Menepi Sebentar Mengeluarkan Kerikil Kecil dari Sepatu

Menepi Sebentar Mengeluarkan Kerikil Kecil dari Sepatu
Menepi sebentar

Sudah 40 tahun lebih saya menjalani hidup, walaupun banyak kondisi yang sudah saya lalui, tetapi saya tidak pernah paham arti kehidupan. Bagi saya bangun pagi, ke kantor, pulang dan tidur merupakan rutinitas yang kewajiban yang dilakoni setiap hari.

Ada seorang guru yang saya hormati, ia sering memberikan kata “kunci” untuk membuka pintu kebodohan dan kemelekatan saya. Suatu hari ia memberikan izin kepada saya untuk pergi berlatih di Plum Village Thailand.

Saya juga bersyukur karena ada seorang sahabat juga mendukung saya. Kami berkumpul dan belajar dalam jumlah peserta yang lumayan banyak dan dari berbagai Negara dan dari berbagai daerah di Indonesia.

Ritme Berjalan

Saat meditasi pagi, kami diminta duduk hening di baktisala,  setelah itu kami meditasi jalan. Saya mengenakan jaket karena masih sangat pagi dan cuaca dingin. Kondisi sekitar gelap, sehingga penglihatan sungguh terganggu. Tidak bisa melihat dengan jelas, berjalan tanpa arah tujuan, hanya mengikuti peserta lain yang jalan di depan.

Semua peserta berjalan dengan ritme yang berbeda, dengan cara yang berbeda. Tidak lama berjalan, ada batu kecil yang masuk dalam sepatu, membuat langkah saya tidak nyaman karena sakit. Saya masih tetap berjalan sampai akhirnya menepi. Agar tidak menghalangi peserta di belakang saya untuk melangkah, saya mengeluarkan batu kecil dari sepatu, setelah itu melangkah kembali.

Jalan yang kami lalui ada yang berbatu kecil-kecil, ada yang hanya tanah tanpa rumput, ada juga jalan yang lebih lembut karena basah, ada juga jalan yang datar dan yang tidak datar.

Selama kurang lebih 45 menit kami berjalan, matahari mulai bersinar, lingkungan di sekitar mulai kelihatan dengan jelas, ada berbagai tanaman buah, bunga dan rumput yang ikut tumbuh, ada banyak jenis dan bentuk batu di tempat kami berjalan.

Mengikuti Rutinitas

Saya mulai menikmati pemadangan, merasakan hangatnya matahari, melihat langit, matahari dan tanaman di sekitar terasa indah. Apa pun yang saya lihat indah, udara menyegarkan, cuaca menyejukkan, suara alam begitu damai. Matahari terbit terasa indah, terbenam juga indah, bulan juga indah, sampai rumput yang tumbuh pun terasa indah, membawa kedamaian.

Hari kedua meditasi jalan, saya memaknai hidup sama dengan meditasi jalan. Hidup tanpa tujuan, tanpa mengetahui apa yang kita inginkan dan kita butuhkan, sama halnya dengan berjalan dalam kegelapan, kita melewati hari hanya mengikuti rutinitas.

Semua orang punya cara dan reaksi yang berbeda dalam setiap kondisi yang dihadapinya, sama halnya saat berjalan dengan ritme berbeda dan juga cara berjalannya. Saat orang lain yang tidak sengaja melukai kita, sama halnya dengan batu kecil tidak tidak sengaja masuk ke dalam sepatu.

Perjalan hidup terkadang lancar, terkadang tidak lancar, sama halnya dengan medan jalan yang dilalui, berbatu, berpasir, penuh rumput atau tidak rata.

Titik Terang

Jika kita dapat terus bertahan dan melangkah maju, akan ada titik terangnya, tidak selamanya berjalan dalam kegelapan, ada matahari yang terbit menggantikan gelap menuju terang, hangatnya matahari mengusir rasa dingin yang dirasakan di awal berjalan.

Sepanjang menjalani kehidupan, pikiran dipenuhi dengan hal-hal positif, memancarkan cinta kasih ke semua akan terasa begitu indah. Matahari di Thailand dan di Indonesia sama saja,yang berbeda adalah bagaimana cara kita melihat, merasakan dan menanggapi hal yang berada di hadapan kita.

Jika sangat lelah, sedih dan kecewa, jangan dipaksakan, kita bisa menepi sebentar, mengeluarkan batu kerikil kecil yang tanpa sengaja masuk ke sepatu kita. Setelah siap kita baru melangkah kembali.

Saat berjalan terlalu cepat, di dalam kegelapan, tanpa sengaja menabrak atau menyakiti orang yang kita lalui dan tidak melihat sekitar, kita hanya fokus di depan, bagaimana bisa lebih cepat.

Saat berjalan terlalu lambat, kita ketinggalan barisan, tidak ada yang bisa kita minta bantuan. Berjalan tidak perlu terlalu cepat atau terlalu lambat, tapi mengikuti irama, mendengar suara alam, melihat keindahan di hadapan kita, perasaan damai membawa kebahagiaan.

Lepaskan

Sahabatku, terima kasih punya kondisi yang sangat baik bisa bertemu dan berlatih bersama. Sahabatku begitu luar biasa, belajar bersama selama beberapa hari, membuat saya mengerti bahwa di atas langit ada langit lagi. Membuat saya merasa begitu kecil dan membuat saya melihat keakuan yang ada di dalam diri saya.

Saya bukan orang yang paling menderita, saya bukan orang yang paling benar, semua orang ada masalah yang dihadapinya, akan tetapi reaksi dan cara menyelesaikannya adalah yang paling penting. Akhirnya sampah yang saya pungut dalam perjalanan hidup akhirnya bisa saya lepaskan.

Jika Anda melepas sedikit, Anda akan sedikit damai, Jika Anda melepas banyak, Anda akan banyak damai, Jika anda melepas penuh, Anda akan mengetahui kedamaian dan kebebasan penuh, Pergulatan Anda dengan dunia akan berakhir sudah

(Hello Happiness, Ajahn Brahm)

Saya akan berbagi sebuah kata kunci dari suhu :
Janganlah terpengaruh oleh masalah, kegelisahan, tidak nyaman, dan kemelekatan orang lain. Itu adalah urusan mereka. Suka, tidak suka, senang, tidak senang, nyaman, tidak nyaman biarlah mereka sendiri mengurusnya. Sementara ini, kita cukup menjaga kesadaran, terus belajar, berlatih dan berpraktik Dharma.

Terima kasih SUHU,

SVD

Bentuk Luar

Bentuk Luar

Begawan Buddha, aku merasa malu, karena aku sering berlatih tapi hanya bentuk luar saja, tanpa memperhatikan makna sesungguhnya. Ketika mempersembahkan dupa, menyentuh bumi, praktik meditasi duduk dan berjalan, membaca sutra, aku membiarkan pikiran terus mengembara ke masa lalu dan masa depan, dan aku terjebak dalam pemikiran tak bermanfaat tentang masa kini. Aku telah sering kehilangan banyak kesempatan berharga karena tidak berlatih dengan serius. Sebetulnya, ketika melangkah atau bernapas dengan penuh kewawasan, aku berkesempatan untuk membangkitkan energi kewawasan dan konsentrasi tepat. Ketika kewawasan dan konsentrasi tepat telah bangkit, maka energi pencerahan dan pengertian juga akan hadir.

Aku sangatlah beruntung karena sudah mendapatkan instruksi latihan itu. Semetara aku masih seperti orang tidak mengerti apa pun. Aku berjalan, berdiri, berbicara, dan tersenyum dalam kealpaan. Aku berjanji, Begawan Buddha, aku akan berusaha menjadi lebih baik lagi dalam setiap momen dalam kehidupan sehari-hari, aku akan membangkitkan kewawasan dan konsentrasi tepat lebih banyak lagi. Membangkitkan kewawasan dan konsentrasi bukan hanya menyembuhkan dan mentransformasikan batin dan tubuh, tetapi juga mendukung banyak anggota sangha lainnya dan akan meningkatkan kualitas praktik dari seluruh sangha.

Menyentuh Bumi

Begawan Buddha, dengan tubuh, ucapan, dan pikiran bersatu padu, aku menyentuh bumi dengan rasa syukur kepadamu, Buddha yang telah tiba di pantai seberang, yang mampu menunjukkan jalan, agar aku selalu mengingatkan janjiku. [Genta]

Dengan tubuh, ucapan, dan pikiran dalam satu kesatuan, aku menyentuh bumi dengan penuh rasa syukur kepada Buddha Vipasyin. [Genta]

Buddha dan Sangha Orisinal

Buddha dan Sangha Orisinal

Begawan Buddha, Aku melihat Buddha duduk bersama Sangha biksu, biksuni, upasaka, dan upasika. Aku seperti Raja Prasenajit, setiap kali raja melihat komunitas Sangha biksu dan biksuni, raja merasa Buddha begitu luar biasa dan energi keyakinan, respek, dan kagum tumbuh besar. Aku merasakan kehadiran Buddha dalam Sangha. Buddha telah mentransmisikan kearifan dan welas asih kepada begitu banyak orang. Begawan Buddha, semua murid-muridmu, apakah itu biksu, biksuni, upasaka, atau upasika, merupakan kelanjutan dari Buddha; sebetulnya mereka juga adalah Buddha. Aku melihat Buddha dalam metode praktik yang telah diajarkan, jika ajaran itu diterapkan dengan terampil, maka akan membawa pada transformasi dan penyembuhan. Begawan Buddha, aku bisa melihat Buddha dalam energi pengertian dan welad asih yang terwujud dalam setiap manusia, dalam karya tulisan, puisi, arsitektur, musik, dan karya seni dan bentuk budaya. Aku bisa merasakan Buddha dalam diriku, dalam benih pencerahan dan cinta kasih yang memungkinkan aku berlatih mengembangkan kearifan dan welasasih.

Menyentuh Bumi

Begawan Buddha, dengan tubuh, ucapan, dan pikiran bersatu padu, aku menyentuh bumi agar bisa menyentuh Buddha dalam diriku, dalam Sangha, menyentuh Buddha dalam ajaran beserta praktik Dharma, juga dalam kesempatan menakjubkan yang telah Buddha ciptakan untuk kehidupan spiritualku. [Genta]

Dengan tubuh, ucapan, dan pikiran bersatu padu, aku menyentuh bumi di hadapan Buddha Dipankara, dia yang telah memprediksi pencerahan dari guru akarku, Buddha Sakyamuni. [Genta]

Aplikasi Meditasi

Aplikasi Meditasi

Anda barangkali sering menggunakan komputer atau smartphone. Sering juga kita terhanyut oleh gawai dan tidak menyadari bahwa tubuh ini ada di sini dan saat ini.

