Plum Village

Plum Village
Plum Village
Plum Village

Plum Village (Làng Mai) merupakan pusat meditasi buddhis yang berada di Dordogne, daerah selatan Perancis. Didirikan oleh Biksu Zen Thich Nhat Hanh bersama Biksuni Chan Khong pada tahun 1982.

Sejarah
Thich Nhat Hanh dicabut haknya untuk kembali ke Vietnam, setelah itu beliau membentuk komunitas kecil yang bernama “Sweet Potato” [Kentang Manis] berlatih hidup berkesadaran sekitar 100 mil Barat Daya Paris, kentang manis merupakan makanan bagi rakyat miskin di Vietnam. sekarang beliau bermukim di Perancis dan memulai retret hidup berkesadaran.

Pada tahun 1981, Komunitas Kentang Manis mengadakan retret musim panas untuk pertama kali, ternyata retret ini mengundang sangat banyak orang sehingga tidak ada tempat untuk mengakomodasi sekian banyak orang. Thay Nhat Hanh keliling menyusuri daerah selatan Perancis bersama Biksuni Chan Khong untuk mencari daerah yang lebih luas, mereka menemukan tanah di daerah Thenac yang tampaknya cukup ideal buat mereka. Pemilik Tanah itu bernama Dezon tidak ingin menjual tanah itu, oleh karena itu mereka mencari lokasi lain.

Beberapa hari kemudian pada tanggal 28 september 1982, Thay Nhat Hanh menandatangani perjanjian pembelian tanah seluas 6 KM, sekarang ini dikenal sebagai Lower Hamlet (Xom Ha). Di tahun yang sama, hujan es menghancurkan kebun anggur Dezon dan akhirnya dia memutuskan untuk melelang tanahnya itu. Thay Nhat Hanh membeli tanah itu dan memberikan nama Upper Hamlet (Xom Theung). Pada awalnya dua tempat ini diberi nama Persimoon Village, namun tampaknya cukup jelas bahwa pohon-pohon plam tumbuh lebih bagus di tanah berbatuan, kemudian namanya berubah menjadi Plum Village (Pedesaan Plam) atau (Làng Mai).

Setiap tahun komunitas ini menjadi tuan rumah retret musim panas selama 4 minggu, setiap tahun berkembang pesat kepopulerannya. Para peserta retret pada tahun 1983 hanya 232 orang dan sekarang sudah melebihi 2000 orang pada tahun 2004.

Upper Hamlet – Plum Village

Kawasan Tempat Tinggal
Sekarang ini, Plum Village (Làng Mai) terdiri dari empat kawasan tempat tinggal (Hamlet). Kawasan Upper Hamlet (Xom Theung) yang bisa menampung sekitar 65 orang biksu dan umat awam pria, demikian juga ini merupakan tempat tinggal Thay Nhat Hanh. Kawasan Lower Hamlet (Xom Ha) merupakan tempat tinggal para biksuni dan umat awam wanita. Kawasan Sonha merupakan tempat yang bisa menampung sekitar 20 biksu, dan kawasan New Hamlet (Xóm Moi) yang bisa menampung sekitar 40 biksuni dan umat awam wanita.

Plum Village juga memiliki beberapa cabang seperti di Amerika Serikat, Wihara Blue Cliff di Pine Bush – New York, dan Wihara Deer Park di Ecsondido California.

Kunjungi situs utama Plum Village

Selamat Datang OI Baru

Selamat Datang OI Baru

Tepatnya sehari sebelum natal, 24 Desember 2016, grup sukarelawan (volunteers) dari Jakarta, Bogor, dan Medan berangkat ke Plum Village Thailand untuk mengikuti Core Sangha Retreat yang berlangsung dari 25 Desember 2016 sampai dengan 1 Januari 2017.

Ditengah hiruk-pikuk di luar, justru banyak orang asia yang berdatangan dari Singapura, Malaysia, Filipina, Korea, Taiwan, Tiongkok, Jepang, Vietnam, dan masih banyak lagi. Mereka datang untuk mengikuti retret tahunan untuk para sukarelawan yang merupakan praktisi dan sekaligus aktivis yang membantu dalam menyelenggarakan retret dan kegiatan di masing-masing negara.

Desember 2016. Zen Master Thich Nhat Hanh di Plum Village Thailand

Retret kali ini merupakan berkah tersendiri, karena Zen Master Thich Nhat Hanh sedang berada di Plum Village Thailand, semua orang sempat terkesima dan merasa takjub karena beliau masih begitu “jernih” dalam berbagai hal. Beliau ditemanin Sr. Chan Khong beserta asisten lainnya yang berjumlah puluhan yang terbang dari Perancis ke Thailand.

Delegasi Indonesia berfoto bersama Sr. Chan Khong

Suasana retret memberi siraman energi sadar, damai, ketenangan, dan kebahagiaan buat semua. Sebanyak 2 orang dari Medan menerima penahbisan Ordo Interbeing dengan berkomitmen menjalankan 14 Latihan Sadar Penuh, mereka adalah Wati yang akrab di sapa Sis Wenjuan dan satu lagi Erly.

Dari Kiri, Anita, Wati (OI Baru), Liana, Br. Phap Thuyen, Br.Phap Tu, Finny, Erly (OI Baru), Ellyana, Ongraini

Di penghujung retret, masing-masing negara juga berkesempatan memperkenalkan makanan daerahnya masing-masing. Teman-teman dari Indonesia sama-sama menyediakan pecel. Makanan diletakkan di meja untuk dinikmati dalam bentuk buffet. Sore itu indah dan sejuk, semua peserta mencicipi masakan dan makanan dari berbagai negara sambil duduk lesehan di tikar yang sudah disediakan, suasana kekeluargaan sungguh menyejukkan.

Buffet Internasional, Pecel Indonesia

Retret berakhir tanggal 1 Januari, dan delegasi Indonesia menyempatkan diri bermain-main 2 hari di Bangkok dan sekitarnya, mengakhiri perjalanan menyenangkan retret akhir tahun di Plum Village Thailand.

Jalan-jalan di Bangkok dan sekitarnya
Peserta termuda dari Indonesia; Feri dan Miliardi