Melanjutkan Jalur Transformasi Thay

Melanjutkan Jalur Transformasi Thay
Sesi Be-In @PlumVillageThailand, 12 Oktober 2019

Selamat Hari Ulang Tahun, demikianlah ucapan pada umumnya. Di Plum Village, kami mengucaptkan Selamat Hari Berkelanjutan (Happy Continuation Day). Segala sesuatu muncul karena ada kondisinya, dan kelahiran Anda bukanlah yang pertama kali, namun itu adalah kelanjutan dari kelahiran sebelumnya.

Hari Berkelanjutan juga memiliki makna kelanjutan dari guru spiritual. Para murid merupakan kelanjutan dari guru spiritualnya, ada murid monastik dan awam, melanjutkan jalur transformasi Buddha, para bodhisatwa mahasatwa, guru spiritual dan guru kami terkasih, Thay.

Hari Berkelanjutan Thay jatuh pada tanggal 11 Oktober 2019, Plum Village Thailand memberikan kesempatan kepada banyak orang untuk hadir ikut berlatih meditasi dan bersama-sama merayakannya dengan penuh khidmat. Acara perayaannya pada tanggal 12 Oktober 2019, hadir sekitar 220 orang dari berbagai negara, terutama dari Vietnam dan Thailand lebih banyak.

Ada acara Be-In (duduk melingkar untuk berbagi, mempersembahkan lagu, membacakan puisi dan sebagainya). Ada beberapa monastik senior berbagi memori indah bersama Thay.

Hari itu juga ada pemutaran film singkat tentang kehidupan Thay, kemudian Talk Show dalam bentuk bincang-bincang ringan tentang Thay dari sudut pandang monastik.

Bagian publikasi juga mengumumkan majalah Plum Village Thailand yang juga sekaligus merayakan 10 tahun berdirinya Plum Village Thailand.

Perayaan ditutup dengan sesi tanya jawab dari Sister Đoan Nghiêm tentang dasar-dasar praktik kewawasan yang diajarkan oleh Thay, kemudian bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Malam hari ada sesi meditasi duduk dan pelepasan lentera doa untuk kesehatan Thay juga perdamaian dunia.

Pelampung Penyelamat

Pelampung Penyelamat

“ Saya percaya bahwa guru yang bahagia akan mengubah dunia. Jika seorang guru memiliki banyak kebahagiaan dan banyak cinta dalam dirinya, dia pasti bisa membuat murid-muridnya bahagia.”

Thich Nhat Hanh

DOM di Sekolah Ananda Bagan Batu, Verawaty Manik, kedua dari kiri.

Happy teachers will change the world. Kalimat tersebutlah yang menjadi alasan diselenggarakannya retret mindfulness untuk pendidik. Retret seperti ini memberikan bekal kebahagiaan kepada guru. Bekal itu juga menjadi hadiah bagi anak-anak di kelas. Saya yakin guru yang bisa memiliki kebahagiaan autentik bisa melahirkan generasi penerus bangsa yang baik dan berakhlak mulia.

Akhir Juni 2019, sebelum tahun ajaran lama berakhir, kami diberitahukan bahwa akan diadakan retret bagi guru-guru. Retret tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 15-17 Juli 2019 dan dipandu langsung oleh Bhante Nyanabhadra.

Bagi saya, ini adalah retret kedua. Saya adalah seorang Katolik yang sebelumnya pernah mengikuti retret ala agama yang saya anut dan terdapat beberapa kesamaan dari kegiatan yang diselenggarakan dalam retret tersebut, seperti sharing.

Solusi Tepat

Mindfulness adalah hal baru yang saya peroleh ketika mengikuti kegiatan DOM (Day of Mindfulness) yang diselenggarakan di sekolah Ananda setiap bulan. Hasil dari kegiatan tersebut memiliki manfaat yang cukup saya rasakan dalam kehidupan saya.

Misalnya, saya sudah mampu berdamai dengan rasa panik dan khawatir yang berlebihan. Banyak hal dalam hidup ini yang berpontensi memicu munculnya banyak masalah, dan efek yang ditimbulkan di antaranya adalah rasa cemas, gelisah, stres, bahkan bisa mengakibatkan depresi dan gangguan kejiwaan.

Pola berpikir yang salah, perbedaan sudut pandang dan berpikiran berlebihan (over thinking) cenderung menimbulkan rasa cemas dan gelisah dalam diri. Ketika perasaan tersebut sudah menghampiri seseorang maka apa pun yang kita lakukan sering hasilnya tidak cukup baik. 

Mindfulness adalah salah satu solusi yang tepat untuk menghindari perasaan kompleks tersebut. Mindfulness atau kesadaran diri akan momen kekinian persis di depan mata. Kekuatan ini layaknya pelampung, yang dapat menolong agar tidak terhanyut akibat derasnya arus pikiran.

Menyanyi adalah Ibadah

Kegiatan yang dilakukan selama retret sama seperti yang dilakukan dalam DOM, jadi sudah cukup terbiasa untuk berlatih, hanya saja durasi waktu dalam retret lebih lama.

Retret kali ini saya merasa sangat beruntung sekali karena kehadiran Bhante, ternyata beliau adalah sosok yang sangat menarik. Awal melihat wajahnya sepertinya “jutek” dan “jaim”, kayak biksu “kolot”, tetapi ternyata beliau begitu murah senyum dan kocak juga.

Kemampuan beliau memainkan gitar mencairkan suasana. Bernyanyi bersama sebelum mengawali kegiatan juga merupakan hal yang menarik. Hal itu tentu menjadi pengingat bagi saya bahwa dia adalah Bhante yang mahir main gitar.

Menyanyi dalam ibadah di agama yang saya anut adalah hal yang sangat mulia sekali dilakukan sebelum beribadah dimulai, dan nilainya 10 kali lipat daripada doa. Hal menarik lain dari Bhante adalah mungkin karena beliau sudah begitu lama tinggal di Benua Eropa, saya merasa beliau sangat modern sekali.

Saya merasa cara berbicara, bahasa yang dipergunakan, dan cara penyampainnya pun mengalir dan tidak kaku. Sepanjang kegiatan, saya merasa sudah terjalin komunikasi yang hangat dan bahagia bagi semua peserta retret.

Berlatih Mendengarkan

Retret dan DOM adalah kegiatan yang dilakukan untuk melatih diri agar mampu menjadi lebih baik lagi. Hal menarik yang saya rasakan selama retret adalah pada saat Tea Meditation. Kami berkumpul bersama menikmati teh, dan setelah itu kita bisa saling sharing dan bercerita.

Sharing juga merupakan hal yang sangat menarik selama retret, menarik bagi saya karena saya bisa mendengarkan apa saja yang diceritakan oleh kawan- kawan. Walaupun sebenarnya saya tidak suka sharing tapi saya sangat suka mendengarkan orang-orang yang mau bercerita atau curhat.

Sesi pada saat berkumpul, saling bercerita tentang kelebihan teman juga merupakan hal yang sangat menarik. Kami hanya mendengarkan teman berbicara tentang kelebihan kita, tanpa harus menanggapi sedikit pun. Pada kehidupan nyata kita justru sebaliknya, terlalu sering bercerita kekurangan orang lain.

Dari kegiatan ini saya mengetahui bahwa ternyata saya memiliki banyak kelebihan yang tidak saya sadari selama ini, bahwa hal tersebut merupakan kelebihan saya. Tentunya setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kebaikan.

Rasa Syukur

Demikianlah hal yang dapat saya sampaikan mengenai hal yang paling menarik bagi saya selama mengikuti kegiatan retret yang diadakan oleh sekolah Anada, tempat saya mengajar.