Anda boleh mengunduh bell of mindfulness (genta kesadaran penuh) untuk dipasang di komputer atau smartphone, genta ini berbunyi setiap seperempat jam atau sesering yang Anda inginkan agar Anda bisa berhenti sejenak, bernapas, dan merelakskan tubuh. Silakan bernapas masuk dan bernapas keluar minimal 3 kali yang cukup untuk mengurangi ketegangan pada tubuh dan senyum, kemudian melanjutkan pekerjaan Anda. Jika Anda sedang berada di tengah-tengah percakapan, cara mendengarkan genta kesadaran ini bisa mengingatkan Anda untuk selalu berlatih bahasa kasih dan mendengarkan dengan sabar.

Ada komunitas virtual, meditasi dipandu, atau alat membantu latihan meditasi mindfulness di internet. Anda boleh coba Plumline (bahasa Inggris) atau mencari komunitas latihan di daerah Anda lewat International sangha directory.

Berikut ini beberapa aplikasi smartphone atau komputer yang semoga dapat membantu Anda dalam berlatih hidup berkesadaran sepanjang hari. Selamat mencoba.

Aplikasi untuk Smartphone

Plumvillage: Zen Meditation
Sistem Operasi: Android dan iOS

Aplikasi Plum Village

Aplikasi Plum Village bisa membantu Anda menumbuhkan energi kesadaran penuh, welas asih, dan suka cita melalui meditasi dipandu, relaksasi total, puisi latihan, genta, dan masih banyak lagi.

Energi kesadaran penuh merupakan kekuatan menyadari akan momen kekinian. Energi yang memungkinkan Anda secara terus-menerus bersentuhan secara mendalam atas kehidupan sehari-hari. Menjadi berkesadaran penuh artinya menjadi benar-benar hidup, hadir bagi mereka yang ada di sekitar dan juga mengetahui hal yang sedang Anda kerjakan. Kita menghadirkan keselarasan pada tubuh dan pikiran ketika sedang mencuci piring, mengendarai mobil atau bahkan saat mandi pagi.

Website Resmi: plumvillage.app

MindBell
Sistem Operasi: Android

Aplikasi MindBell

MindBell berbunyi secara priodik selama seharian, sehingga memberi Anda kesempatan untuk berhenti, bernapas dan tersenyum. Berhenti ketika genta berbunyi merupakan latihan penting yang dikembangkan oleh Thich Nhat Hanh dan komunitas Plum Village. Hal tersebut merupakan dasar menumbuhkan kesadaran, momen kekinian dan welas asih diri dalam keseharian. Selain itu MindBell juga bisa digunakan sebagai pewaktu meditasi.

Spire: Mindfulness, Breath and Activity Tracker
Sistem Operasi: Android dan iOS

Apikasi Spire

Spire adalah wearable pelacak kegiatan dan napas yang segera bergetar ketika napas menjadi tidak biasa atau tegang, atau jika Anda duduk lebih lama dari yang Anda harapkan. Ini merupakan cara yang bagus untuk mengingatkan diri agar beristirahat atau berdiri dan meregangkan kaki. Alat ini juga melacak “runutan ketenangan” sehingga Anda dapat mempelajari untuk memahami waktu dan tempat yang cocok untuk menenangkan tubuh dan juga merelakskan.

Aplikasi Spire kini mencakup serangkaian meditasi dipandu dan relaksasi dari Guru Dharma Plum Village.

Insight Timer
Sistem Operasi: Android dan iOS

Aplikasi Insight Timer

Insight Timer merupakan cara terkoneksi yang menyenangkan untuk mendukung latihan meditasi Anda. Aplikasi ini mencakup meditasi dipandu gratis dari Thich Nhat Hanh dan guru-guru meditasi terkemuka lain. Bagi mereka yang baru dengan meditasi, ada pengenalan meditasi dipandu dan komunitas yang mendukung demi membantu Anda untuk memulai.

Menthal
Sistem Operasi: Android

Aplikasi Menthal

Menthal memberikan umpan balik pada penggunaan smartphone Anda, sehingga Anda memiliki informasi yang dibutuhkan untuk menyusun strategi mengenai cara Anda menggunakan teknologi. Aplikasi ini melacak secara lengkap interaksi antara Anda dan smartphone Anda. Menthal bekerja di latar, aplikasi ini merekam setiap kali Anda membuka smartphone, setiap kali membuka suatu aplikasi dan setiap kali Anda menerima panggilan telepon. Jumlah waktu yang dihabiskan bersama smartphone Anda selama seharian dapat diberitahukan oleh aplikasi ini. Demikian juga jumlah berapa kali Anda menggunakan aplikasi tertentu. Dengan demikian Anda dapat membuat pilihan yang terinformasi mengenai cara yang diinginkan untuk menghabiskan waktu Anda dan perilaku apa yang ingin diubah.

Headspace: Guided Meditation & Mindfulness
Sistem Operasi: Android dan iOS

Aplikasi Headspace

Headspace membantu Anda mengembangkan keterampilan meditasi dan kesadaran yang dapat mengubah hidup. Jika Anda berlangganan, maka Anda dapat mengakses ratusan meditasi segala hal, mulai dari stress dan kegelisahan hingga tidur dan fokus. Ada banyak sesi yang membantu Anda membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang yang Anda cintai dan sesi SOS untuk membantu Anda menemukan tempat yang menenangkan dan relaksasi selama mengalami momen keterpurukan.

Calm Mind – Mindfulness Counting
Sistem Operasi: Android, iOS dan Windows Phone

Aplikasi Calm Mind

Aplikasi Mindfulness 1-9 counting berfungsi untuk membantu berlatih meditasi mindfulness. Hitungan napas pada aplikasi Calm Mind ini akan dikalibrasi sesuai dengan panjang napas Anda yang dilakukan secara alami.

Bila aplikasi digunakan rutin setiap hari, Anda akan merasakan perbedaannya. Anda akan mulai menyadari pengalaman dan sensasi fisik dari apa itu menarik nafas dan membuang napas tanpa semua pikiran ekstra yang mengacaukan pikiran dari hari ke hari.

Dengan latihan menggunakan Mindfulness 1-9 counting selama tiga rangkaian setidaknya sekali dalam sehari dapat membuat jalur saraf baru di otak yang dapat membuat Anda menjadi rileks, tenang dan bahagia setiap kali Anda membawa perhatian kembali ke napas Anda.

Aplikasi untuk Komputer

Bell of Mindfulness (Ekstensi Peramban)
Sistem Operasi: Windows, Mac, dan Linux
Peramban: Chrome dan Firefox

Aplikasi Bell of Mindfulness

Ini adalah genta sederhanya yang mengingatkan kita untuk melakukan jeda pendek dari apa pun yang sedang dilakukan di komputer, dan kembali ke napas kita. Sebagaimana yang telah diajarkan Thich Nhat Hanh, kembali ke pernapasan kita akan menghubungkan kita kembali dengan tubuh dan pikiran kita di sini dan saat ini. Kita memiliki kesempatan untuk menangani segala tegangan yang kita temukan di sana – kita dapat meregang, tersenym, relaks untuk momen pendek. Menginstal genta di komputer merupakan salah satu cara pasti untuk tetap sadar dari apa pun yang sedang dilakukan.

Mindful Clock
Sistem Operasi: Windows, Mac, dan Linux
Unduh Suara Genta

Aplikasi Mindful Clock

Mindful Clock merupakan salah satu aplikasi “genta kesadaran” yang terinspirasi oleh ajaran Thich Nhat Hanh. Anda dapat mengunduh seluruh program atau hanya suara genta. Anda dapat mengatur genta untuk berbunyi pada interval waktu tertentu, waktu tertentu, atau interval acak.

Unduh program terlebih dahulu, kemudian unduh suara genta ke direktori C:\Program Files\MindfulClock Anda. Setelah file selesai diunduh, buka pengendali MindfulClock dan pilih suara baru dengan mengklik ganda pada nama file suara.

Anda juga bisa mengakses versi online dari Mindful Clock pada situs Washington Mindfulness Community atau situs Awakening Bell.

Time Out
Sistem Operasi: Mac

Aplikasi Time Out

Time Out menawarkan pengingat istirahat yang mudah dengan kustomisasi fleksibel. Anda bisa mengatur untuk mengaburkan seluruh layar atau mengubah warna untuk mendorong Anda beristirahat dari waktu ke waktu.

Anda bisa mengkonfigurasikan seberapa lama setiap jenis istirahat dan seberapa lama waktu antar istirahat. Istirahat ini pun dapat diatur untuk menghitung mundur ketika Anda sedang melakukan istirahat alami, misalnya ketika Anda menjauh dari komputer.

Mindfulness bell menu bar
Sistem Operasi: Mac

Aplikasi Mindfulness Bell menu bar

Mindfulness Bell Menu Bar adalah aplikasi menu bar untuk membantu Anda dalam latihan mindfulness Anda. Dengan mudah pilih interval dan genta kecil atau besar akan berbunyi pada waktu yang telah ditentukan yang mengajak Anda mengambil momen untuk mengamati napas.

    

Stay Focused
Sistem Operasi: Windows, Mac dan iOS
Peramban: Chrome dan Firefox

Aplikasi Stay Focused

Thich Nhat Hanh mengatakan bahwa kita membutuhkan strategi yang diniatkan untuk mengelola konsumsi media dalam cara yang sadar. Stay Focused merupakan aplikasi gratis yang mendorong Anda untuk tetap pada niat Anda dengan membatasi jumlah waktu yang dapat dihabiskan pada situs yang membuang-buang waktu. Sebagai contoh, Anda dapat menentukan batas waktu sehat pada situs-situs baru, setidaknya 5 atau 10 menit per hari.

Selain itu juga ada versi berbayar yang baru untuk smartphone dan tablet.

uBlock Origin (Ekstensi Peramban)
Peramban: Chrome, Firefox dan Safari

Aplikasi uBlock Origin

Thich Nhat Hanh mengajarkan kita bahwa perhatian yang pantas adalah penting untuk menjadi sadar. Kita harus awas terhadap hal-hal yang benar, bukan hal-hal yang salah.


