecil dalam dirinya karena keberadaannya di kelas dapat mengubah sebuah generasi.

Untuk DOM perdana ini saya mengambil materi Mindfulness Training yang keempat, yaitu latihan ucapan cinta kasih dan mendengar mendalam. Mengapa latihan ini? Karena latihan ini sangat penting dan berpengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam profesi guru. Kita selalu mendengar, tapi jarang mendengar secara mendalam. Seringkali sebelum lawan bicara selesai berbicara, kita telah menciptakan asumsi sendiri (yang mungkin saja belum tentu benar). Sering juga kita tidak menyadari kata-kata yang kita gunakan dapat melukai lawan bicara. Untuk itu, pada awal latihan saya menjelaskan tentang latihan ini.

Untuk praktiknya, peserta dibagi menjadi tiga kelompok kecil dan masing-masing kelompok diminta untuk berbagi dan bercerita tentang hal-hal apa yang membuat dirinya bahagia. Pertanyaan yang sederhana tapi banyak memberi pencerahan kecil. Ini beberapa jawaban yang diberi oleh para peserta.


“Hal yang membuat saya bahagia adalah ketika tersenyum bertemu siswa atau mendengar salam dari mereka. Juga ketika mengamati anak-anak kompak berkawan, melihat tanaman tumbuh segar dan sehat, dan saat orang lain bisa bahagia karena keberadaan saya.

Saya merasa bahagia ketika bangun pagi tanpa tergesa-gesa, bisa menerima kekurangan diri sendiri, bisa menikmati pekerjaan, saat murid-murid menyapa, minum teh manis dingin di dapur, juga saat makan sambal andaliman buatan dapur sekolah.”


“Saya bahagia bisa ke sekolah dan menjadi guru.

Salah satu hal yang membuat saya bahagia adalah ketika bisa tidur bersama ibu saya.

Mendengar sesama rekan membagi hal-hal yang membuat mereka bahagia ternyata dapat memberi inspirasi. Ketika kita benar-benar dapat mendengar secara mendalam, benih-benih bahagia juga muncul tanpa kita sadari. Tidak sedikit guru yang meneteskan airmatanya ketika mereka berbagi tentang ini.

Pada akhir sesi ini saya menambahkan bahwa bahagia bukanlah tujuan, tetapi bahagia adalah cara kita menikmati hidup. Dapat bersyukur atas banyak hal kecil dan sederhana dalam keseharian kita akan menumbuhkan benih-benih bahagia. Hal itu hanya dapat dilatih ketika kita benar-benar menyadari setiap momen.

Empati dan Galeri

Setelah makan siang dan relaksasi total, saya melanjutkan sesi berikut dengan memberi pertanyaan-pertanyaan yang bisa bebas dipilih oleh para guru. Pertanyaan sederhana tapi lebih bersifat kontemplasi diri. Jawaban yang ditulis harus ditanyakan pada hati kecil terlebih dahulu sebelum dituliskan, seperti ‘Apa yang mengobati kamu ketika merasa lelah?’, ‘Kondisi apa yang paling membuat kamu takut?’, ‘Apa yang menjaga kewarasanmu?’, ‘Apa hubungan benda dengan kebahagiaanmu?’, ‘Apa yang kamu takuti dari rutinitas?’ dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Sepuluh pertanyaan dan jawaban yang mereka tulis pajang seperti galeri lalu saya meminta semua peserta untuk membaca satu-persatu dengan tenang lalu mereka memberi komentar pada jawaban yang menurut mereka yang bisa menginsipirasi, atau menuliskan catatan kecil tanda dukungan pada jawaban yang diberikan.

Pertanyaan yang dipilih dan jawaban yang diberi, jika dibaca secara mendalam dapat membuat kita mengenal si penulis lebih mendalam. Banyak pertanyaan-pertanyaan tersebut belum pernah mereka temukan dan tanyakan kepada diri sendiri sebelumnya. Sesi ini membuat masing-masing peserta menjadi lebih mengenal diri sendiri dan rekan mereka.

Apa kata mereka?