Terima kasih saya ucapkan dengan penuh rasa syukur atas kesempatan baik yang telah saya lalui bersama dengan teman-teman semua. Semoga kita dapat menerapkan pola hidup mindful dalam kehidupan kita sehari- hari.

Verawaty Manik, guru sekolah Ananda, Bagan Batu – Riau.

Seremoni Transmisi 5 Latihan Sadar Penuh

Seremoni Transmisi 5 Latihan Sadar Penuh

Seremoni Tranmisi
5 Latihan Sadar Penuh
Versi 28 Desember 2017

  1. Meditasi Duduk
  2. Persembahan Dupa
  3. (GENTA 3x)

    Harumnya dupa telah mengundang bodhicitta hadir
    Bersamaku, bersamaku sesungguhnya di sini, sesungguhnya di sini
    Harumnya dupa ini melindungi dan menjaga batin
    Oh… harumnya dupa ini menyatukan kita semua
    Dalam pelaksanaan sila samadhi prajna
    Kami datang persembahkan semua
    Namo bodhisattvebhyah
    Namo mahasattvebhyah
    (GENTA)

  4. Menyentuh Bumi
  5. Gatha Pembukaan

    Yang bersujud dan objek sujud pada hakikatnya sunyata.
    Oleh sebab itu komunikasi, terjalin sempurna apa adanya.
    Pusat latihan kami adalah jaring Indra
    memantulkan semua Buddha di setiap sudut.
    Diriku berdiri di hadapan setiap Buddha,
    Aku berlindung kepadaMu.
    (GENTA)

     

    Bersujud

    BERSUJUD (menyentuh bumi setiap kali bunyi Genta)

    Pemimpin:
    Mempersembahkan cahaya di Sepuluh Penjuru

    Bersama-sama:
    Buddha, Dharma, dan Sanggha,
    kami bersujud padamu.
    (GENTA)


    Pemimpin: 
    Mengajar dan hidup melalui kesadaran-penuh
    di tengah-tengah penderitaan dan kebingungan,

    Bersama-sama:
    Buddha Sakyamuni,
    Dia yang telah sadar sepenuhnya,
    kami bersujud padamu.
    (GENTA)


    Pemimpin:
    Memotong tembus ketidaktahuan,
    menyadarkan hati dan pikiran kami,

    Bersama-sama:
    Manjusri, Bodhisattwa Pengertian Agung,
    kami bersujud padamu.
    (GENTA)


    Pemimpin:
    Bekerja dengan penuh kesadaran, penuh suka cita
    untuk kepentingan semua makhluk hidup,

    Bersama-sama:
    Samantabhadra, Bodhisattwa Tindak Agung,
    kami bersujud padamu.
    (GENTA)


    Pemimpin:
    Mendengar secara mendalam,
    melayani makhluk dalam cara tanpa batas,

    Bersama-sama:
    Awalokiteswara, Bodhisattwa Welas Asih Agung,
    kami bersujud padamu.
    (GENTA)


    Pemimpin:
    Tiada ketakutan dan tekun mengarungi
    alam-alam penderitaan dan kegelapan

    Bersama-sama:
    Ksitigarbha, Bodhisattwa Aspirasi Agung,
    kami bersujud padamu.
    (GENTA)


    Pemimpin:
    Ibunda semua Buddha, bodhisattwa dan semua makhluk
    Menopang dan menyembuhkan semuanya

    Bersama-sama:
    Bodhisattwa Ibu Pertiwi, Ibunda bumi
    Permata indah jagad raya
    Kami bersujud padamu
    (GENTA)


    Pemimpin:
    Memancarkan cahaya di semua penjuru
    Sumber kehidupan di dunia ini

    Bersama-sama:
    Mahavairocana Tathagatha,
    Ayahnda matahari
    Buddha cahaya dan hidup tanpa batas
    Kami bersujud padamu
    (GENTA)


    Pemimpin:
    Benih kesadaran dan cinta kasih
    dalam anak-anak dan semua makhluk,

    Bersama-sama:
    Maitreya, Buddha yang akan datang,
    kami bersujud padamu.
    (GENTA)


    Pemimpin:
    Menunjukkan jalan tanpa rasa takut,
    dan penuh welas asih

    Bersama-sama:
    seluruh guru silsilah leluhur spiritual,
    kami bersujud padamu.
    (GENTA 2x)


  6. Gatha Pembukaan Sutra
  7. (GENTA 3x)

    Namo Sanghyang Adi Buddhaya (3x)
    Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa (3x)
    Namo Sarve Bodhisattvaya Mahasattvaya (3x)
    (GENTA)

    Dharma begitu dalam dan indah,
    Kini kami telah berkesempatan
    melihat, mempelajari, dan mempraktikkannya.
    Kami bertekad merealisasikan makna sejatinya.
    (GENTA)

  8. Kearifan Menuju Pantai Seberang (Sutra Hati)
  9. Sutra Hati:
    Kearifan Menuju ke Pantai Seberang

    Kala Bodhisattwa Awalokiteshwara
    merenungkan secara mendalam tentang
    Kearifan menuju ke pantai seberang
    seketika itu menyadari pancaskandha juga kosong adanya
    berkat penyadaran ini,
    Ia berhasil mengatasi duka

    Dengarlah, Sariputra
    wujud adalah kekosongan,
    dan kekosongan adalah wujud.
    Wujud tiada beda dengan kekosongan
    Kekosongan tiada beda dengan wujud
    Demikian pula dengan perasaan, persepsi, bentuk-bentuk pikiran, dan kesadaran
    (GENTA)

    Dengarlah, Sariputra,
    Semua dharma bercirikan kekosongan
    hakikat sejatinya adalah
    tidak lahir juga tidak mati
    tidak ada juga tidak tak ada
    tidak kotor juga tidak murni
    Tidak berkurang juga tidak bertambah.

    Oleh sebab itu dalam kekosongan,
    badan jasmani, perasaan, persepsi
    bentuk-bentuk pikiran, dan kesadaran;
    semua itu bukanlah entitas tunggal terpisah

    Delapan belas ranah fenomena
    yang terdiri dari enam organ indra,
    enam objek indra, dan enam kesadaran
    juga bukanlah entitas tunggal terpisah

    kemunculan dan hilang lenyapnya
    Dua belas mata rantai interdependen
    juga bukanlah entitas tunggal terpisah

    duka, sebab duka,
    akhir duka, dan jalan mengakhiri duka,
    kebijaksanaan dan pencapaian
    juga bukanlah entitas tunggal terpisah
    (GENTA)

    Siapa pun yang mampu melihat semua ini
    dia sudah tidak perlu lagi mencapai apa pun

    Para bodhisattwa yang mempraktikkan
    Kearifan menuju ke pantai seberang,
    tidak menemukan rintangan lagi dalam pikiran mereka
    karena sudah tiada rintangan pikiran
    mereka mengatasi ketakutan
    membebaskan diri dari persepsi keliru
    merealisasi nirwana tertinggi

    Semua Buddha masa lalu, masa kini, dan masa depan
    berkat Kearifan menuju ke pantai seberang ini,
    mereka mencapai pencerahan otentik dan sempurna
    (GENTA)

    Oleh karena itu, Sariputra
    perlu diketahui bahwa
    Kearifan menuju ke pantai seberang
    merupakan mantra teragung,
    mantra sakti mandraguna,
    mantra tertinggi
    mantra yang tiada taranya
    kearifan sejati yang memiliki kekuatan
    melenyapkan semua jenis duka
    Oleh karena itu marilah kita mendaraskan
    mantra Kearifan menuju ke pantai seberang

    Gate gate paragate paramsagate bodhi swaha
    Gate gate paragate paramsagate bodhi swaha (GENTA)
    Gate gate paragate paramsagate bodhi swaha (GENTA 2X)

  10. Permohonan Formal
  11. Perwakilan aspiran:
    Jika ada di antara Anda yang belum sempat mengisi formulir permohonan untuk menerima 5 Latihan Sadar Penuh, lalu ingin menerimanya pada hari ini, Anda boleh berdiri dan menyebutkan nama dengan jelas, kemudian bergabung di tengah bersama aspiran lainnya.