Jika kita ingin menumbuhkan kualitas yang tinggi dari saat ini dan konsentrasi, kita tidak ingin perhatian kita direnggut dari kita oleh iklan yang tak diinginkan. Iklan biasaya mencoba menjual hal-hal yang tidak kita inginkan atau pun kita butuhkan untuk menjadi bahagia, atau bahkan beracun bagi tubuh dan pikiran. Kita bisa membatasi diri kita untuk mengunjungi situs yang tidak menampilkan gangguan atau iklan tidak baik, dan dengan mendukung pembuat konten yang baik dengan membayar langganan yang memungkinkan kita melihat konten mereka tanpa iklan. uBlock Origin merupakan aplikasi gratis yang bisa memblokir segala macam konten termasuk iklan. Aplikasi ini bisa dimatikan berdasarkan situs, jadi pertimbangkan untuk mematikan fungsi blokir pada situs penyedia konten independen yang pendapatan satu-satunya hanya berasal dari iklan.

Intently (Ekstensi Peramban)

Aplikasi Intently

Jika Anda menyukai uBlock Origin, Anda juga dapat mencoba Intently yang menggantikan iklan yang tak diinginkan dengan kutipan yang menginspirasi dan gambar-gambar alam cantik sesuai pilihan Anda.

Website Resmi: Intently

Sumber tulisan: PlumVillage.org

Seremoni Transmisi 5 Latihan Sadar Penuh

Seremoni Transmisi 5 Latihan Sadar Penuh

Seremoni Tranmisi
5 Latihan Sadar Penuh
Versi 28 Desember 2017

  1. Meditasi Duduk
  2. Persembahan Dupa
  3. (GENTA 3x)

    Harumnya dupa telah mengundang bodhicitta hadir
    Bersamaku, bersamaku sesungguhnya di sini, sesungguhnya di sini
    Harumnya dupa ini melindungi dan menjaga batin
    Oh… harumnya dupa ini menyatukan kita semua
    Dalam pelaksanaan sila samadhi prajna
    Kami datang persembahkan semua
    Namo bodhisattvebhyah
    Namo mahasattvebhyah
    (GENTA)

  4. Menyentuh Bumi
  5. Gatha Pembukaan

    Yang bersujud dan objek sujud pada hakikatnya sunyata.
    Oleh sebab itu komunikasi, terjalin sempurna apa adanya.
    Pusat latihan kami adalah jaring Indra
    memantulkan semua Buddha di setiap sudut.
    Diriku berdiri di hadapan setiap Buddha,
    Aku berlindung kepadaMu.
    (GENTA)

     

    Bersujud

    BERSUJUD (menyentuh bumi setiap kali bunyi Genta)

    Pemimpin:
    Mempersembahkan cahaya di Sepuluh Penjuru

    Bersama-sama:
    Buddha, Dharma, dan Sanggha,
    kami bersujud padamu.
    (GENTA)


    Pemimpin: 
    Mengajar dan hidup melalui kesadaran-penuh
    di tengah-tengah penderitaan dan kebingungan,

    Bersama-sama:
    Buddha Sakyamuni,
    Dia yang telah sadar sepenuhnya,
    kami bersujud padamu.
    (GENTA)


    Pemimpin:
    Memotong tembus ketidaktahuan,
    menyadarkan hati dan pikiran kami,

    Bersama-sama:
    Manjusri, Bodhisattwa Pengertian Agung,
    kami bersujud padamu.
    (GENTA)


    Pemimpin:
    Bekerja dengan penuh kesadaran, penuh suka cita
    untuk kepentingan semua makhluk hidup,

    Bersama-sama:
    Samantabhadra, Bodhisattwa Tindak Agung,
    kami bersujud padamu.
    (GENTA)


    Pemimpin:
    Mendengar secara mendalam,
    melayani makhluk dalam cara tanpa batas,

    Bersama-sama:
    Awalokiteswara, Bodhisattwa Welas Asih Agung,
    kami bersujud padamu.
    (GENTA)


    Pemimpin:
    Tiada ketakutan dan tekun mengarungi
    alam-alam penderitaan dan kegelapan

    Bersama-sama:
    Ksitigarbha, Bodhisattwa Aspirasi Agung,
    kami bersujud padamu.
    (GENTA)


    Pemimpin:
    Ibunda semua Buddha, bodhisattwa dan semua makhluk
    Menopang dan menyembuhkan semuanya

    Bersama-sama:
    Bodhisattwa Ibu Pertiwi, Ibunda bumi
    Permata indah jagad raya
    Kami bersujud padamu
    (GENTA)


    Pemimpin:
    Memancarkan cahaya di semua penjuru
    Sumber kehidupan di dunia ini

    Bersama-sama:
    Mahavairocana Tathagatha,
    Ayahnda matahari
    Buddha cahaya dan hidup tanpa batas
    Kami bersujud padamu
    (GENTA)


    Pemimpin:
    Benih kesadaran dan cinta kasih
    dalam anak-anak dan semua makhluk,

    Bersama-sama:
    Maitreya, Buddha yang akan datang,
    kami bersujud padamu.
    (GENTA)


    Pemimpin:
    Menunjukkan jalan tanpa rasa takut,
    dan penuh welas asih

    Bersama-sama:
    seluruh guru silsilah leluhur spiritual,
    kami bersujud padamu.
    (GENTA 2x)


  6. Gatha Pembukaan Sutra
  7. (GENTA 3x)

    Namo Sanghyang Adi Buddhaya (3x)
    Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa (3x)
    Namo Sarve Bodhisattvaya Mahasattvaya (3x)
    (GENTA)

    Dharma begitu dalam dan indah,
    Kini kami telah berkesempatan
    melihat, mempelajari, dan mempraktikkannya.
    Kami bertekad merealisasikan makna sejatinya.
    (GENTA)

  8. Kearifan Menuju Pantai Seberang (Sutra Hati)
  9. Sutra Hati:
    Kearifan Menuju ke Pantai Seberang

    Kala Bodhisattwa Awalokiteshwara
    merenungkan secara mendalam tentang
    Kearifan menuju ke pantai seberang
    seketika itu menyadari pancaskandha juga kosong adanya
    berkat penyadaran ini,
    Ia berhasil mengatasi duka

    Dengarlah, Sariputra
    wujud adalah kekosongan,
    dan kekosongan adalah wujud.
    Wujud tiada beda dengan kekosongan
    Kekosongan tiada beda dengan wujud
    Demikian pula dengan perasaan, persepsi, bentuk-bentuk pikiran, dan kesadaran
    (GENTA)

    Dengarlah, Sariputra,
    Semua dharma bercirikan kekosongan
    hakikat sejatinya adalah
    tidak lahir juga tidak mati
    tidak ada juga tidak tak ada
    tidak kotor juga tidak murni
    Tidak berkurang juga tidak bertambah.

    Oleh sebab itu dalam kekosongan,
    badan jasmani, perasaan, persepsi
    bentuk-bentuk pikiran, dan kesadaran;
    semua itu bukanlah entitas tunggal terpisah

    Delapan belas ranah fenomena
    yang terdiri dari enam organ indra,
    enam objek indra, dan enam kesadaran
    juga bukanlah entitas tunggal terpisah

    kemunculan dan hilang lenyapnya
    Dua belas mata rantai interdependen
    juga bukanlah entitas tunggal terpisah

    duka, sebab duka,
    akhir duka, dan jalan mengakhiri duka,
    kebijaksanaan dan pencapaian
    juga bukanlah entitas tunggal terpisah
    (GENTA)

    Siapa pun yang mampu melihat semua ini
    dia sudah tidak perlu lagi mencapai apa pun

    Para bodhisattwa yang mempraktikkan
    Kearifan menuju ke pantai seberang,
    tidak menemukan rintangan lagi dalam pikiran mereka
    karena sudah tiada rintangan pikiran
    mereka mengatasi ketakutan
    membebaskan diri dari persepsi keliru
    merealisasi nirwana tertinggi

    Semua Buddha masa lalu, masa kini, dan masa depan
    berkat Kearifan menuju ke pantai seberang ini,
    mereka mencapai pencerahan otentik dan sempurna
    (GENTA)

    Oleh karena itu, Sariputra
    perlu diketahui bahwa
    Kearifan menuju ke pantai seberang
    merupakan mantra teragung,
    mantra sakti mandraguna,
    mantra tertinggi
    mantra yang tiada taranya
    kearifan sejati yang memiliki kekuatan
    melenyapkan semua jenis duka
    Oleh karena itu marilah kita mendaraskan
    mantra Kearifan menuju ke pantai seberang

    Gate gate paragate paramsagate bodhi swaha
    Gate gate paragate paramsagate bodhi swaha (GENTA)
    Gate gate paragate paramsagate bodhi swaha (GENTA 2X)

  10. Permohonan Formal
  11. Perwakilan aspiran:
    Jika ada di antara Anda yang belum sempat mengisi formulir permohonan untuk menerima 5 Latihan Sadar Penuh, lalu ingin menerimanya pada hari ini, Anda boleh berdiri dan menyebutkan nama dengan jelas, kemudian bergabung di tengah bersama aspiran lainnya.

    Perwakilan aspiran: (membacakan sambil beranjali)
    Namo Shakyamunaye Buddhaya.
    Guru yang terhormat, sangha yang mulia, mohon dengarkan kami denga penuh welas asih. Kami ingin menyampaikan permohonan formal.

    Master Genta: Mengundang genta 1 kali
    (Mendengar genta, perwakilan aspiran dan semua aspiran menyentuh bumi)

    Perwakilan aspiran: (membacakan permohonan atas nama semua aspiran)
    Namo Shakyamunaye Buddhaya
    Guru terkasih, sangha terkasih, kami menyadari keberuntungan ini. Kami telah menerima banyak berkah dari para leluhur dan bersyukur atas berkah itu kami telah bertemu dengan latihan sadar penuh. Latihan ini telah membantu kami berlatih berhenti dan hidup lebih mendalam pada momen kekinian, agar kami menjadi lebih kuat, bertransformasi, dan menyembuhkan diri serta menghadirkan sukacita bagi diri sendiri dan orang lain. Kami tahu bahwa 5 Latihan Sadar Penuh merupakan pernyataan indah dan lengkap atas perjalanan transformasi ini. Hari ini, dengan sepenuh hati, kami ingin menerima 5 Latihan ini dari para guru spiritual dan juga dari Anda, yang mulia sangha. Kami mengerti dengan jelas bahwa jika kami akan ditemani oleh para bodhisattwa, setiap momen akan menjadi momen kebahagiaan. Kami dengan sepenuh hati memohon guru leluhur spiritual dan sangha mulia untuk menerima permohonan ini, trasmisikan latihan ini kepada kami.