Pada sesi terakhir, para peserta memberi kesan dan pesan atas apa yang telah mereka alami hari itu. Beberapa guru ada yang terkesan pada saat makan siang berkesadaran. Sebagai guru, seringkali waktu makan siang diisi dengan makan terburu-buru. Makan dengan hening dan tanpa tergesa-gesa adalah pengalaman yang menyegarkan bagi mereka.

Ada juga yang menyukai saat relaksasi total dan menikmatinya secara maksimal. Apa pun yang mereka dapatkan hari itu, saya senang mereka semua memberi tanggapan positif dan berharap ini dapat dilakukan secara berkesinambungan.

Satu hari Sabtu itu menjadi hari me-recharge diri, dan yang paling penting, semua menikmatinya dengan relaks. Semoga ini memberi inspirasi bagi para guru dan staf untuk mau berlatih diri terus, menutrisi komunitas di sekolah, dan dapat menjadi guru yang bahagia bagi murid-muridnya.

If we are not happy, if we are not peaceful, we cannot share peace and happiness with others, even those we love, those who live under the same roof. If we are peaceful, if we are happy, we can smile and blossom like a flower, and everyone in our family, our entire society, will benefit from our peace.” 

Zen Master Thich Nhat Hanh
RUMINI LIM, guru sekolah Ananda Bagan Batu, pengajar mindfulness class dan volunteer retret mindfulness

Merenungkan Proses Kehidupan Sehari-hari

Merenungkan Proses Kehidupan Sehari-hari
Meditasi jalan di pagi hari

Saya mengikuti retret di Amitayus dari tanggal 29 sampai dengan 30 September 2018. Retret 2 hari ini sangat menyentuh hati. Saya merasa seperti kembali ke rumah diri sendiri. Anggota sangha monastik dan komunitas memberikan kondisi damai, hal ini membuat saya bisa memaknai kehidupan saat ini.

Sehari-hari, saya tidak punya waktu untuk menenangkan diri, namun selama retret saya merenungkan semua proses kehidupan yang penuh dengan suka dan duka, baik dan buruk, benar dan salah. Ternyata banyak terjadi penyimpangan yang telah saya lakukan, apakah itu secara sadar atau pun tidak sadar.

Retret ini menyadarkan saya betapa pentingnya untuk stop (berhenti) dari penyimpangan itu. Lewat kondisi berhenti inilah saya bisa merenung dengan mendalam sehingga saya kembali disadarkan untuk mengubah diri menjadi lebih baik.

Selain mendapatkan pencerahan kecil, saya juga mengenal teman-teman baru, suatu hal yang menarik mengobservasi bagaimana sikap dan tingkah laku yang unik dari setiap orang. Ini membuat saya lebih mengerti tentang perbedaan agar bisa menerimanya.

Hal yang menarik bagi saya adalah ketika sesi makan. Kami mengambil makanan dengan cara yang teratur, antri, dan hening. Setelah itu duduk untuk menunggu semuanya duduk, mendengarkan genta berkesadaran lalu mendengarkan perenungan. Hal ini melatih kesabaran saya. Hal seperti ini tampaknya bagus diterapkan di rumah, menyadari aktivitas sehari-hari.

Saya menyadari bahwa prilaku saya menjadi lebih baik saat retret, terutama ketika membaca dan mendengar dengan penuh kesadaran. Topik pembahasan mencakup keluarga, anak, dan leluhur. Tentu saja bagaimana menuju pada keharmonisan melalui komunikasi, saling memberi perhatian, kemudian juga menciptakan kedamaian antara pasangan suami istri.

Meditasi kerja juga menarik. Kami berbagi tugas untuk bersih-bersih, menyapu, menyuci, semua tugas ini serasa sangat nyaman, kerjaan menjadi mudah dan cepat terlesesaikan. Menjaga kebersihan juga merupakan cara kami untuk menjaga kesehatan bersama.

Retret selama 2 hari tampaknya kurang lama. Walaupun hanya 2 hari namun memberikan dampak besar agar saya bersemangat untuk berubah menjadi lebih baik. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada anggota sangha monastik, semua panitia, serta teman-teman yang bersama-sama dalam retret itu.

Ini adalah karma baik bagi saya sehingga bisa berkumpul dengan komunitas latihan hidup berkesadaran. Semoga semua makhluk hidup berbahagia. Sadhu, sadhu, sadhu.

Andi, peserta retret dari Cimone, Tangerang