    Perwakilan aspiran: (membacakan sambil beranjali)
    Namo Shakyamunaye Buddhaya.
    Guru yang terhormat, sangha yang mulia, mohon dengarkan kami denga penuh welas asih. Kami ingin menyampaikan permohonan formal.

    Master Genta: Mengundang genta 1 kali
    (Mendengar genta, perwakilan aspiran dan semua aspiran menyentuh bumi)

    Perwakilan aspiran: (membacakan permohonan atas nama semua aspiran)
    Namo Shakyamunaye Buddhaya
    Guru terkasih, sangha terkasih, kami menyadari keberuntungan ini. Kami telah menerima banyak berkah dari para leluhur dan bersyukur atas berkah itu kami telah bertemu dengan latihan sadar penuh. Latihan ini telah membantu kami berlatih berhenti dan hidup lebih mendalam pada momen kekinian, agar kami menjadi lebih kuat, bertransformasi, dan menyembuhkan diri serta menghadirkan sukacita bagi diri sendiri dan orang lain. Kami tahu bahwa 5 Latihan Sadar Penuh merupakan pernyataan indah dan lengkap atas perjalanan transformasi ini. Hari ini, dengan sepenuh hati, kami ingin menerima 5 Latihan ini dari para guru spiritual dan juga dari Anda, yang mulia sangha. Kami mengerti dengan jelas bahwa jika kami akan ditemani oleh para bodhisattwa, setiap momen akan menjadi momen kebahagiaan. Kami dengan sepenuh hati memohon guru leluhur spiritual dan sangha mulia untuk menerima permohonan ini, trasmisikan latihan ini kepada kami.

    Master Transmisi:
    Kami berkenan menerima permohonan Anda. Ketahuilah bahwa Anda sangatah beruntung karena telah bertemu dengan latihan yang luar biasa ini lalu Anda berkomitmen untuk melaksanakannya. Tugas paling mulia yang bisa engkau lakukan adalah membangun komunitas yang nanti bisa menjadi tempat berindung bagi banyak orang. Ini juga yang dilakukan oleh Buddha sepanjang hayatnya. Menyusuri atihan ini berarti Anda melanjutkan karir dari Buddha. Para Buddha dan bodhisattwa akan mendukung sepanjang jalanmu.

    Perwakilan Aspiran: (menyatakan terima kasih)
    Terima kasih para guru dan sangha mulia telah mengabulkan permohonan kami. Kami akan melaksanakan nasihat-nasihat itu dengan sepenuh hati.
    (setiap kali mendengar genta, para aspiran menyentuh bumi 2 kali. Perwakilan aspiran kembali ke tempatnya.)

  12. Prosedur Sanghakarman
  13. Master Sanghakarman: Apakah seluruh komunitas telah berkumpul?

    Sanggha Pelaksana: Seluruh komunitas telah berkumpul

    Master Sanghakarman: Apakah semunya hidup harmonis?

    Sanggha Pelaksana: Iya, hidup harmonis

    Master Sanghakarman: Mengapa komunitas berkumpul pada hari ini?

    Sanggha Pelaksana: Hari ini komunitas berkumpul untuk mewujudkan sanghakarman transmisi Lima Latihan

    Master Sanghakarman: Komunitas mulia, hari ini [tanggal] telah dipilih sebagai hari untuk mentransmisikan Lima Latihan Sadar Penuh. Komunitas berkumpul pada waktu yang telah disepakati bersama dan sekarang siap mentransmisikan Lima Latihan dalam atmosfir harmonis, oleh karena itu transmisi bisa dilaksanakan, apakah pernyataan ini jelas dan lengkap?

    Semua orang: Jelas dan lengkap. (GENTA)

  14. Kata Pengantar
  15. Hari ini komunitas berkumpul untuk memberikan dukungan spiritual kepada kakak dan adik dalam Dharma untuk mengambil Lima Latihan. Mohon seluruh komunitas untuk menikmati napas dan pada saat bersamaan tetap terjaga dalam penuh perhatian ketika mendengarkan suara lonceng. Suara lonceng merupakan suara Buddha yang memanggil kita kembali pada diri kita yang sesungguhnya.

  16. Menyentuh Bumi Dengan Penuh Rasa Syukur
  17. Kakak dan adik yang menerima Lima latihan mohon maju de depan dengan bersikap anjali dan berdiri di hadapan Tiga permata. Apabila ada orang yang ingin menerima Lima Latihan ini dan namanya tidak disebutkan, Anda boleh menyebutkan nama sendiri kemudian maju ke depan di hadapan Tiga Permata. Para sahabat, setelah mendengar lonceng setiap selesai pembacaan syair, mohon menyentuh bumi.

    Dengan penuh rasa syukur kepada orang tua kami yang telah menghadirkan kehidupan, kami menyentuh bumi di hadapan Tiga Permata di sepeluh penjuru. [GENTA]

    Dengan penuh rasa syukur kepada guru yang telah menunjukkan jalan dan bagaimana mencintai, mengerti dan hidup di momen kekinian, kami menyentuh bumi di hadapan Tiga Permata di sepeluh penjuru. [GENTA]

    Dengan penuh rasa syukur kepada para sahabat yang telah membimbing kami dalam sepanjang jalan dan mendukung ketika dalam situasi sulit, kami menyentuh bumi di hadapan Tiga Permata di sepeluh penjuru. [GENTA]

    Dengan penuh rasa syukur semua spesies binatang, tumbuhan, mineral yang telah mendukung hidup kami dan menjadikan dunia ini begitu indah, kami menyentuh bumi di hadapan Tiga Permata di sepeluh penjuru. [GENTA]

  18. Transmisi 5 Latihan Sadar Penuh
  19. Saudara-saudari, sekarang saatnya mentransmisikan Lima Latihan. Latihan ini punya kapasitas untuk melindungi kehidpan dan menjadi kehidupan menjadi indah. Lima Latihan mendukung kita ke arah damai, ceria, pembebasan, dan pencerahan. Latihan ini merupakan fondasi bagi kebahagiaan individu, kebahagiaan keluarga dan masyarakat. Apabila kita berlatih sesuai dengan Lima Latihan ini, kita sudah berada dalam jalan Bodhisattwa. Lima Latihan melindungi kita agar tidak berbuat kesalahan dan menciptakan penderitaan, ketakutan, dan keputusasaan. Berlatih dalam Lima Latihan ini membantu kita agar mampu membantu kedamaian dan kebahagiaan diri sendiri dan keluar, menghadirkan sukacita dan kedamaian bagi masyarakat. Sekarang saya akan membacakan Lima Latihan. Mohon dengarkan baik-baik dengan pikiran tenang dan jernih. Jawab “Iya, saya siap melaksanakannya” setiap kali anda merasa punya kapasitas untuk menerima, belajar, dan berlatih latihan yang dibacakan.

    Saudara-saudari, Anda siap?

    Aspiran: Iya, saya siap.