    Master Transmisi:
    Kami berkenan menerima permohonan Anda. Ketahuilah bahwa Anda sangatah beruntung karena telah bertemu dengan latihan yang luar biasa ini lalu Anda berkomitmen untuk melaksanakannya. Tugas paling mulia yang bisa engkau lakukan adalah membangun komunitas yang nanti bisa menjadi tempat berindung bagi banyak orang. Ini juga yang dilakukan oleh Buddha sepanjang hayatnya. Menyusuri atihan ini berarti Anda melanjutkan karir dari Buddha. Para Buddha dan bodhisattwa akan mendukung sepanjang jalanmu.

    Perwakilan Aspiran: (menyatakan terima kasih)
    Terima kasih para guru dan sangha mulia telah mengabulkan permohonan kami. Kami akan melaksanakan nasihat-nasihat itu dengan sepenuh hati.
    (setiap kali mendengar genta, para aspiran menyentuh bumi 2 kali. Perwakilan aspiran kembali ke tempatnya.)

  12. Prosedur Sanghakarman
  13. Master Sanghakarman: Apakah seluruh komunitas telah berkumpul?

    Sanggha Pelaksana: Seluruh komunitas telah berkumpul

    Master Sanghakarman: Apakah semunya hidup harmonis?

    Sanggha Pelaksana: Iya, hidup harmonis

    Master Sanghakarman: Mengapa komunitas berkumpul pada hari ini?

    Sanggha Pelaksana: Hari ini komunitas berkumpul untuk mewujudkan sanghakarman transmisi Lima Latihan

    Master Sanghakarman: Komunitas mulia, hari ini [tanggal] telah dipilih sebagai hari untuk mentransmisikan Lima Latihan Sadar Penuh. Komunitas berkumpul pada waktu yang telah disepakati bersama dan sekarang siap mentransmisikan Lima Latihan dalam atmosfir harmonis, oleh karena itu transmisi bisa dilaksanakan, apakah pernyataan ini jelas dan lengkap?

    Semua orang: Jelas dan lengkap. (GENTA)

  14. Kata Pengantar
  15. Hari ini komunitas berkumpul untuk memberikan dukungan spiritual kepada kakak dan adik dalam Dharma untuk mengambil Lima Latihan. Mohon seluruh komunitas untuk menikmati napas dan pada saat bersamaan tetap terjaga dalam penuh perhatian ketika mendengarkan suara lonceng. Suara lonceng merupakan suara Buddha yang memanggil kita kembali pada diri kita yang sesungguhnya.

  16. Menyentuh Bumi Dengan Penuh Rasa Syukur
  17. Kakak dan adik yang menerima Lima latihan mohon maju de depan dengan bersikap anjali dan berdiri di hadapan Tiga permata. Apabila ada orang yang ingin menerima Lima Latihan ini dan namanya tidak disebutkan, Anda boleh menyebutkan nama sendiri kemudian maju ke depan di hadapan Tiga Permata. Para sahabat, setelah mendengar lonceng setiap selesai pembacaan syair, mohon menyentuh bumi.

    Dengan penuh rasa syukur kepada orang tua kami yang telah menghadirkan kehidupan, kami menyentuh bumi di hadapan Tiga Permata di sepeluh penjuru. [GENTA]

    Dengan penuh rasa syukur kepada guru yang telah menunjukkan jalan dan bagaimana mencintai, mengerti dan hidup di momen kekinian, kami menyentuh bumi di hadapan Tiga Permata di sepeluh penjuru. [GENTA]

    Dengan penuh rasa syukur kepada para sahabat yang telah membimbing kami dalam sepanjang jalan dan mendukung ketika dalam situasi sulit, kami menyentuh bumi di hadapan Tiga Permata di sepeluh penjuru. [GENTA]

    Dengan penuh rasa syukur semua spesies binatang, tumbuhan, mineral yang telah mendukung hidup kami dan menjadikan dunia ini begitu indah, kami menyentuh bumi di hadapan Tiga Permata di sepeluh penjuru. [GENTA]

  18. Transmisi 5 Latihan Sadar Penuh
  19. Saudara-saudari, sekarang saatnya mentransmisikan Lima Latihan. Latihan ini punya kapasitas untuk melindungi kehidpan dan menjadi kehidupan menjadi indah. Lima Latihan mendukung kita ke arah damai, ceria, pembebasan, dan pencerahan. Latihan ini merupakan fondasi bagi kebahagiaan individu, kebahagiaan keluarga dan masyarakat. Apabila kita berlatih sesuai dengan Lima Latihan ini, kita sudah berada dalam jalan Bodhisattwa. Lima Latihan melindungi kita agar tidak berbuat kesalahan dan menciptakan penderitaan, ketakutan, dan keputusasaan. Berlatih dalam Lima Latihan ini membantu kita agar mampu membantu kedamaian dan kebahagiaan diri sendiri dan keluar, menghadirkan sukacita dan kedamaian bagi masyarakat. Sekarang saya akan membacakan Lima Latihan. Mohon dengarkan baik-baik dengan pikiran tenang dan jernih. Jawab “Iya, saya siap melaksanakannya” setiap kali anda merasa punya kapasitas untuk menerima, belajar, dan berlatih latihan yang dibacakan.

    Saudara-saudari, Anda siap?

    Aspiran: Iya, saya siap.


    Latihan Pertama: Menjunjung Tinggi Kehidupan
    Sadar akan penderitaan yang disebabkan oleh penghancuran kehidupan, aku bersedia memupuk pengertian mendalam atas keadaan saling bergantungan dan belas kasih serta mencari cara untuk melindungi kehidupan manusia, binatang, tumbuhan, dan bumi ini. Aku bertekad untuk tidak membunuh, tidak membiarkan pihak lain membunuh, dan tidak mendukung segala jenis tindakan pembunuhan di dunia ini, baik melalui pikiran maupun cara hidupku. Aku mengerti bahwa tindakan merusak timbul dari kemarahan, ketakutan, keserakahan, dan intoleransi yang berakar dari pemikiran diskriminatif dan dualistik, aku akan menumbuhkan sifat keterbukaan, non diskriminasi dan non kemelekatan terhadap pandangan demi mentransformasikan kekerasan, fanatisme, dan dogmatisme dalam diriku dan di dunia ini.

    Ini adalah Latihan pertama. Apakah Anda berkomitmen menerima, mempelajari, dan mempraktikkanya?

    Aspiran: Iya, saya siap [GENTA]
    [aspiran menyentuh bumi satu kali]


    Latihan Kedua: Kebahagiaan Sesungguhnya
    Sadar akan penderitaan yang disebabkan oleh eksploitasi, ketidakadilan sosial, pencurian, dan penindasan, aku bersedia berlatih hidup dalam kedermawanan dalam pikiran, ucapan, dan perbuatan. Aku bertekad untuk tidak mencuri dan tidak memiliki sesuatu yang seharusnya milik pihak lain, aku akan berbagi waktu, energi, dan sumber materi bersama mereka yang membutuhkannya. Aku akan berlatih menatap secara mendalam untuk menyadari bahwa kebahagiaan dan penderitaan orang lain juga merupakan kebahagiaan dan penderitaan diriku, kebahagiaan sesungguhnya tak akan bisa hadir tanpa pengertian dan belas kasih; aku mengerti bahwa mengejar kekayaan, ketenaran, kekuasaan, dan kenikmatan sensual bisa membawa semakin banyak penderitaan dan keputusasaan. Aku sadar sepenuhnya bahwa kebahagiaan berhubungan erat dengan sikap mental dan kebahagiaan tidak bergantung pada kondisi eksternal, Aku bisa hidup dengan bahagia pada momen kini hanya dengan mengingat bahwa aku sudah memiliki kondisi secukupnya untuk berbahagia. Aku bertekad untuk berlatih hidup sesuai dengan mata pencaharian benar sehingga aku bisa ikut membantu mengurangi penderitaan makhluk lain di dunia ini dan memutar balik arus pemanasan global.

    Ini adalah Latihan Kedua. Apakah Anda berkomitmen menerima, mempelajari, dan mempraktikkanya?

    Aspiran: Iya, saya siap [GENTA]
    [aspiran menyentuh bumi satu kali]


    Latihan Ketiga: Cinta Sesungguhnya
    Sadar akan penderitaan yang disebabkan oleh peyimpangan prilaku seksual, aku bersedia untuk menumbuhkan sikap tanggung jawab dan mencari cara untuk melindungi keamanan dan integritas individual, pasangan, keluarga, dan masyarakat. Tahu bahwa nafsu seksual bukanlah cinta, dan aktivitas seksual yang didorong oleh nafsu keinginan selalu melukai diriku kemudian juga melukai pihak lain, Aku bertekad untuk tidak terlibat dalam hubungan seksual yang tanpa dilandasi cinta sesungguhnya, cinta mendalam, komitmen jangka panjang yang diberitahukan kepada famili dan para sahabat. Aku akan bertindak sesuai kemampuanku dalam melindungi anak-anak dari pelecehan seksual dan mencegah perceraian pasangan dan keluarga yang diakibatkan oleh perilaku seksual tidak pantas. Mengerti bahwa badan jasmani dan pikiran merupakan satu kesatuan, aku bersedia mencari cara pantas untuk menjaga energi seksual dan menumbuhkan cinta kasih, belas kasih, suka cita, dan sikap inklusif, yang merupakan empat elemen dasar cinta sesungguhnya demi kebahagiaan lebih besar bagi diriku dan pihak lain. Kita tahu bahwa berlatih cinta sesungguhnya, kita akan terus dilanjutkan dengan indah di masa depan.

    Ini adalah Latihan Ketiga. Apakah Anda berkomitmen menerima, mempelajari, dan mempraktikkanya?

