Berjalan dalam Kebebasan

Begawan Buddha, di masa lalu aku memiliki kebiasaan berjalan1 seolah-olah ada yang mengejarku. Aku ingin segera tiba dan tidak memiliki stabilitas dan kebebasan batin saat berjalan. Melalui meditasi jalan, aku telah banyak berubah. Namun, latihan meditasi jalanku masih belum kokoh dan tidak semua langkahku dilakukan dengan perhatian penuh.

Aku melihat banyak orang di sekitarku yang tidak memiliki kapasitas untuk hidup dengan gembira dan nyaman pada saat ini karena mereka belum memiliki kesempatan untuk berlatih meditasi jalan. Buddha, Engkau telah memberitahu kami bahwa hidup hanya tersedia pada saat ini. Aku ingin setiap langkahku mengandung energi yang solid dan kebebasan, yang membawaku kembali ke saat ini.

Aku bertekad dalam setiap langkahku akan membantuku untuk terkoneksi secara mendalam dengan kehidupan dan keajaiban hidup. Aku sadar bahwa saat ini aku masih hidup; aku masih memiliki dua kaki yang sehat, dan dapat berjalan sebagai orang yang bebas di planet Bumi ini adalah keajaiban sejati.2

Buddha yang terkasih, di masa lalu Engkau berjalan dalam kebebasan, membabarkan ajaran tentang cinta kasih dan pengertian. Ke mana pun Engkau pergi, Engkau meninggalkan jejak langkah kaki kedamaian, kegembiraan, dan kebebasan. Di mana pun Engkau berjalan menjadi tempat suci. Buddha, aku juga ingin menggunakan kedua kaki-Mu untuk mengayunkan langkah penuh kedamaian dan kebahagiaan di lima benua.

Saat ini Sanggha Buddha hadir hampir di setiap negara, tidak hanya di Asia tetapi juga di Eropa, Afrika, Amerika Utara dan Selatan, Australia, dan Oseania. Kami hadir di mana-mana dan kami bertekad untuk berlatih meditasi jalan setiap hari sehingga seluruh planet ini menjadi tempat suci.

Buddha, di masa lalu Engkau menerima Bumi ini sebagai tanah BuddhaMu. Aku ingin melanjutkan karirMu, membawakan ajaran dan praktik hidup kesadaran penuh, cinta kasih, dan pengertian dan menyebarkannya kepada teman-teman di semua benua. Buddha, aku berjanji padaMu bahwa bersama-sama sebagai Sanggha (komunitas) kami akan berlatih berjalan dengan sadar penuh ke mana pun kami pergi untuk mengungkapkan cinta kasih, rasa hormat, dan perhatian kami kepada Bumi yang berharga ini.

Aku tahu bahwa ketika aku melangkah dengan sadar penuh, damai, dan gembira, Tanah Suci segera terwujud; Kerajaan Allah menjadi nyata. Semua keajaiban kehidupan tersedia pada saat ini, termasuk daun yang mulai tumbuh, kerikil, sungai, tupai, suara burung, angin sepoi-sepoi, bulan, dan gemerlap bintang di langit malam. Namun, karena aku sering didorong dan ditarik ke berbagai arah saat berjalan, aku tidak selalu dapat menyentuh hal-hal ajaib dalam kehidupan ini.

Melihat lebih dalam, aku melihat bahwa tidak ada fenomena yang tidak indah: setetes embun, sehelai rumput, sinar matahari, awan, atau kilatan petir. Di masa lalu aku telah berkeliaran seperti seseorang yang tidak memiliki tujuan hidup. Aku telah kehilangan momen saat ini dalam pencarianku akan kebahagiaan ilusi di masa depan.

Sekarang, berkat ajaranMu tentang berdiam dengan bahagia di saat ini (drsta dharma sukha viharin), aku mulai sadar. Benapas dan berjalan dengan sadar penuh membawaku kembali ke masa kini, dan pada saat ini aku dapat menikmati Tanah Suci Buddha, di sini dan saat ini. Aku berjanji bahwa mulai sekarang aku akan berlatih sehingga setiap langkah yang aku ambil akan membawaku kembali ke saat ini, ke kehidupan, dan ke rumahku yang sejati.