    Latihan Pertama: Menjunjung Tinggi Kehidupan
    Sadar akan penderitaan yang disebabkan oleh penghancuran kehidupan, aku bersedia memupuk pengertian mendalam atas keadaan saling bergantungan dan belas kasih serta mencari cara untuk melindungi kehidupan manusia, binatang, tumbuhan, dan bumi ini. Aku bertekad untuk tidak membunuh, tidak membiarkan pihak lain membunuh, dan tidak mendukung segala jenis tindakan pembunuhan di dunia ini, baik melalui pikiran maupun cara hidupku. Aku mengerti bahwa tindakan merusak timbul dari kemarahan, ketakutan, keserakahan, dan intoleransi yang berakar dari pemikiran diskriminatif dan dualistik, aku akan menumbuhkan sifat keterbukaan, non diskriminasi dan non kemelekatan terhadap pandangan demi mentransformasikan kekerasan, fanatisme, dan dogmatisme dalam diriku dan di dunia ini.

    Ini adalah Latihan pertama. Apakah Anda berkomitmen menerima, mempelajari, dan mempraktikkanya?

    Aspiran: Iya, saya siap [GENTA]
    [aspiran menyentuh bumi satu kali]


    Latihan Kedua: Kebahagiaan Sesungguhnya
    Sadar akan penderitaan yang disebabkan oleh eksploitasi, ketidakadilan sosial, pencurian, dan penindasan, aku bersedia berlatih hidup dalam kedermawanan dalam pikiran, ucapan, dan perbuatan. Aku bertekad untuk tidak mencuri dan tidak memiliki sesuatu yang seharusnya milik pihak lain, aku akan berbagi waktu, energi, dan sumber materi bersama mereka yang membutuhkannya. Aku akan berlatih menatap secara mendalam untuk menyadari bahwa kebahagiaan dan penderitaan orang lain juga merupakan kebahagiaan dan penderitaan diriku, kebahagiaan sesungguhnya tak akan bisa hadir tanpa pengertian dan belas kasih; aku mengerti bahwa mengejar kekayaan, ketenaran, kekuasaan, dan kenikmatan sensual bisa membawa semakin banyak penderitaan dan keputusasaan. Aku sadar sepenuhnya bahwa kebahagiaan berhubungan erat dengan sikap mental dan kebahagiaan tidak bergantung pada kondisi eksternal, Aku bisa hidup dengan bahagia pada momen kini hanya dengan mengingat bahwa aku sudah memiliki kondisi secukupnya untuk berbahagia. Aku bertekad untuk berlatih hidup sesuai dengan mata pencaharian benar sehingga aku bisa ikut membantu mengurangi penderitaan makhluk lain di dunia ini dan memutar balik arus pemanasan global.

    Ini adalah Latihan Kedua. Apakah Anda berkomitmen menerima, mempelajari, dan mempraktikkanya?

    Aspiran: Iya, saya siap [GENTA]
    [aspiran menyentuh bumi satu kali]


    Latihan Ketiga: Cinta Sesungguhnya
    Sadar akan penderitaan yang disebabkan oleh peyimpangan prilaku seksual, aku bersedia untuk menumbuhkan sikap tanggung jawab dan mencari cara untuk melindungi keamanan dan integritas individual, pasangan, keluarga, dan masyarakat. Tahu bahwa nafsu seksual bukanlah cinta, dan aktivitas seksual yang didorong oleh nafsu keinginan selalu melukai diriku kemudian juga melukai pihak lain, Aku bertekad untuk tidak terlibat dalam hubungan seksual yang tanpa dilandasi cinta sesungguhnya, cinta mendalam, komitmen jangka panjang yang diberitahukan kepada famili dan para sahabat. Aku akan bertindak sesuai kemampuanku dalam melindungi anak-anak dari pelecehan seksual dan mencegah perceraian pasangan dan keluarga yang diakibatkan oleh perilaku seksual tidak pantas. Mengerti bahwa badan jasmani dan pikiran merupakan satu kesatuan, aku bersedia mencari cara pantas untuk menjaga energi seksual dan menumbuhkan cinta kasih, belas kasih, suka cita, dan sikap inklusif, yang merupakan empat elemen dasar cinta sesungguhnya demi kebahagiaan lebih besar bagi diriku dan pihak lain. Kita tahu bahwa berlatih cinta sesungguhnya, kita akan terus dilanjutkan dengan indah di masa depan.

    Ini adalah Latihan Ketiga. Apakah Anda berkomitmen menerima, mempelajari, dan mempraktikkanya?

    Aspiran: Iya, saya siap [GENTA]
    [aspiran menyentuh bumi satu kali]


    Latihan Keempat: Ucapan Cinta Kasih dan Mendengar Mendalam
    Sadar akan penderitaan yang disebabkan oleh bicara tanpa berkesadaran dan ketidakmampuan untuk mendengarkan pihak lain, Aku bersedia untuk menumbuhkan ucapan cinta kasih dan mendengar mendalam demi mengurangi penderitaan dan upaya menciptakan rekonsiliasi dan perdamaian dalam diriku dan sesama orang lain, ethnik, sahabat religius, dan antar negara. Mengetahui bahwa kata-kata dapat menghadirkan kebahagiaan maupun menciptakan penderitaan, Aku bersedia berbicara sesuai keadaan yang sesungguhnya dengan menggunakan kata-kata yang dapat memunculkan keyakinan, suka cita, dan harapan. Ketika kemarahan membara dalam diriku, untuk sementara aku bertekad untuk tidak berbicara. Aku akan berlatih napas dan jalan penuh kesadaran untuk mengenali kehadiran kemarahan dan kemudian menatap mendalam untuk mengetahui akar permasalahan, terutama akar persepsi keliru dan pengertian kurang lengkap atas penderitaan dalam diriku maupun pihak lain. Aku akan berbicara dan mendengar dengan sedemikian rupa sehingga membantu meringankan penderitaan pihak lain dan mencari cara untuk keluar dari situasi sulit itu. Aku bertekad untuk tidak menyebarkan berita-berita yang belum aku ketahui dengan pasti dan juga tidak melontarkan kata-kata yang dapat menyebabkan perpecahan dan perselisihan. Aku akan berlatih semangat ketekunan benar untuk menunjang kapasitas dalam hal pengertian, cinta kasih, suka cita, dan inklusif, secara perlahan-lahan mentransformasikan kemarahan, kekerasan, dan ketakutan yang terselubung jauh dalam kesadaranku.

    Ini adalah Latihan keempat. Apakah Anda berkomitmen menerima, mempelajari, dan mempraktikkanya?

    Aspiran: Iya, saya siap [GENTA]
    [aspiran menyentuh bumi satu kali]


    Latihan Kelima: Nutrisi dan Penyembuhan
    Sadar akan penderitaan yang disebabkan oleh konsumsi tidak disertai dengan kesadaran, Aku bersedia menjaga kesehatan dengan baik secara fisik maupun mental bagi diriku sendiri, keluarga, dan masyarakat dengan cara berlatih makan, minum, dan mengonsumsi dengan penuh kesadaran. Aku akan berlatih menatap mendalam bahan konsumsiku yang terdiri dari empat jenis makanan yaitu makanan lewat mulut, kesan impresi, niat, dan kesadaran. Aku bertekad untuk tidak menggunakan alkohol, obat-obat terlarang, terlibat dalam perjudian atau produk-produk yang mengandung toksin seperti situs internet, permainan elektronik, program televisi, film, majalah, buku, dan percakapan. Aku akan berlatih kembali pada momen kekinian untuk menyentuh kesegaran, penyembuhan, dan elemen nutrisi dalam diriku dan sekitarku, tidak membiarkan penyesalan dan kemurungan menyeretku kembali ke masa lalu, juga tidak membiarkan kecemasan, ketakutan, dan kemelekatan menarik aku keluar dari momen kekinian. Aku bertekad untuk tidak menutupi kesepian, kecemasan, atau penderitaan jenis lainnya dengan cara tenggelam dalam mengkonsumsi. Aku akan merenungkan sifat saling bergantungan dan mengkonsumsi dengan sedemikian rupa sehingga bisa memelihara kedamaian, suka cita, dan kesehatan badan jasmani dan kejernihan kesadaran sendiri maupun kolektif dalam cakupan keluarga, masyarakat, dan dunia ini.