    Aspiran: Iya, saya siap [GENTA]
    [aspiran menyentuh bumi satu kali]


    Latihan Keempat: Ucapan Cinta Kasih dan Mendengar Mendalam
    Sadar akan penderitaan yang disebabkan oleh bicara tanpa berkesadaran dan ketidakmampuan untuk mendengarkan pihak lain, Aku bersedia untuk menumbuhkan ucapan cinta kasih dan mendengar mendalam demi mengurangi penderitaan dan upaya menciptakan rekonsiliasi dan perdamaian dalam diriku dan sesama orang lain, ethnik, sahabat religius, dan antar negara. Mengetahui bahwa kata-kata dapat menghadirkan kebahagiaan maupun menciptakan penderitaan, Aku bersedia berbicara sesuai keadaan yang sesungguhnya dengan menggunakan kata-kata yang dapat memunculkan keyakinan, suka cita, dan harapan. Ketika kemarahan membara dalam diriku, untuk sementara aku bertekad untuk tidak berbicara. Aku akan berlatih napas dan jalan penuh kesadaran untuk mengenali kehadiran kemarahan dan kemudian menatap mendalam untuk mengetahui akar permasalahan, terutama akar persepsi keliru dan pengertian kurang lengkap atas penderitaan dalam diriku maupun pihak lain. Aku akan berbicara dan mendengar dengan sedemikian rupa sehingga membantu meringankan penderitaan pihak lain dan mencari cara untuk keluar dari situasi sulit itu. Aku bertekad untuk tidak menyebarkan berita-berita yang belum aku ketahui dengan pasti dan juga tidak melontarkan kata-kata yang dapat menyebabkan perpecahan dan perselisihan. Aku akan berlatih semangat ketekunan benar untuk menunjang kapasitas dalam hal pengertian, cinta kasih, suka cita, dan inklusif, secara perlahan-lahan mentransformasikan kemarahan, kekerasan, dan ketakutan yang terselubung jauh dalam kesadaranku.

    Ini adalah Latihan keempat. Apakah Anda berkomitmen menerima, mempelajari, dan mempraktikkanya?

    Aspiran: Iya, saya siap [GENTA]
    [aspiran menyentuh bumi satu kali]


    Latihan Kelima: Nutrisi dan Penyembuhan
    Sadar akan penderitaan yang disebabkan oleh konsumsi tidak disertai dengan kesadaran, Aku bersedia menjaga kesehatan dengan baik secara fisik maupun mental bagi diriku sendiri, keluarga, dan masyarakat dengan cara berlatih makan, minum, dan mengonsumsi dengan penuh kesadaran. Aku akan berlatih menatap mendalam bahan konsumsiku yang terdiri dari empat jenis makanan yaitu makanan lewat mulut, kesan impresi, niat, dan kesadaran. Aku bertekad untuk tidak menggunakan alkohol, obat-obat terlarang, terlibat dalam perjudian atau produk-produk yang mengandung toksin seperti situs internet, permainan elektronik, program televisi, film, majalah, buku, dan percakapan. Aku akan berlatih kembali pada momen kekinian untuk menyentuh kesegaran, penyembuhan, dan elemen nutrisi dalam diriku dan sekitarku, tidak membiarkan penyesalan dan kemurungan menyeretku kembali ke masa lalu, juga tidak membiarkan kecemasan, ketakutan, dan kemelekatan menarik aku keluar dari momen kekinian. Aku bertekad untuk tidak menutupi kesepian, kecemasan, atau penderitaan jenis lainnya dengan cara tenggelam dalam mengkonsumsi. Aku akan merenungkan sifat saling bergantungan dan mengkonsumsi dengan sedemikian rupa sehingga bisa memelihara kedamaian, suka cita, dan kesehatan badan jasmani dan kejernihan kesadaran sendiri maupun kolektif dalam cakupan keluarga, masyarakat, dan dunia ini.

    Ini adalah Latihan kelima. Apakah Anda berkomitmen menerima, mempelajari, dan mempraktikkanya?

    Aspiran: Iya, saya siap [GENTA]
    [aspiran menyentuh bumi satu kali]


    Saudara-saudari se-Dharma, Anda telah menerima Lima Latihan yang merupakan fondasi dari kebahagiaan dalam keluarga dan masyarakat. Latihan itu merupakan dasar bagi aspirasi Anda untuk membantu orang lain. Anda wajib membaca ulang se-sering mungkin, minimal sebulan sekali, agar pemahaman dan latihan ini bisa tumbuh dalam diri Anda sehari demi sehari. Seremoni pembacaan Lima Latihan ini bisa diadakan di pusat latihan atau di rumah bersama teman-teman. Jika Anda tidak membacakan latihan ini minimal sekali dalam 3 bulan, maka transmisi hari ini dianggap batal. Saudara-saudari dalam komunitas, sebagai siswa dari Dia yang telah Sadar Sepenuhnya (Buddha), Anda seharusnya bersemangat dalam mempraktikkan jalan damai dan kebahagiaan untuk diri Anda sendiri dan semua spesies. Setelah mendengar suara genta, mohon berdiri dan menyentuh bumi sebanyak tiga kali sebagai bentuk rasa syukur kepada tiga permata.

  20. Seremoni Penutup (Membacakan Sertifikat)
  21. Para aspiran, saya akan membacakan sertifikat, jika nama Anda disebutkan, mohon maju ke depan untuk menerima sertifikatnya. (Sertifikat lainnya silakan menghubungi fasilitator Dharma Sharing)

  22. Pelimpahan Jasa
  23. Mentransmisikan latihan, mempraktikkan jalan penuh kesadaran,
    memberikan manfaat tanpa batas.
    Kami bersedia untuk berbagi hasil kemajuan praktik kepada semua makhluk.
    Kami bersedia untuk mempersembahkan penghormatan kepada orang tua,
    para guru, sahabat, serta makhluk-makhluk yang tak terhitung jumlahnya
    yang telah memberikan bimbingan dan dukungan di sepanjang jalan.
    (GENTA 3x)

Kado Untuk Hari Berkelanjutan Thay

Kado Untuk Hari Berkelanjutan Thay
Perayaan hari berkelanjutan Zen Master Thich Nhat Hanh di Plum Village Thailand

Thay adalah sapaan hormat bagi seorang biksu dalam tradisi mahayana Vietnam. Thay adalah bahasa Vietnam yang berarti guru atau bhante. Zen Master Thich Nhat Hanh akrab disapa Thay oleh para murid-muridnya.

Murid tentu saja bisa dalam berbagai bentuk. Ada yang secara tidak formal menjadikan beliau sebagai guru. Ada juga yang secara formal yaitu melalui penerimaan 5 atau 14 Latihan Kesadaran Penuh. Ada juga murid monastik yang menerima penahbisan dari beliau.

Setiap manusia hadir ke dunia ini berkat kebaikan orang tua. Hari lahir biasanya disebut hari ulang tahun. Thay bilang, hari ulang tahun seharusnya adalah hari berkelanjutan (continuation), jadi kita di Plum Village menyebutkan hari berkelanjutan.

Suatu ketika, Thay ditanya, kado apakah yang paling berharga yang bisa dipersembahkan kepada beliau? Thay jawab, “Anda bisa mempersembahkan kado apa pun, namun kado yang paling bermakna adalah tekad untuk berlatih kesadaran penuh, bentuk latihan nyata untuk mewujudkan perdamaian, keharmonisan, bagi diri dan dunia.”

Murid-murid yang telah menerima 5 Latihan Kesadaran Penuh (Pancasila), ataupun mereka yang telah menerima 14 Latihan Kesadaran Penuh (Bodhisattvasila) atau kadang disebut sila ordo Interbeing, pada hari ini bertekad mempersembahkan latihan kepada beliau, untuk meneruskan karir beliau dalam jalan transformasi, meneruskan karir para sesepuh Zen, dan juga karir Buddha.

Berikut ini adalah tekad kami semua, dipersembahkan kepada Thay, Zen Master Thich Nhat Hanh. Kami persembahkan dengan sepenuh hati:

Everytime l touch the leaf, remind me to stop.
Breathing in, breathing out … make me calm and smile to the green, to the earth.
Happy Continuation Day, dear Thay.  You teach me much than l think. Thank you and wish you Healthy & Happy.

Rosmeri Sumiati, Jakarta

Saya bertekad untuk lebih intensif berlatih kesadaran penuh dan mengusahakan komunitas berlatih yang lebih aktif serta solid, sehingga kami dapat tumbuh bersama-sama dan membawa perubahan bagi lingkungan kami, semoga bisa lebih damai, tentram, penuh kasih dan selalu diliputi kebahagiaan.

Elysanty, Jambi

Saya bertekad untuk selalu mengingatkan diri sendiri agar berlatih sadar penuh ketika melakukan aktivitas sehari-hari, seperti ketika bangun tidur, berjalan, makan, di sekolah bersama murid-murid, dan ketika bersama komunitas sekolah. Saya juga akan melanjutkan ‘planting the seeds’ kepada murid-murid dan berlatih bersama komunitas guru di sekolah.

Rumini, Bagan Batu

Saya bertekad dan berusaha dengan daya upaya benar untuk berlatih dengan mengembangkan pengertian dan kesabaran. Saya berkomitmen untuk mengajak lebih banyak orang untuk memahami dan mempraktikkan latihan ini. dan memberikan manfaat.
Happy Continuation day, Thay., beloved teacher. 
wish you always stay in healthy, peace and longlife.
Buddha & Bodhisatva Bless You.

Finny Owen, Medan

Semoga saya dapat belajar lebih sering hening (mengurangi respon yang spontan dalam berkomunikasi ). Saya akan sering mempraktikkan kontemplasi agar mendapatkan kemajuan dalam berlatih mendengar secara mendalam 

Waty, Song Wen Juan, Medan

Saya berharap dapat lebih banyak berlatih dan mengaplikasikan latihan sadar penuh di dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam kehidupan pribadi maupun komunitas sehingga dapat menjadi pribadi yg lebih baik lagi dan dapat membawa kebaikan untuk lingkungan sekitar.

Agnes, Jambi

Saya menyadari saya telah memiliki kondisi yg cukup untuk berbahagia, jangan karena marah dan benci mengharap orang lain celaka.

Padmadevi, Tangerang

Meski t’lah berganti lagi satu masa kehidupan
kini raut wajah pun t’lah berubah
dari masa kehidupan tak berawal yang tak kita ketahui
kita bertemu dan berpisah berulang kali

Di masa kehidupan ini kita berjumpa kembali
cerita indah senantiasa terukir di hati
setiap perjumpaan senantiasa disertai perpisahan
di manapun berada jika ada jodoh pertemuan pun akan terjadi lagi

Lahir, sakit, tua dan mati adalah realita nyata
sebuah lonceng kesadaran bagi kita untuk terjaga bangun
Janji temu dengan kehidupan selalu tersedia di saat ini
tinggal seberapa sering kita bisa menyadarinya.

