Surat Terima Kasih dari Thai PV

Surat Terima Kasih dari Thai PV

Thailand, 11 Mei 2021

Namo Shakyamunaye Buddhaya,
Thầy yang terkasih,

Saudara dan saudari terkasih, dan Sanggha terkasih dari Plum Village di seluruh dunia!

Mengawali surat ini, kami ingin menggunakan kesempatan ini untuk mendoakan Anda senantiasa sehat dan damai di hati.

Saudara dan saudari yang terkasih,

Retret daring “Menyembuhkan Diri Sendiri, Menyembuhkan Dunia” yang diselenggarakan di Thai Plum Village (01 – 05 Mei 2021) baru saja berakhir dengan sukses, melihat dari begitu banyak kebahagiaan dan transformasi yang tak terhitung di antara para peserta retret.

Kami mewakili tim penyelenggara dan Sanggha Thai Plum Village, ingin mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Anda semua yang tak ternilai. Anda telah bersedia meluangkan waktu untuk mengikuti berbagai kegiatan di retret sehingga semua dapat terwujud dengan lancar dan bermakna. Dapat berpartisipasi dalam semua kegiatan dengan penuh syukur, bisa hadir untuk para peserta retret saat mereka berbagi kesulitan mereka, dan menikmati buah transformasi mereka yang terlihat melalui air mata kebahagiaan mereka, kami para monastik sangat tersentuh dan pada saat yang sama menjadi lebih sadar akan latihan dan jalan yang kami tempuh ini. Saat memberi adalah sekaligus saat menerima dan dirawat.

Sebagai kelanjutan dari Thầy, kami benar-benar bahagia karena kita dapat berkumpul bersama sehingga retret daring dapat berjalan. Penderitaan yang menyebabkan banyak kecemasan di luar sana mungkin membutuhkan lebih banyak waktu untuk segera berakhir, tetapi buah dari latihan, betapa pun kecilnya, yang kami para monastik berikan kepada peserta retret dapat menenangkan situasi dan membantu mereka untuk berdiri kokoh di depan tantangan apa pun yang mungkin terjadi.

Mengingat format baru yang menarik dari retret daring serta pengalaman dan sumber daya yang masih terbatas yang belum sepenuhnya dieksplorasi saat pertama kali menyelenggarakannya, kami tidak dapat menghindari kesalahan dalam aktivitas retret serta koneksi teknis dengan Anda. Kami akan bertanggung jawab atas semua hal tersebut sehingga kami akan terus belajar agar retret berikutnya dapat terwujud dengan lebih indah. Pada saat yang sama, kami berharap untuk menerima cinta dan pengertian Anda semua atas masalah komunikasi yang tidak terduga selama retret.

Akhir kata, atas nama Sanggha Thai Plum Village serta para peserta retret dalam retret daring “Menyembuhkan Diri Sendiri, Menyembuhkan Dunia”, kami ingin mengucapkan terima kasih atas seluruh kontribusi Anda semua. Agar kegiatan selanjutnya memungkinkan sehingga empat pilar Sanggha akan mendapatkan manfaatnya, kami mengharapkan bimbingan dan dukungan dari Anda.

Kami berharap Anda semua memiliki kesehatan yang baik dan saat-saat yang menutrisi dengan para monastik kami bersama kehadiran Thầy.

“Duduk dengan kebebasan di tanah suci ini,
Berjalan dengan kedamaian di mana pun di Bumi. ”

Dengan penuh cinta dan rasa hormat,

Tim penyelenggara retret online Thai Plum Village

Chân Pháp Thừa
Chân Thuần Minh

Surat Cinta Untuk Bumi

Surat Cinta Untuk Bumi

UNTUK MERAYAKAN HARI BUMI kami ingin menawarkan mediasi berikut ini, yaitu surat cinta untuk Bumi, yang ditulis oleh Thay. Ini adalah kontemplasi yang dapat membantu menciptakan percakapan yang mendalam, dialog yang hidup, dengan planet kita. Dan yang terpenting, ini adalah praktik melihat secara mendalam.