    Ini adalah Latihan kelima. Apakah Anda berkomitmen menerima, mempelajari, dan mempraktikkanya?

    Aspiran: Iya, saya siap [GENTA]
    [aspiran menyentuh bumi satu kali]


    Saudara-saudari se-Dharma, Anda telah menerima Lima Latihan yang merupakan fondasi dari kebahagiaan dalam keluarga dan masyarakat. Latihan itu merupakan dasar bagi aspirasi Anda untuk membantu orang lain. Anda wajib membaca ulang se-sering mungkin, minimal sebulan sekali, agar pemahaman dan latihan ini bisa tumbuh dalam diri Anda sehari demi sehari. Seremoni pembacaan Lima Latihan ini bisa diadakan di pusat latihan atau di rumah bersama teman-teman. Jika Anda tidak membacakan latihan ini minimal sekali dalam 3 bulan, maka transmisi hari ini dianggap batal. Saudara-saudari dalam komunitas, sebagai siswa dari Dia yang telah Sadar Sepenuhnya (Buddha), Anda seharusnya bersemangat dalam mempraktikkan jalan damai dan kebahagiaan untuk diri Anda sendiri dan semua spesies. Setelah mendengar suara genta, mohon berdiri dan menyentuh bumi sebanyak tiga kali sebagai bentuk rasa syukur kepada tiga permata.

  20. Seremoni Penutup (Membacakan Sertifikat)
  21. Para aspiran, saya akan membacakan sertifikat, jika nama Anda disebutkan, mohon maju ke depan untuk menerima sertifikatnya. (Sertifikat lainnya silakan menghubungi fasilitator Dharma Sharing)

  22. Pelimpahan Jasa
  23. Mentransmisikan latihan, mempraktikkan jalan penuh kesadaran,
    memberikan manfaat tanpa batas.
    Kami bersedia untuk berbagi hasil kemajuan praktik kepada semua makhluk.
    Kami bersedia untuk mempersembahkan penghormatan kepada orang tua,
    para guru, sahabat, serta makhluk-makhluk yang tak terhitung jumlahnya
    yang telah memberikan bimbingan dan dukungan di sepanjang jalan.
    (GENTA 3x)

Renungan Makan (versi anak-anak)

Renungan Makan (versi anak-anak)
  1. Makanan ini adalah pemberian dari alam semesta: bumi, langit, hujan, dan matahari
  2. Terima kasih kepada: para petani, penjual, dan yang memasak makanan ini
  3. Ambillah makanan secukupnya
  4. Marilah kunyah dengan pelan agar kita bisa menikmatinya
  5. Tumbuhkan welas asih, lindungi semua makhluk dan lingkungan, lestarikan planet ini melalui cara kita makan
  6. Makanan ini memberikan energi agar kita bisa menjadi lebih penuh kasih sayang dan pengertian

Doa Tahun Baru Kepada Ibu Pertiwi dan Semua Guru Leluhur

Doa Tahun Baru Kepada Ibu Pertiwi dan Semua Guru Leluhur

Kepada Thay yang terkasih, para leluhur yang kami muliakan, dan Ibu Pertiwi,

Kami telah hadir di sini sebagai empat lapisan komunitas pada momen penuh khidmat di tahun baru untuk mengungkapkan rasa syukur dan aspirasi mendalam kami sebagai sebuah keluarga spiritual serta untuk memulai lembaran baru.

Kami tahu bahwa para leluhur juga bersama kami pada momen ini, semua leluhur menjadi tempat kami berlindung. Ketika kami menyentuh bumi pada malam ini, kami merasa suatu hubungan yang erat dengan para leluhur, juga dengan Ibu Pertiwi: Bumi biru yang indah, bodhisattwa maha penyegaran, harum dan sejuk, baik hati dan inklusif, menerima semuanya. Ibu Pertiwi, kami semua adalah anak-anakmu, dan begitu juga kami masih memiliki kesalahan dan kekurangan, setiap kali kami pulang ke rumah, engkau selalu siap membuka dekapan untuk memeluk kami.

Thay yang kami kasihi, pada masa lalu kami telah membiarkan benih-benih kekhawatiran dan ketidakpastian tersirami berulang kali mengakibatkan begitu banyak ketakutan dalam diri kami. Kami ragu untuk berlindung pada jalan Dharma, dan bahkan kami juga meragukan keluarga spiritual ini. Kami tidak sungguh-sungguh dalam praktik. Kami telah membiarkan emosi negatif dan persepsi keliru mengambil alih diri kami, sehingga memunculkan putus asa, merasa terkucilkan, dan kesedihan.

Menyadari hal itu, kami ingin memulai lembaran baru dan mengingatkan kami akan komitmen untuk berlatih sepenuh hati, berlindung pada komunitas tercinta ini, dan menjadi kelanjutan dari Thay dan semua guru dari silsilah leluhur spiritual. Kami bertekad untuk hidup lebih mendalam dengan cara berlatih bernapas dan berjalan berkesadaran dalam kehidupan sehari-hari, karena kami tahu itulah latihan kesukaanmu. Kami juga tahu Thay senang membangun sangha, kami akan melanjutkan tugas membangun persaudaraan kakak dan adik dengan sepenuh hati, walaupun kami sering menghadapi tantangan. Kami tidak akan menyerah untuk praktik, atau meninggalkan komunitas kami, tapi beraspirasi untuk mendengar secara mendalam dan saling membantu, tidak akan meninggalkan siapa pun, walaupun dia menjadi penyebab penderitaan.

Ibu Pertiwi, sebagai keluarga dalam kemanusiaan, kami sering keliru dalam mencari kebahagiaan, kami membiarkan keserakahan dan materialisme memerintah. Kami sering mengejar status, kekuasaan, barang dan materi, kesenangan duniawi, lalai bahwa hal-hal demikian tidak akan mendatangkan kebahagiaan dan kebebasan. Kami telah melukai Tanah tempat kami berpijak juga diri sendiri, kami mengeksploitasi gunung dan sungai, bertindak semena-mena terhadap hutan dan spesies lainnya, menyebabkan polusi atmosfir dan menyebabkan bumi ini kehilangan keseimbangan dan keindahannya.

Kami bertekad untuk menyederhanakan hidup kami, mengingat kami bahwa pada momen kekinian telah memiliki banyak kondisi untuk berbahagia. Kami berjanji untuk hidup lebih mendalam dan bersyukur, menyadari bahwa kehidupan itu sendiri adalah keajaiban. Pada tahun baru ini, kami bertekad untuk mengurangi konsumsi dan berupaya untuk hidup lebih bertanggung jawab dan swasembada untuk diri sendiri dan Ibu Pertiwi.

Wahai para leluhur, kami telah membiarkan rasa takut, fanatik dan intoleransi memicu perpecahan dalam keluarga. Kami telah menjadi penyebab penderita sesamanya, diskriminasi atas nama agama, etnik, dan warga negara. Kami telah menutup pintu hati dan menutupi semua perbatasan karena ketakutan dan ketidaktahuan. Kami telah menyebabkan peperangan, teror dan konflik antar sesama manusia, mengizinkan pergolakan militer menjadi semakin parah dalam masyarakat. Kami telah melupakan bahwa sesungguhnya kita saling berkaitan erat, dan kebahagiaan dan penderitaan kita saling bergantungan kepada kebahagiaan dan penderitaan pihak lain.