Rohana, Tangerang

Saya bertekad untuk menjaga ucapan yang benar dan berusaha untuk mengonsumsi informasi yang benar serta berusaha memahami baru dipahami.

Yuyong, Jakarta

Saat retreat adalah saat saya belajar hidup berkesadaran. Di luar retreat, pada kehidupan sehari-hari, itulah saat saya berlatih dan mempraktikkan hidup berkesadaran. Saya bertekat untuk terus berlatih dan mempraktikkannya, karena akan membuat hidup saya menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain.

Susanto, Medan

Saya bertekad untuk membangun kebersamaan,  keharmonisan, lebih rajin untuk mendengar secara mendalam dengan sabar,  dan berlatih untuk berbahasa kasih. 
“selamat Hari berkelanjutan Thay,  semoga Thay dapat lebih lama membimbing dan mendampingi kami semua”.

Ida, Surabaya

Selamat hari lahir thay, semoga Thay senantiasa sehat selalu dan dapat membimbing serta memberikan pencerahan bagi kami semua dimanapun berada… di hari lahir Thay dan saya kebetulan di tanggal yang sama… ajaran dan praktik yang diajarkan Thay sungguh indah dan sering memberikan pencerahan kecil bagi saya.

saya bertekad dan terus mengupayakan agar dapat terus mempraktikkan 14 latihan sadar penuh yang saya terima tanggal 15 mei 2018 sehingga saya pun dapat memberikan kebahagiaan bagi diri saya sendiri, keluarga, sahabat dan semua makhluk.

Suryati Nengsih, Palembang

Selama Saya masih bisa bernapas, masih bisa berjalan, Saya bertekad akan terus berbagi hidup berkesadaran kepada banyak orang.

Samidjah, Tangerang

Saya bertekad untuk menghindari kesombongan diri, senantiasa rendah hati dan terus belajar dan berlatih menjadi manusia yang lebih baik, serta terus berbagi dan berkembang dalam komunitas spiritual yang mendukung.

Henry G. Chandra, Jakarta

Dear Thay,
Some body said life begins at 50. Somebody else said life begins at 40…
Now… I think whatever life begins … I am become old….. become weak…but I know my spirit as younger as previous years ago.
That’s not pessimistic thought, I belief life is a choice… Choose becomes Bodhisatva or becomes beast, those words start with B 😀..
Thay, when I saw your peace picture together with all sangha and kalyanamitta, my wish is you always happy and healthy.
I promise to myself getting older elegantly, and share the benefits of practice to all beings gradually time to time, specially to human being.
Happy continuation Day, Thay..
Big hug from me.

Kshantica, Jakarta

Saya bertekad menjaga dan memperkuat hubungan yang harmonis dengan personal maupun komunitas, tidak menimbulkan perselisihan.
Bertekad belajar setiap saat.

Juniarti Salim, Palembang

Merenungkan Proses Kehidupan Sehari-hari

Merenungkan Proses Kehidupan Sehari-hari
Meditasi jalan di pagi hari

Saya mengikuti retret di Amitayus dari tanggal 29 sampai dengan 30 September 2018. Retret 2 hari ini sangat menyentuh hati. Saya merasa seperti kembali ke rumah diri sendiri. Anggota sangha monastik dan komunitas memberikan kondisi damai, hal ini membuat saya bisa memaknai kehidupan saat ini.

Sehari-hari, saya tidak punya waktu untuk menenangkan diri, namun selama retret saya merenungkan semua proses kehidupan yang penuh dengan suka dan duka, baik dan buruk, benar dan salah. Ternyata banyak terjadi penyimpangan yang telah saya lakukan, apakah itu secara sadar atau pun tidak sadar.

Retret ini menyadarkan saya betapa pentingnya untuk stop (berhenti) dari penyimpangan itu. Lewat kondisi berhenti inilah saya bisa merenung dengan mendalam sehingga saya kembali disadarkan untuk mengubah diri menjadi lebih baik.

Selain mendapatkan pencerahan kecil, saya juga mengenal teman-teman baru, suatu hal yang menarik mengobservasi bagaimana sikap dan tingkah laku yang unik dari setiap orang. Ini membuat saya lebih mengerti tentang perbedaan agar bisa menerimanya.

Hal yang menarik bagi saya adalah ketika sesi makan. Kami mengambil makanan dengan cara yang teratur, antri, dan hening. Setelah itu duduk untuk menunggu semuanya duduk, mendengarkan genta berkesadaran lalu mendengarkan perenungan. Hal ini melatih kesabaran saya. Hal seperti ini tampaknya bagus diterapkan di rumah, menyadari aktivitas sehari-hari.

Saya menyadari bahwa prilaku saya menjadi lebih baik saat retret, terutama ketika membaca dan mendengar dengan penuh kesadaran. Topik pembahasan mencakup keluarga, anak, dan leluhur. Tentu saja bagaimana menuju pada keharmonisan melalui komunikasi, saling memberi perhatian, kemudian juga menciptakan kedamaian antara pasangan suami istri.

Meditasi kerja juga menarik. Kami berbagi tugas untuk bersih-bersih, menyapu, menyuci, semua tugas ini serasa sangat nyaman, kerjaan menjadi mudah dan cepat terlesesaikan. Menjaga kebersihan juga merupakan cara kami untuk menjaga kesehatan bersama.

Retret selama 2 hari tampaknya kurang lama. Walaupun hanya 2 hari namun memberikan dampak besar agar saya bersemangat untuk berubah menjadi lebih baik. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada anggota sangha monastik, semua panitia, serta teman-teman yang bersama-sama dalam retret itu.

Ini adalah karma baik bagi saya sehingga bisa berkumpul dengan komunitas latihan hidup berkesadaran. Semoga semua makhluk hidup berbahagia. Sadhu, sadhu, sadhu.

Andi, peserta retret dari Cimone, Tangerang

Penahbisan Peserta Pabajja di Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Penahbisan Peserta Pabajja di Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Altar Buddha @PlumVillageThailand

Sejak beberapa tahun belakangan ini, Plum Village Thailand mengadakan pabajja (samanera dan samaneri) selama tiga bulan. Program ini khusus untuk peserta dari Asia Pasifik saja. Program ini mulai sejak tahun 2015. Pada tahun pertama hanya untuk peserta dari Thailand saja. Tahun berikutnya beberapa perwakilan komunitas praktik dari Asia juga memohon agar program ini juga bisa diikuti oleh peserta dari negara lain.

Pada tahun ini (2018), peserta berjumlah 17 orang. Jumlah terbanyak jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Para peserta dari berbagai negara yaitu: Thailand, Tiongkok, Taiwan, Korea Selatan, Indonesia, Singapura, dan Hong Kong.

Dari Indonesia ada 2 orang wanita yang ikut. Hestia dan Natalya. Setelah ditahbiskan mereka mendapat nama Samaneri Suối Hòa Nhã, dan Samaneri Suối Hòa Tấu.

Berikut ini adalah foto Penahbisannya pada 17 Agustus 2018, saat Indonesia merayakan kemerdekaan yang ke-73.

Lahir Dengan Sendok Emas di Mulut

Lahir Dengan Sendok Emas di Mulut

@TeaHouse Plum Village Thailand (Nakorn Ratchasima)

Saya mulai menyadari kemampuan saya menangkap isi pembicaraan mulai menurun. Telinga saya kadang mendengarkan tapi seolah-olah tidak menangkap intinya. Reflek tubuh saya juga tampaknya mulai agak tumpul. Beberapa hal berikut ini mungkin mewakili apa yang saya rasakan.

Paling Bontot
Suatu kali dalam suatu seminar panjang. Demi membuat suasana semangat kembali maka ada sesi ice breaking, pemateri mengadakan tes bahan-bahan yang telah diajarkan melalui kahoot (games interaktif menggunakan gawai atau gadget).

Saya kesampingkan semua faktor seperti luas sudut pandang membaca layar, halangan kepala peserta yang ada di depan, jaringan internet yang lelet untuk memproses jawaban. Ternyata banyak pertanyaan yang tidak bisa saya jawab.

Sialnya, karena berbagai faktor-faktor eksternal dan faktor tambahan, saya berada di posisi paling bawah, tapi syukur bukang paling bontot, karena saya nomor dua dari bontot. Anda boleh senyum, bahkan ketawa juga boleh.

Pikiran Berkeliaran
Kasus tidak mendengarkan orang berbicara, di tengah diskusi seru. Saya sering mendapati diri saya tidak mendengarkan sehingga saat orang tersebut bertanya atau meminta konfirmasi, saya akan meminta orang tersebut mengulang pertanyaan dan memaksa pikiran saya fokus pada apa yang menjadi pertanyaannya. Ini tidak hanya terjadi satu kali.

Kondisi ini jauh dari ideal ketika di-counter balik dengan latihan berkesadaran yang secara periodik saya ikuti. Tidak menangkap isi pembicaraan artinya mungkin kecerdasan saya menurun karena pikun. Tidak mendengarkan orang lain berbicara artinya saya membiarkan pikiran berkeliaran kemana-mana.

Kabar baiknya adalah dengan akumulasi latihan, saya menyadari kemerosotan tersebut. Sebersit pengertian mendalam menyelinap, tubuh yang merapuh ini melapuk dengan sendirinya sekuat apa pun mencegah dan menghindari kelapukan tetap datang menghampiri. Tak bisa ditolak.

Jangan Menunggu
Sering kita mendengar kebanyakan orang mengatakan belajar agama dan berlatih menunggu masa-masa pensiun, saat waktu mengejar materi sudah terlampaui, ketika tabungan materi sudah terkumpul dengan segala usaha terbesar dan terbaik kita.

Pernahkan terpikirkan, saat tubuh hanya ditunjang oleh tulang yang keropos, saat otot-otot sudah tidak bisa kenyal walau dilatih dengan olah raga sekeras apa pun, bahkan hanya duduk saja, perlu ditunjang banyak bantalan?

Itu hanya duduk lho, bagaimana dengan pikiran? Seperti contoh di atas, untuk mendengar saja dibutuhkan usaha ekstra keras, bagaimana mungkin dengan mulus dia bisa diajak menghitung napas ketika dalam sesi meditasi duduk?