Dikutip dari “Surat Cinta untuk Bumi” oleh Thich Nhat Hanh

IBU TERCINTA DARI SEMUA HAL

Ibu Bumi yang terkasih,

Aku menunduk hormat di hadapan-Mu saat aku melihat secara mendalam dan menyadari bahwa Engkau hadir dalam diriku dan bahwa aku adalah bagian dari diri-Mu. Aku terlahir dari diri-Mu dan Engkau selalu ada dan hadir, menawarkan semua yang aku butuhkan untuk makanan dan pertumbuhan diriku. Ibuku, ayahku, dan semua leluhurku juga adalah anak-anakmu. Kami menghirup udara segar dari-Mu. Kami minum air jernih milik-Mu. Kami makan makanan bergizi dari-Mu. Tumbuhan herbal dari-Mu menyembuhkan kami ketika kami sakit.

Engkau adalah ibu dari semua makhluk. Aku memanggil-Mu dengan nama manusia Ibu, namun aku tahu sifat keibuan-Mu lebih luas dan tua daripada peradaban umat manusia. Kami hanyalah satu spesies muda dari banyak anak-anak-Mu. Jutaan spesies lain yang hidup — atau yang pernah hidup — di Bumi juga adalah anak-anak-Mu. Engkau bukan manusia, tapi aku tahu Engkau juga seperti manusia. Engkau adalah makhluk bernapas yang hidup dalam bentuk sebuah planet.

Setiap spesies memiliki bahasanya sendiri, namun sebagai Ibu kami, Engkau dapat memahami kami semua. Itulah mengapa Engkau dapat mendengarkan aku hari ini saat aku membuka hatiku untuk-Mu dan mempersembahkan doaku.

Ibu terkasih, di mana pun ada tanah, air, batu atau udara, Engkau ada di sana, memberi makan untukku dan memberi kehidupan padaku. Engkau hadir di setiap sel tubuhku. Tubuh fisikku adalah tubuh fisik-Mu, dan sama seperti matahari dan bintang-bintang yang hadir di dalam diri-Mu, mereka juga hadir dalam diriku. Engkau tidak berada di luar diriku dan aku tidak berada di luar diri-Mu. Engkau lebih dari sekedar lingkunganku. Engkau tidak kurang dari diriku.

Aku berjanji untuk menjaga kesadaran tetap menyala bahwa Engkau selalu ada di dalam diriku, dan aku selalu ada di dalam diri-Mu. Aku berjanji untuk menyadari bahwa kesehatan dan kesejahteraan-Mu adalah kesehatan dan kesejahteraan diriku sendiri. Aku tahu bahwa aku perlu menjaga kesadaran ini tetap menyala dalam diriku agar kita berdua menjadi damai, bahagia, sehat, dan kuat.

Terkadang aku lupa. Tersesat dalam kebingungan dan kecemasan akan kehidupan sehari-hari, aku lupa bahwa tubuhku adalah tubuh-Mu, dan terkadang bahkan lupa sama sekali bahwa aku memiliki tubuh. Tidak menyadari keberadaan tubuhku dan planet indah di sekelilingku dan di dalam diriku, membuat aku tidak dapat menghargai dan merayakan anugerah kehidupan yang berharga yang telah Engkau berikan kepadaku. Ibu terkasih, harapan terdalamku adalah untuk bangkit dan sadar akan keajaiban kehidupan. Aku berjanji untuk melatih diriku agar selalu hadir bagi diriku sendiri, bagi hidupku, dan bagi-Mu setiap saat. Aku tahu bahwa kehadiranku yang sebenarnya adalah hadiah terbaik yang bisa aku berikan kepada-Mu, Ibu yang aku cintai.

***

AGAR KITA DAPAT BERTAHAN, baik sebagai individu maupun sebagai spesies, kita membutuhkan revolusi dalam kesadaran. Hal ini bisa dimulai dengan kebangkitan kolektif kita. Dengan melihat lebih mendalam, dengan kesadaran penuh dan konsentrasi, kita dapat melihat bahwa kita adalah Bumi dan, dengan ini maka wawasan, cinta dan pengertian akan lahir.

Tidak ada batas di mana atau bagaimana salah satu dari kita dapat melakukan percakapan secara mendalam dengan Bumi. Anda bahkan mungkin dapat menulis surat cinta Anda sendiri untuk Ibu Bumi sesuai dengan keinginan Anda.