Kami yakin bahwa kami memiliki kearifan non diskriminasi dan welas asih yang luhur, itu semua telah diwariskan oleh guru spiritual dan para leluhur, juga dari Ibu Pertiwi. Kami bertekad untuk terus berada di jalan Dharma ini, tetap membuka hati, dan meletakkan keangkuhan kami, agar pengertian dan cinta kasih bisa hadir dalam hati kami.

Ketika kami menyentuh bumi, kami menyampaikan rasa syukur kepada guru terkasih kami, Thay, para leluhur kandung dan spiritual, dan Ibu Pertiwi. Kami telah menemukan jalan Dharma dan praktik dalam keluarga spiritual yang menjadi tempat kami berlindung. Kami telah memperoleh sukacita, kedamaian, dan transformasi. Kami telah mencicipi kebebasan dari melepaskan gagasan-gagasan. Kami bisa merasakan kehangatan dan kekuatan dalam persaudaraan kakak dan adik, kami tahu dengan berkumpul bersama, kami bisa menghadapi berbagai tantangan dan merealisasi aspirasi kami, Kami berjanji, pada momen khidmat ini, kami ingin terus membangun keluarga, membangun komunitas dan membuka lebar jalan Dharma ini untuk diri sendiri dan generasi berikutnya.

Thay yang kami muliakan, Ibu Pertiwi, mohon terimalah permohonan yang kami haturkan, dupa, bunga, buah, teh yang semua ini menjadi sebuah bentuk kesungguhan hati, aspirasi, penghormatan, rasa syukur, dan cinta kasih kami. (Alih bahasa: Br. Phap Tu*, Penyunting: Rahka**)

*Dharmacharya dari Indonesia
**Anggota dari Ordo Interbeing Indonesia

Doa Tahun 2014

Doa Tahun 2014

Doa dari Empat lapisan Sangha Plum Village sebagai bagian dari seremoni tengah malam menjelang menyingsing tahun baru 2014


Ayahanda Matahari Terkasih – Bodhisattwa Mahawairocana Tathagata,
Ibunda Bumi Terkasih – Bodhisattwa Maha Gaia,
Para Leluhur Terkasih, Leluhur Spiritual dan Leluhur Kandung,

Sebagai keluarga spiritual, kami hadir di hadapanmu pada saat yang penuh khidmat di tahun baru ini untuk menyampaikan rasa syukur dan aspirasi mendalam.

Ayahanda Matahari terkasih, engkau memancarkan cahaya tanpa batas, cahaya yang merupakan sumber kehidupan bagi semua spesies. Engkau adalah Matahari, Maha Buddha, Maha Boddisattwa, Maha Tathagata, sumber cahaya dan kehidupan tanpa batas. Engkau tidak hanya berada di langit tetapi juga terkandung di dalam Ibunda Bumi dan dalam diri kami. Sebagaimana hidup kami tergantung pada jantung, demikian juga hidup kami tergantung kepadamu. Malam ini kami membungkukkan kepala dengan penuh rasa syukur atas pancaran non diskriminasi dan kehidupan yang telah engkau hadiahkan kepada kami.

Ibunda Bumi terkasih, dalam banyak kehidupan, engkau telah membimbing dan mengisi kehidupan kami dengan kesabaran, stabilitas, ketabahan serta kreativitas. Engkau telah melahirkan kami, Engkau juga telah melahirkan Buddha, Bodhisattwa dan manusia tercerahkan yang tak terhitung jumlahnya. Engkau adalah planet biru yang indah, Engkau adalah Bodhisattwa Penyegaran Bumi–harum semerbak, menyejukkan dan berbudi luhur. Sementara itu dalam banyak kehidupan kami telah menderita, dan kami juga telah membuatmu menderita, karena kami belum mampu melihatmu sebagai tanah suci, sebagai Kerajaan Allah, tempat yang paling indah di surga. Meskipun banyak kesalahan kami, Engkau selalu memaafkan, dan selalu sudi membentangkan tanganmu untuk memeluk kami.

Bermula dari persepsi keliru dan diskriminasi, kami telah hidup dalam pengucilan, kebencian, kesepian, kekerasan, dan keputusasaan. Kami telah membiarkan individualisme terus merebak, menyebabkan banyak kehancuran dan kesulitan dalam diri kami dan dirimu, Ibunda Bumi terkasih. Kami terus mengejar ketenaran, kekayaan, kekuasaan dan kenikmatan sensual, melupakan bahwa mengejar itu semua ternyata tidak pernah memberikan kami kebahagiaan sesungguhnya. Kami menjadi terlena dan terusik, berlari semakin jauh dari diri sendiri, dari mereka yang kami cintai dan darimu, Ibunda Bumi terkasih. Kami sebagai sebuah masyarakat dan peradaban sedang menuju ke arah kebinasaan.

Ibunda Bumi, Ayahanda Matahari dan para leluhur terkasih, malam ini, dalam rangka tahun baru 2014, kami membangkitkan aspirasi terdalam untuk memulai lembaran baru, untuk menuju ke arah baru dan kami memohon kiranya Engkau sudi memaafkan semua kesalahan kami. Dengan penuh rasa hormat, kami membangkitkan aspirasi terdalam untuk hidup sadar di setiap momen dalam kehidupan sehari-hari. Kami berjanji untuk tidak menutupi penderitaan dengan cara tenggelam dalam konsumerisme, Kami berjanji untuk kembali ke dalam diri sendiri dengan welas asih, untuk mengenali, memeluk dan melihat mendalam atas penderitaan. Kami berjanji untuk berlindung pada dirimu, Ibunda Bumi terkasih, berlindung pada kapasitasmu untuk memperkuat, menyembuhkan dan memeluk segala sesuatu tanpa mebeda-bedakan. Kami berjanji untuk hadir sepenuhnya di hadapan orang yang kami sayangi dan tidak tenggelam dalam kesibukan demi mengejar kesuksesan – maupun cita-cita. Kami tahu bahwa cita-cita dapat dicapai dalam setiap momen, dan kami bertekad untuk hidup sadar setiap hari di tahun 2014 sebagai cara untuk mengapai cita-cita. Kami tahu bahwa waktu bukanlah uang. Waktu adalah kehidupan, dan waktu adalah cinta kasih. Kami bersedia hidup sederhana, untuk saling mencintai tanpa diskriminasi, untuk membangun persaudaraan kakak dan adik yang sesungguhnya dan menghormati aspirasi terdalam masing-masing orang.

Ibunda Bumi terkasih, Engkau telah menyerukan semua kepedihamu kepada kami dalam banyak kehidupan, namun hanya beberapa di antara kami yang dapat mendengarmu. Engkau telah bertanya apakah Engkau dapat mengandalkan kami, para anak-anakmu, untuk menyembuhkan dengan kasih dan mentransformasi diri kami dan situasi saat ini. Dalam momen yang khidmat di Tahun baru ini, dengan beranjali, badan jasmani dan pikiran bersatu padu, kami menyatakan bahwa Engkau dapat mengandalkan kami. Engkau dapat mempercayai dan yakin kepada kami.

Kami akan berlatih untukmu, Ibunda Bumi, Ayahanda Matahari, untuk semua para leluhur kami dan generasi masa akan datang sehingga sukacita, kedamaian, keharmonisan serta cinta kasih selalu hadir di dunia ini. Mohon terimalah persembahan dupa, bunga, buah, teh, dan cinta kasih. Ayahanda Matahari terhormat, Ibunda Bumi terhormat, mohon percayalah kepada kami.