Perahu Tubuh
Beberapa waktu lalu, saya tergila-gila dengan beberapa jenis olah tubuh seperti qi gong, yoga dan taichi. Lalu tiba-tiba pergelangan tangan saya mendapat anamnesi terkena artritis hingga memerlukan suntikan steroid untuk menghilangkan sakit tanpa menyembuhkannya 100%,

Tangan ini perlu dirawat dengan kehati-hatian, kontan saja yoga saya hentikan sama sekali. Kerapuhan ini tentu saja menyedihkan, tidak terbayangkan berapa lama lagi tubuh ini mampu berperan sebagai perahu untuk saya menyebrang.

Berlatih adalah pilihan, tidak berlatih juga pilihan. Tanpa pencetus tidak ada orang yang akan datang sukarela berlatih. Seseorang yang terlahir dengan sendok emas di mulutnya, lahir seperti dewa dimana dengan hanya berkata (menyuruh) semua keinginannya hadir di hadapannya, kehidupannya bagai kehidupan para dewa yang selalu diundang ke pesta yang besar, meriah dan mewah.

Dorongan Latihan
Pencetus untuk berlatih diperlukan seperti halnya para makhluk-makhluk yang terlahir di alam dewa. Para dewa ini pada kehidupan sebelumnya banyak melaksanakan dana, sila dan perbuatan karma baik, sehingga bisa terlahir ke alam dewa.

Alam dewa juga tidak kekal. Suatu ketika mereka mengetahui karma baik mereka hampir habis maka para dewa akan menemui ajal dan terlahir kembali ke alam lebih rendah, mereka akan sangat menderita.

Kalaupun mereka terlahir ke alam manusia, kemungkinan besar tidak mendapat kondisi yang baik, karena mereka terlalu menikmati kemewahan, mereka tidak sempat mengembangkan batin dengan belajar dan melaksanakan Dharma. Saya yakin itu terjadi karena tidak adanya pencetus/dorongan untuk berlatih.

Akhir kata, kondisi tubuh yang merapuh ini adalah pencetus yang saya miliki saat ini, kesedihan yang menghampiri adalah perasaan yang sia-sia dan tidak perlu dipikirkan sehingga tidak bisa tidur, dinikmati saja, siapa tahu seiring latihan perkembangan batin menguat seperti halnya banyak guru besar.

*CHÂN MINH TUYỀN (真明泉) anggota Ordo Interbeing Indonesia, volunteer retret mindfulness, wanita karir, sekaligus adalah apoteker yang juga meraih gelar master di bidang manajemen pendidikan

Here is India, India is here

Here is India, India is here

Day of Mindfulness 7 April 2018
Day of Mindfulness 7 April 2018

Bersentuhan dengan latihan, membawaku kembali ke rumah sejatiku. Day of Mindfulness (DOM) merupakan latihan yang sangat saya tunggu-tunggu.

Seperti biasa, satu hari sebelum DOM diselenggarakan, saya  turut serta membantu di persiapan. Pada awalnya saya cuma berpikir bahwa “ah akhirnya saya bisa kembali berlatih”. Pada saat akhir, tiba-tiba Bhante turun dan membawa gitar. Saya langsung excited begitu mendengar bahwa besok kita akan mengawali DOM dengan Chanting Avalokitesvara. Saya pulang sebentar dan mengambil biola lalu kembali untuk berlatih.

Saat latihan dan chanting Avalokitesvara saya sempat bergetar haru. Sudah lama sekali kami tidak chanting bersama. Sejenak berpikir semoga teman-teman komunitas bisa berkumpul dan chanting bersama.

Pada hari Sabtu, saya harus mengantar ibu ke bandara terlebih dahulu. Sepanjang jalan, saya mengingat-ingat latihan yang sudah dilakukan semalam. Sesampainya di vihara, saya sempatkan diri saya untuk mengajar biola kepada 2 orang murid yang salah satunya juga merupakan peserta dan volunteer DOM.

Kami mulai kegiatan DOM tepat pukul 9 pagi. Ketika saya sudah maju ke depan, kami pemanasan dengan menyanyikan beberapa lagu-lagu latihan. Ada juga lagu yang kami belum latihan. Tapi ternyata kami dapat memainkannya dengan baik.

Sambil bermain, saya melihat teman-teman dari komunitas saya turut hadir. Awalnya teman-teman komunitas yang hadir hanya duduk di belakang, lalu bhante memanggil teman-teman agar dapat maju dan dapat melakukan chanting Avalokitesvara secara bersama-sama.

Chanting ini merupakan salah satu momen yang sangat saya senangi. Selain saya bisa merasakan getar nyanyian seluruh komunitas yang hadir. Saya merasa lebih tenang dan rileks. Sempat saya merasa sangat bersyukur masih memiliki kesehatan telinga sehingga bisa mendengar dengan baik. Beberapa peserta sempat terlihat merasakan haru yang sama rupanya. Bahagia? Tentunya sangat bahagia.

When you walk, you don’t talk
Saya ingin berbagi  sebuah cerita sangat menarik yang saya dengarkan saat bhante ceramah. Bhante bercerita ketika beliau sedang berlatih meditasi jalan bertiga di Plum Village. Sambil berjalan, bhante berbicara seru dengan 2 monastik llainnya. Tak lama, dari kejauhan Thich Nhat Hanh (Thay) melihat mereka. Seketika itu pun bhante dan 2 monastik lainnya terdiam. Saat berpapasan dengan Thay, Thay berkata “when you walk, you don’t talk”. Guru Thay kemudian berlalu begitu saja. Bhante merasa sangat tertampar dengan hal itu.

Saya sempat merasa sangat lucu pada awalnya. Namun kemudian berpikir. Kita terlalu sering mengerjakan banyak hal dalam satu momen. Sudahkah kita menyadari semua momen kekinian kita? Sudahkah kita berlatih hidup sadar hari ini? Apakah kita sedang sungguh-sungguh berlatih saat ini?

Terkadang saya pun merasa saya masih harus banyak berlatih. Dan dalam latihan, saya juga membutuhkan “lonceng kesadaran” dalam bentuk apa pun. Teguran Thay tadi juga sangat mengena di hati saya. Ketika saya naik motor jangan sambil mendengarkan lagu. Ketika saya makan jangan lah saya sambil berbicara. Nikmati satu momen kekinian pada satu waktu.

Here is India, India is here
DOM kali ini tidak ada diskusi kelompok seperti yang dilakukan pada DOM yang sudah-sudah. Kami justru mengganti diskusi bersama dengan nonton film berjudul “walk with me”. Ini adalah film dokumentasi tentang kegiatan-kegiatan keseharian yang dilakukan saat berlatih bersama. Setelah menonton, saya mendengarkan sharing Bhante pada saat tanya jawab sedang berlangsung.

Pada saat itu diceritakan bahwa Bhante merasa bosan berada di Perancis dan ingin kembali ke India. Lalu ketika ada kesempatan untuk bertemu dengan Guru Thay, Bhante meminta ijin untuk kembali ke India. Lucunya saat itu Guru Thay hanya terdiam. Beliau hanya menatap dengan tajam dan tidak berkata apa-apa. Sebentar kemudian Guru Thay beranjak untuk meninggalkan Bhante seorang diri. Dan ketika hendak membuka pintu untuk keluar, Guru Thay membalikkan badan dan berkata “Here is India, India is here”.

Ini adalah insight ke-2 yang saya dapatkan ketika mengikuti DOM di Ekayana. Sering kali ketika saya sedang berada di kantor atau sedang jenuh dengan semua pekerjaan yang menumpuk, saya merindukan rumah. Dan tidak lagi menyenangi hal-hal yang ada di lingkungan sekitar.

Kita menjadi lupa, bahwa kebahagiaan sesungguhnya berada di sini dan sekarang. Saya jadi terburu-buru karena ingin segera kembali ke rumah. Padahal belum tentu ketika kembali ke rumah, kita menjadi bahagia. Belum tentu ketika kita mendapatkan apa yang kita mau, kita akan menjadi bahagia.

Seketika di momen itu, saya memusatkan pikiran sejenak untuk membayangkan rumah yang saya cintai dan menyadari bahwa saya sedang bernapas sekarang dan saya sedang berada bersama komunitas untuk berlatih. Penderitaan saya perlahan memudar. Terkadang kita tidak perlu mengkotak-kotak-an pikiran agar kita bisa bahagia.

Semua itu adalah bentuk-bentuk persepsi yang sebenarnya hanya akan membuat kita semakin menderita. Dengan melepaskan semua bentuk-bentuk persepsi dan membuka semua kotak-kotak yang ada di pikiran. Maka kita akan bahagia. Happiness is as simple as you breathe. Simple right?

DANIEL volunteer mindfulness dari Wihara Ekayana Arama.

Coming Home – Bert Evens Ft. Mari Joël

Coming Home – Bert Evens Ft. Mari Joël

Coming Home

Lirik dan irama oleh: Bert Evens (Joyful Music of the Heart)

Unduh MP3 klik sini

See my eyes, please be welcome
see my heart, please be my guest
see my hands, I fold them towards you
a lotus to be

See my eyes, please be welcome
see my heart, please be my guest
see my hands, I fold them towards you
a lotus to be

Ref:
Following the rising and falling
of the great breathing deep inside of us

So that together we can come home
in the heartbeat of our embrace

Di Manakah Rumah Saya yang Sesungguhnya?

Di Manakah Rumah Saya yang Sesungguhnya?

Retret di Belanda. Bhadrawarman, dari kanan pertama.

Tahun lalu saya berkesempatan pergi ke Belanda bersama keluarga saya dan Brother Duc Pho, yang menjadi tubuh kedua (second body) saya. Di hari pertama saya menginjakkan kaki di Belanda, saya merasa seperti tiba di rumah. Saya pernah mengunjungi beberapa negara di Eropa lainnya, tetapi saya tidak merasakan perasaan yang sama seperti yang saya alami di Belanda. Di Perancis, saya belajar latihan agar tiba di rumah yang sesungguhnya, “I have arrived, I am home”.

Tanah air saya adalah Indonesia. Sering kali saya renungkan bahwa ketika saya masih berada di Indonesia, bahkan ketika saya berada di rumah, saya tidak benar-benar berada di rumah. Pikiran saya seringkali tidak berada di rumah, tidak bersama tubuh saya. Sekarang walaupun saya tidak berada di Indonesia, saya merasa lebih tiba di rumah. Saya belajar untuk bernapas masuk dan keluar ketika pikiran saya sedang meloncat-loncat. Saya belajar untuk berjalan dengan sedemikian rupa agar saya dapat kembali ke rumah yang sesungguhnya.