Aku bertekad bahwa, setiap kali aku melangkah, aku akan menyadari napasku dan koneksi yang indah antara telapak kakiku dan permukaan bumi. Aku tidak akan berbicara saat aku berjalan. Jika aku perlu mengatakan sesuatu, aku harus berhenti, mencurahkan segenap hatiku pada apa yang aku katakan atau mendengarkan orang lain berbicara. Setelah aku selesai berbicara atau mendengarkan, aku akan melanjutkan perjalananku kembali dengan penuh kesadaran.

Jika orang yang berjalan denganku belum mengetahui praktik ini, aku akan berdiri dan menjelaskan padanya. Saat aku berjalan, aku akan mampu mengerahkan segenap hatiku ke dalam setiap langkah dan menumbuhkan kebahagiaan Dharma yang akan menyegarkan dan menyembuhkan tubuh dan pikiranku.

Warisan Sejati Kita3

Semesta dipenuhi dengan permata yang berharga.
Aku ingin mempersembahkan beberapa permata itu kepadamu pagi ini.
Setiap momen kehidupanmu adalah permata, bersinar terang dan mengandung bumi dan langit, air, dan awan.
Kamu cukup bernapas dengan lembut agar keajaiban dapat dirasakan.
Seketika itu kamu akan mendengar suara kicauan burung,
pohon pinus bernyanyi;
kamu melihat bunga bermekaran,
langit biru,
awan putih,
senyum dan penampakan menakjubkan dari orang yang kamu cintai.
Kamu adalah orang terkaya di dunia ini,
yang telah berkeliling untuk mencari nafkah kehidupan,
berhentilah menjadi orang yang miskin dan melarat.
Pulanglah dan ambil harta warisan sejatimu.
Kita harus menikmati kebahagiaan
dan memberikannya kepada semua orang.
Hargailah momen ini.
Lepaskanlah arus penderitaan
dan rangkullah hidup sepenuhnya dalam pelukanmu.

Buddha, aku berjanji akan menata kehidupan sehari-hariku sehingga kapan pun aku perlu pergi ke suatu tempat dengan berjalan kaki, aku akan berjalan dengan penuh perhatian, berapa pun jarak yang harus kutempuh apakah dekat maupun jauh. Aku akan berjalan dengan penuh perhatian setiap kali berjalan dari kamar tidur ke kamar mandi, dari dapur ke toilet, dari lantai dasar ke lantai atas, dari pintu ke tempat parkir. Di hutan, di tepi sungai, di bandara, atau di pasar, di mana pun aku berada, aku akan berlatih meditasi jalan.

Aku bertekad untuk menciptakan dan memancarkan energi ketenangan, kebebasan, stabilitas, kedamaian, dan kegembiraan kemana pun aku pergi. Buddha, aku tahu aku hanya perlu berjalan dengan penuh perhatian dan konsentrasi sehingga aku bisa menyatu dengan SangghaMu yang sebenarnya.

Buddha yang terkasih, Raja Prasenajit pernah berkata bahwa setiap kali dia melihat Sanggha Buddha berpergian ke suatu tempat dengan kesadaran penuh, dengan soliditas dan kebebasan, dia memiliki keyakinan yang semakin besar kepada Buddha. Aku bertekad untuk melakukannya seperti Sanggha Buddha yang sesungguhnya lakukan, sehingga siapa pun yang kebetulan melihat aku berjalan akan merasakan rasa hormat dan yakin pada jalur pengertian dan cinta kasih.

Menyentuh Bumi

Buddha, aku akan menyentuh bumi untuk merasakan energi-Mu, energi Bodhisattwa Dharanimdhara, Pemilik Bumi, dan Bodhisattwa Kshitigarbha, Penjaga Bumi. [Genta]

  1. Untuk praktisi yang menggunakan kursi roda, Anda dapat menyesuaikan kata-kata dalam teks ini untuk merujuk pada “bergerak dengan sadar penuh” daripada “berjalan”. Anda boleh menggunakan kreatifitas agar latihan ini dapat dilakukan dan sesuai dengan situasi Anda.
  2. Kata-kata ini, “Keajaiban berjalan di bumi,” diambil dari Catatan Guru Linji, guru leluhur dari abad kesembilan di Tiongkok.
  3. “Our True Heritage” oleh Thich Nhat Hanh dapat ditemukan di Call Me by My True Names (Berkeley, CA: Parallax Press, 2000).