Sumber: New Year’s Prayer 2014

Lima Renungan Sebelum Makan

Lima Renungan Sebelum Makan
  1. Makanan ini adalah anugerah dari seluruh alam semesta—bumi, langit, dan dari berbagai hasil kerja keras
  2. Semoga kami makan dan hidup dengan penuh kesadaran dan rasa terima kasih, agar kami layak untuk menerimanya
  3. Semoga kami dapat mengenali dan mengubah bentuk-bentuk pikiran tidak bajik, terutama keserakahan, dan belajar untuk makan dengan kewajaran
  4. Semoga kami dapat menjaga welas asih agar tetap hidup, melalui cara makan sedemikian rupa sehingga mengurangi penderitaan semua makhluk, melestarikan planet ini dan mengurangi penyebab terjadinya perubahan iklim
  5. Kami terima makanan ini agar dapat merawat hubungan persaudaraan kakak dan adik, memperkuat Sanggha, dan memupuk tujuan luhur dalam melayani semua makhluk.

Pendarasan

Pendarasan

1.   Persembahan Dupa

(GENTA 3x)

Harumnya dupa telah mengundang bodhicitta hadir
Bersamaku, bersamaku sesungguhnya di sini, sesungguhnya di sini
Harumnya dupa ini melindungi serta menjaga batin
Oh… harumnya dupa ini menyatukan kita semua
Dalam pelaksanaan sila samadhi prajna
Kami datang persembahkan semua
Namo bodhisattvebhyah
Namo mahasattvebhyah
(GENTA)

 

2.   Menyentuh Bumi

Gatha Pembuka

Yang bersujud dan objek sujud pada hakikatnya sunyata.
Oleh sebab itu komunikasi, terjalin sempurna apa adanya.
Pusat latihan kami adalah jaring Indra
memantulkan semua Buddha di setiap sudut.
Diriku berdiri di hadapan setiap Buddha,
Aku berlindung kepadaMu.
(GENTA)

 

Bersujud

(menyentuh bumi setiap kali bunyi genta)

BERSUJUD (menyentuh bumi setiap kali bunyi genta)

Pemimpin:
Mempersembahkan cahaya di Sepuluh Penjuru

Bersama-sama:
Buddha, Dharma, dan Sanggha,
kami bersujud padamu.
(GENTA)


Pemimpin: 
Mengajar dan hidup melalui kesadaran-penuh
di tengah-tengah penderitaan dan kebingungan,

Bersama-sama:
Buddha Sakyamuni,
Dia yang telah sadar sepenuhnya,
kami bersujud padamu.
(GENTA)


Pemimpin:
Memancarkan cahaya di semua penjuru
Sumber kehidupan di dunia ini

Bersama-sama:
Mahavairocana Tathagatha,
Ayahnda matahari
Buddha cahaya dan hidup tanpa batas
Kami bersujud padamu
(GENTA)


Pemimpin:
Memotong tembus ketidaktahuan,
menyadarkan hati dan pikiran kami,

Bersama-sama:
Manjusri, Bodhisattwa Pengertian Agung,
kami bersujud padamu.
(GENTA)


Pemimpin:
Bekerja dengan penuh kesadaran, penuh suka cita
untuk kepentingan semua makhluk hidup,

Bersama-sama:
Samantabhadra, Bodhisattwa Tindak Agung,
kami bersujud padamu.
(GENTA)


Pemimpin:
Mendengar secara mendalam,
melayani makhluk dalam cara tanpa batas,

Bersama-sama:
Awalokiteswara, Bodhisattwa Welas Asih Agung,
kami bersujud padamu.
(GENTA)


Pemimpin:
Tiada ketakutan dan tekun mengarungi
alam-alam penderitaan dan kegelapan

Bersama-sama:
Ksitigarbha, Bodhisattwa Aspirasi Agung,
kami bersujud padamu.
(GENTA)


Pemimpin:
Benih kesadaran dan cinta kasih
dalam anak-anak dan semua makhluk,

Bersama-sama:
Maitreya, Buddha yang akan datang,
kami bersujud padamu.
(GENTA)


Pemimpin:
Ibunda semua Buddha, bodhisattwa dan semua makhluk
Menopang dan menyembuhkan semuanya

Bersama-sama:
Bodhisattwa Pertiwi, Ibunda bumi
Permata indah jagad raya
Kami bersujud padamu
(GENTA)


Pemimpin:
Menunjukkan jalan tanpa rasa takut,
dan penuh welas asih
Bersama-sama:
seluruh guru silsilah leluhur spiritual,
kami bersujud padamu.
(GENTA 2x)


 

3.   Gatha Pembukaan

(GENTA 3x)

Namo Sanghyang Ādi Buddhaya (3x)
Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammā-sambuddhassa (3x)
Namo Sarva Bodhisattvāya-Mahāsattvāya (3x)
(GENTA)

Dharma begitu dalam dan indah,
Kini kami berkesempatan melihat,
mempelajari, dan mempraktikkannya.
Kami bertekad merealisasikan makna sejatinya.
(GENTA)

 

4.   Sutra Hati Prajnaparamita

Kala Bodhisattwa Awalokita,
merenungkan Pengertian Sempurna secara mendalam,
menerangi lima skandha dan menyadari itu kosong adanya.
Setelah penembusan ini, Ia berhasil mengatasi duka.
(GENTA)

Dengarlah, Sariputra,
Wujud adalah kekosongan dan kekosongan adalah wujud.
Wujud tiada beda dengan kekosongan.
Kekosongan tiada beda dengan wujud.
Demikian pula dengan perasaan,
Pencerapan, bentuk-bentuk pikiran, dan kesadaran.
(GENTA)

Dengarlah, Sariputra,
Semua dharma bercirikan kekosongan,
Dharma tidak diciptakan juga tidak dimusnahkan,
Tidak kotor juga tidak murni,
Tidak berkurang juga tidak bertambah.
Oleh sebab itu dalam kekosongan tiada wujud,
Tiada perasaan, tiada pencerapan,
Tiada bentuk-bentuk pikiran, tiada kesadaran;
Tiada mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, ataupun pikiran;
Tiada bentuk, tiada suara, tiada bau, tiada rasa, tiada objek, dan tiada objek pikiran;
Tiada alam berbagai elemen (dari kesadaran mata hingga kesadaran pikiran);
Tiada asal mula yang saling bergantungan serta kemusnahannya (dari ketidaktahuan sampai kematian dan pelapukan);
Tiada duka, tiada sebab duka,
Tiada akhir duka dan tiada jalan untuk mengakhiri duka;
Tiada pengertian, tiada pencapaian.
(GENTA)

Oleh karena tiada yang harus dicapai,
Para Bodhisattwa, yang dipenuhi Pengertian Sempurna,
Tidak menemukan rintangan untuk pikiran mereka.
Karena tiada rintangan, mereka mengatasi ketakutan,
Membebaskan diri mereka selamanya dari ilusi.
Dan merealisasi nirwana yang sempurna.
Semua Buddha masa lalu, sekarang, dan masa depan,
Berkat Pengertian Sempurna ini,
Tiba pada pencerahan penuh, yang sempurna
dan universal.
(GENTA)

Oleh karena itu, perlu diketahui bahwa Pengertian Sempurna
Merupakan mantra sakti mandraguna, mantra teragung yang tiada banding,
Penghancur segala duka, kebenaran sejati yang tak tergoyahkan.
Oleh karena itu, mantra prajnaparamita sudah selayaknya diproklamasikan :

Gate Gate Paragate Parasamgate Bodhi Svaha. (3x)
(GENTA 2x)

4a. Sutra Hati:
Prajna Paramita

Kala Bodhisatwa Awalokiteswara
merenungkan secara mendalam
Tentang prajna paramita
Seketika itu menyadari bahwa
Pancaskandha juga kosong adanya
Setelah penyadaran ini,
Ia berhasil mengatasi semua duka

Wahai Sariputra
Tubuh ini adalah sunyata,
dan sunyata adalah tubuh ini.
Tubuh ini tiada beda dengan sunyata
dan sunyata tiada beda dengan tubuh ini
demikian juga dengan perasaan, persepsi, bentukan pikiran, dan pencerapan
(Genta)

Wahai Sariputra,
Semua fenomena bersifat sunyata
tidak lahir juga tidak mati
tidak ada juga tidak tak ada
tidak kotor juga tidak murni
Tidak berkurang juga tidak bertambah.