Saya merasa sangat bahagia dan rasanya sangat mudah untuk mempraktikkan “I have arrived, I am home” di Belanda. Teringat Sister Dieu Nghiem (Sister Jina) pernah menceritakan hal yang sama kepada saya. Ketika beliau datang ke Indonesia, beliau merasa seperti tiba di rumah. Beliau mempelajari bahwa banyak makanan di Belanda yang asalnya ternyata dari Indonesia. Saya baru saja tiba dari Belanda untuk mendukung retret yang diadakan di sana.

Retret di Belanda “Insight is the source of deep happiness”
Di awal retret, muncul perasaan sedikit tidak nyaman dan tidak disambut oleh peserta dan panitia retret. Peserta retret mengetahui dari informasi yang mereka dapatkan sebelum retret bahwa retret ini akan diadakan dalam bahasa Belanda. Di hari pertama saya memfasilitasi sesi berbagi Dharma di dalam sebuah kelompok yang kita sebut sebagai keluarga, mereka terkejut bahwa ada satu monastik yang tidak bisa berbahasa Belanda. Saya memfasilitasi sesi tersebut dalam bahasa Inggris. Awalnya semua orang berbicara dalam bahasa Inggris, karena sebenarnya mereka bisa berbahasa Inggris. Beberapa orang kemudian mengatakan bahwa mereka tidak merasa nyaman untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Kemudian kami memutuskan untuk membiarkan peserta retret di keluarga saya untuk berbicara dalam bahasa Belanda. Ada seseorang yang menerjemahkan ke dalam bahasa Inggris untuk saya.

Beberapa peserta retret di keluarga saya berbagi bahwa meskipun pada awalnya mereka merasa tidak nyaman karena masalah ini, akan tetapi mereka merasakan perasaan hangat di dalam keluarga. Tema retret ini adalah “Insight is the source of deep happiness”.

Saya berbagi kepada mereka bahwa pada awalnya saya tidak mengerti mengapa Thay memilih kata insight atau understanding sebagai terjemahan dari kata prajna dalam bahasa Sanskerta. Biasanya kata prajna diterjemahkan sebagai wisdom atau kebijaksanaan. Saya tidak mengerti mengapa Thay memilih kata yang maknanya terlihat lebih dangkal. Namun seiring berlalunya waktu, saya semakin mengerti mengapa Thay memilih kata pengertian atau insight. Teringat pada retret sadar penuh yang pertama saya ikuti, saya ajukan pertanyaan “Bagaimana caranya berlatih agar mendapatkan kebijaksanaan?” di sesi Tanya Jawab. Jawabannya adalah berlatih sila, samadhi, prajna.

Pada saat itu saya tidak begitu mengerti jawabannya. Barangkali karena pada saat itu saya baru mengenal latihan dan belum menerima sila Buddhis. Di Plum Village tiga latihan yang menjadi inti latihan adalah smrti, samadhi, prajna. Smrti adalah sila dalam bahasa Sanskerta. Samadhi adalah konsentrasi. Ketika Thay mengajarkan bahwa latihan sadar penuh dan konsentrasi dapat membantu kita untuk mendapatkan insight atau pengertian saya baru dapat mulai memahaminya. Saya dapat memahami diri saya sendiri, memahami tubuh dan pikiran saya.

Dahulu saya tidak benar-benar memahami tubuh saya sendiri. Makan berlebihan dan pola hidup yang tidak sehat membuat tubuh saya sangat gemuk. Sekarang saya sudah menurunkan lebih dari 20 kg berat badan saya. Dengan tubuh yang semakin ringan, pikiran pun menjadi lebih ringan. Saya dapat lebih memahami pikiran saya. Sekarang saya lebih memahami apa yang dimaksud dengan kebijaksanaan berdasarkan Thay. Menurut saya sekarang, kata pengertian atau insight bahkan bermakna lebih dalam, dan membantu saya dalam memahami kebijaksanaan yang sesungguhnya dalam ajaran Buddha.

Jalinan Jodoh

Di sesi berbagi Dharma saya pun berbagi dengan jujur perasaan apa yang saya rasakan di awal retret, bahwa saya merasa sedikit terluka karena perasaan “tidak diterima” oleh peserta retret. Namun perasaan bahagia dan syukur saya jauh melampaui luka yang ada di dalam diri saya, dan membantu saya dalam menyembuhkan luka tersebut. Kemudian saya berbagi bahwa di tahun pertama saya di Plum Village, saya berada di kamar bersama tiga brother dari Vietnam. Dua diantaranya tidak begitu fasih dalam berbahasa Inggris, sehingga kami tidak dapat berkomunikasi dengan lancar. Saya melihat bahwa barangkali ini salah satu hal yang membuat saya di awal sulit untuk benar-benar tiba di Plum Village.

Di tahun kedua saya berada di kamar bersama dua brother dari Belanda, dan satu brother dari Vietnam. Semuanya fasih dalam berbahasa Inggris, sehingga membuat saya merasa nyaman ketika berada di kamar. Kedua brother tersebut juga merupakan sahabat spiritual (kalyanamitra) saya. Sebelum sekamar dengan mereka, saya sudah bersahabat dengan cukup erat dengan mereka. Sekamar dengan mereka membuat persahabatan kami kian erat. Kami semua adalah penggemar minum teh. Biasanya kami minum teh bersama kala fajar menyingsing sebelum meditasi duduk. Kadang kami minum teh bersama di siang, sore, atau malam hari.

Saya merasa mempunyai jalinan jodoh yang sangat erat dengan monastik dari Belanda. Teringat seorang monastik dari Indonesia pernah mengatakan bahwa tidaklah aneh bahwa monastik dari Indonesia dapat bersahabat erat dengan monastik dari Belanda. Barangkali karena jalinan jodoh yang kami miliki di masa lalu. Teringat pula Sister Chan Duc berbagi ketika beliau tiba di India pada pertama kali, beliau merasa sangat nyaman seakan tiba di rumah. Kemudian Thay berkata pada beliau bahwa barangkali beliau pernah terlahir sebagai orang India di kehidupan masa lalunya. Ketika saya mendengar hal ini, saya berpikir bahwa mungkin saya pernah terlahir sebagai orang Belanda di kehidupan masa lalu saya.

Memulai Lembaran Baru

Seiring dengan eratnya hubungan saya dengan mereka, kesalahpahaman dan miskomunikasi kerap kali muncul. Pertama kali saya merasa terluka karena salah satu brother dari Belanda yang salah paham terhadap saya. Cara dia mengungkapkan perasaannya sangatlah langsung, yang ternyata merupakan salah satu budaya orang Belanda. Jika pada waktu itu saya tidak mengungkapkan keinginan untuk berlatih memulai lembaran baru, barangkali persahabatan saya dengannya sudah berakhir. Hal ini terjadi karena saya menganggap bahwa saya tidak salah, dan dia memiliki persepsi keliru terhadap saya.

Jika saya dikuasai oleh keangkuhan diri saya, saya tidak akan mau untuk berlatih memulai lembaran baru dengan dirinya. Namun ternyata setelah berlatih latihan ini, kami melihat bahwa akar permasalahan ini sangatlah kecil, hanyalah kesalahpahaman belaka. Persahabatan kami pun kian erat karena kami semakin memahami satu sama lain. Saya mulai memahami budaya orang Belanda, dan dia mulai memahami budaya orang Indonesia. Ketika pengertian muncul di dalam sebuah hubungan, persahabatan (atau biasa disebut sebagai brotherhood & sisterhood di Plum Village) pun semakin erat!

Saya melihat bahwa pengertian (mutual understanding) merupakan salah satu aspek penting dalam suatu hubungan. Dahulu karena saya tidak mengetahui latihan sadar penuh, saya memiliki kesulitan untuk mengerti keluarga saya, maka dari itu sulit bagi saya untuk merasa “tiba di rumah” di rumah keluarga saya. Baru setelah mengetahui latihan, saya belajar untuk mengerti dan mengasihi orangtua saya. Dahulu saya belajar ilmu komunikasi di perguruan tinggi, namun saya tidak mempelajari bagaimana cara berkomunikasi dan berhubungan dengan keluarga saya.

Hubungan saya dengan orangtua dan adik saya dahulu sangatlah buruk. Baru setelah mempelajari seni mendengar secara mendalam dan berbicara dengan cinta kasih, hubungan saya dengan keluarga saya menjadi semakin membaik. Saya belajar untuk mendengar ketika papa saya marah. Dahulu saya tidak mengerti mengapa papa saya mudah sekali marah.

Sekarang saya mengerti bahwa itulah cara papa saya mengekspresikan kasihnya dan berupaya untuk berkomunikasi dengan orang lain. Karena papa saya tidak mengetahui latihan untuk mendengarkan kemarahan di dalam dirinya, ucapan yang dilontarkan oleh papa saya menjadi dipenuhi dengan kepahitan. Alhasil hubungan kami bukan semakin baik namun menjadi semakin buruk. Baru setelah saya belajar untuk mendengar, saya memutuskan untuk berlatih mendengar ketika papa saya marah. Mama saya kemudian tertarik untuk mempelajari latihan, sehingga membantu mengubah keadaan di keluarga saya. Setelah itu saya baru merasa “tiba di rumah” di rumah keluarga saya. Sekarang saya berkesempatan untuk memperdalam ketibaan saya di Plum Village.

Teringat Thay mengajarkan bahwa tiba di rumah “I have arrived, I am home” adalah suatu latihan. Seiring dengan semakin dalam latihan kita, semakin dalam pula ketibaan kita. Di salah satu buku Thay mengajarkan bahwa latihan “I have arrived, I am home” adalah latihan paling mudah atau sederhana yang beliau telah ajarkan. Alangkah terkejutnya ketika saya membaca buku Thay yang lain, Thay mengatakan bahwa latihan “I have arrived, I am home” adalah latihan terdalam yang beliau telah ajarkan. Jadi di manakah rumah saya yang sesungguhnya? Saya menuju dalam perjalanan pulang ke rumah saya! (Bhadrawarman)

BHADRAWARMAN ditahbiskan sebagai samanera di Wihara Ekayana Arama, sekarang sedang berlatih di Upper Hamlet, Plum Village Perancis