Oleh sebab itu dalam sunyata,
Pancaskandha tidak bisa berdiri sendiri
Delapan belas ranah fenomena
yang terdiri dari enam organ indra,
enam objek indra, dan enam pencerapan
juga tidak bisa berdiri sendiri

Dua belas mata rantai interdependen
kemunculan dan hilang lenyapnya
juga tidak bisa berdiri sendiri

duka, sebab duka,
akhir duka, dan jalan mengakhiri duka,
kearifan dan pencapaian
juga tidak bisa berdiri sendiri
(Genta)

Berkat Prajna Paramita, para bodhisatwa
Tiada lagi rintangan dalam pikirannya
Karena sudah tiada rintangan pikiran
maka tiada juga ketakutan
Hancurlah semua persepsi keliru
Terealiasi nirwana tertinggi

Semua Buddha masa lalu, sekarang, dan masa depan
berkat prajna paramita
mereka mencapai pencerahan otentik dan sempurna
(Genta)

Wahai Sariputra
perlu diketahui bahwa
prajna paramita adalah mantra teragung
mantra sakti mandraguna,
mantra tertinggi
mantra yang tiada taranya
kearifan sejati berkekuatan
melenyapkan semua jenis duka
(Genta)

Marilah kita mendaraskan
mantra untuk mengagungkan
prajna paramita

Gate gate paragate paramsagate bodhi swaha (3x)

 

5. Mengagungkan Nama Para Bodhisattwa

Kami mengagungkan namamu, Awalokiteswara.
Kami bercita-cita mempelajari cara mendengarmu
agar dapat membantu meringankan penderitaan di dunia.
Engkau tahu cara mendengar untuk memahami.
Kami mengagungkan namamu agar dapat berlatih mendengar
dengan seluruh perhatian dan keterbukaan hati.
Kami akan duduk dan mendengar tanpa disertai prasangka.
Kami akan duduk dan mendengar tanpa menghakimi atau bereaksi.
Kami akan duduk dan mendengar agar mampu memahami.
Kami akan duduk dan mendengarkan sedemikian rupa
sehingga kami dapat menyimak apa yang disampaikan orang lain
serta apa yang belum dituturkannya.
Kami tahu hanya dengan mendengarkan secara mendalam saja,
kami dapat meringankan banyak kepedihan dan penderitaan dalam diri orang lain.
(GENTA)

Kami mengagungkan namamu, Manjusri.
Kami bercita-cita mempelajari caramu,
yaitu diam tak bergeming dan melihat jauh ke dalam jantung segala sesuatu dan hati manusia secara mendalam.
Kami akan melihat dengan seluruh perhatian dan keterbukaan hati kami.
Kami akan melihat dengan mata polos tanpa prasangka.
Kami akan melihat tanpa menghakimi atau bereaksi.
Kami akan melihat secara mendalam sehingga kami mampu melihat dan memahami akar-akar penderitaan, ketidakkekalan, dan hakikat tanpa-diri segala sesuatu.
Kami akan berlatih caramu menggunakan pedang kebijaksanaan
untuk memotong tembus belenggu penderitaan,
sehingga membebaskan diri kami dan berbagai spesies lainnya.
(GENTA)

Kami mengagungkan namamu, Samantabhadra.
Kami bercita-cita mempraktikkan aspirasimu
untuk bertindak dengan mata dan hati yang penuh belas kasih.
Kami menyatakan bersedia dan sanggup untuk membawa suka cita kepada satu orang di pagi hari
serta meringankan penderitaan satu orang di sore hari.
Kami tahu kebahagiaan orang lain adalah kebahagiaan kami
dan kami siap dan bersedia mempraktikkan mudita di jalan pelayanan.
Kami tahu bahwa setiap kata, setiap tatapan, setiap tindakan, dan setiap senyuman dapat menghantarkan kebahagiaan kepada orang lain.
Kami tahu jika kami berlatih dengan sepenuh hati,
kami sendiri dapat menjadi sumber kedamaian dan suka cita yang tiada habisnya bagi orang-orang yang kami kasihi maupun semua spesies.
(GENTA 2x)

 

6. Tiga Perlindungan

Aku berlindung kepada Buddha,
yang menunjukkan kepadaku jalan dalam kehidupan ini.
Aku berlindung kepada Dharma,
jalan pengertian dan cinta kasih.
Aku berlindung kepada Sanggha,
komunitas yang hidup dalam keharmonisan dan penuh kesadaran.
(GENTA)

Berada dalam perlindungan Buddha,
aku dengan jelas melihat kejernihan dan keindahan di dunia.
Berada dalam perlindungan Dharma,
aku belajar untuk membuka banyak pintu jalan transformasi.
Berada dalam perlindungan Sanggha,
cahaya menyinari yang mendukungku,
menjaga latihanku bebas dari gangguan.
(GENTA)

Berlindung kepada Buddha dalam diriku,
aku beraspirasi membantu semua orang mengenali hakikat diri sejati mereka yang sudah cerah,
untuk merealisasi Pikiran penuh Cinta.
Berlindung kepada Dharma dalam diriku,
aku beraspirasi mebantu semua orang menguasai jalan latihan dengan sempurna,
dan berjalan bersama-sama di jalan kebebasan.
Berlindung kepada Sanggha dalam diriku,
aku beraspirasi membantu semua orang membangun Empat Komunitas,
untuk merangkul semua orang dan mendukung transformasi mereka.
(GENTA 2x)

 

6a. Tisarana

Bud-dha yang mu-lia
Pe-nun-juk ja-lan ke pen-ce-ra-han
namo buddhaya

Dhar-ma yang mu-lia
a-ja-ran ka-sih bi-jak-sa-na
namo dharmaya

san-gha yang mu-lia
hi-dup ber-sa-ma da-mai dan har-mo-nis
namo sanghaya

Buddhang saranang gacchami
dharmang saranang gacchami
sanghang saranang gacchami

 

7.   Berbagi Jasa Kebajikan

Membaca sutra, mempraktikkan jalan penuh kesadaran,
memberikan manfaat tanpa batas.
Kami bersedia untuk berbagi hasil kemajuan praktik kepada semua makhluk.
Kami bersedia untuk mempersembahkan penghormatan kepada orang tua,
para guru, sahabat, serta makhluk-makhluk yang tak terhitung jumlahnya
yang telah memberikan bimbingan dan dukungan di sepanjang jalan.
(GENTA 3x)

 

7a.   Berbagi Jasa Kebajikan

Semoga jasa dan kebajikan
Memperindah Tanah Suci para Buddha
Membalas Empat Budi Besar
Dan menolong mereka di Tiga Alam Sengsara

Semoga mereka yang mendengarkan Dharma ini
Semua bertekad membangkitkan kebodhian
Sampai di akhir kehidupan ini
Bersama-sama lahir di alam bahagia.